Siswa SMA di Texas AS Bunuh Diri usai Tembak Guru

- Seorang siswa 15 tahun di Hill Country College Preparatory High School, Texas, menembak gurunya lalu bunuh diri; guru dirawat di rumah sakit, pelaku tewas di lokasi.
- Pihak sekolah langsung lockdown dan evakuasi siswa ke sekolah terdekat, sementara polisi menyelidiki hubungan pelaku dengan guru serta asal senjata api yang digunakan.
- Kegiatan belajar ditiadakan sehari setelah insiden, konselor disiagakan untuk dukungan psikologis; kasus ini menjadi penembakan sekolah kelima di AS sepanjang 2026.
Jakarta, IDN Times - Seorang siswa laki-laki berusia 15 tahun menembak gurunya di sebuah sekolah menengah atas di Texas, Amerika Serikat (AS), sebelum kemudian menembak dirinya sendiri.
Insiden itu terjadi di Hill Country College Preparatory High School di Bulverde, sebuah kota kecil di dekat San Antonio, pada Senin (30/3/2026). Sang guru dilaporkan dirawat di rumah sakit terdekat, sementara pelaku tewas di tempat kejadian.
“Tampaknya siswa tersebut mengarahkan senjata itu ke dirinya sendiri dan menembak dirinya,” kata Sheriff Comal County, Mark Reynolds, dalam konferensi pers, dikutip dari NBC News.
1. Polisi selidiki bagaimana pelaku memperoleh senjata api

Sekolah tersebut, yang menampung sekitar 250 siswa, segera menerapkan lockdown usai penembakan. Para siswa kemudian dievakuasi dengan bus ke sebuah sekolah lainnya yang tak jauh dari lokasi kejadian, di mana para orang tua menunggu anak-anak mereka.
“Sekolah segera diberlakukan lockdown untuk melindungi semua orang di kampus, dan para siswa dipindahkan dengan aman ke Bulverde Middle School serta dipertemukan kembali dengan keluarga mereka,” kata Reynolds.
Ia menambahkan bahwa para penyelidik tengah menyelidiki hubungan antara siswa dan guru tersebut serta bagaimana pelaku memperoleh senjata api.
2. Suara tembakan terdengar hingga lima kali

Dilansir dari The Guardian, seorang siswa mengaku mendengar letusan keras dari ruangan di lantai dua, diikuti suara teriakan. Siswa lainnya juga menuturkan bahwa ia mendengar lima kali tembakan dan teriakan, sebelum gurunya menyuruh para siswa masuk ke dalam kelas.
Jesse Lopez, salah satu orang tua siswa, mengatakan akan sulit baginya memberi tahu putrinya bahwa suatu saat ia harus kembali ke kelas.
“Pertama, dia memiliki autisme, dan dia akan takut untuk kembali, dia akan sangat takut untuk kembali,” kata Lopez.
3. Kegiatan belajar mengajar ditiadakan pada Selasa

Kepala sekolah, Julie Wiley, mengumumkan bahwa sekolah membatalkan kegiatan belajar mengajar pada Selasa (31/3/2026). Meski demikian, konselor akan tetap tersedia bagi para siswa dan keluarga yang membutuhkan.
“Hati kami bersama semua pihak yang terdampak, terutama guru tersebut, keluarganya, dan komunitas sekolah kami. Kami tahu ini merupakan hari yang sulit,” kata Wiley dalam pernyataannya.
Menurut analisis Education Week, ini merupakan penembakan di sekolah kelima yang menimbulkan korban luka atau tewas di AS sepanjang 2026. Tercatat ada 245 insiden penembakan serupa sejak 2018.


















