Kirab Merah Putih Bogor, 3.200 Orang Bentangkan 5 Bendera Raksasa

- Kirab Merah Putih ke-11 di Kota Bogor melibatkan 3.200 peserta yang membentangkan lima bendera raksasa, masing-masing sepanjang 100 meter.
- Wamendagri Bima Arya mengapresiasi kolaborasi warga dan pemerintah, sementara kirab diwariskan untuk menanamkan patriotisme serta nilai kebangsaan kepada generasi muda.
- Festival Merah Putih 2026 menghadirkan 17 kegiatan; setelah kirab, rangkaian berlanjut dengan Festival Kopi Legendaris di Stasiun Bogor pada 21–23 Agustus.
Bogor, IDN Times – Kemeriahan menyambut HUT RI di Kota Bogor kembali memuncak lewat perhelatan Kirab Merah Putih. Memasuki tahun penyelenggaraan ke-11, tradisi akbar yang diinisiasi Festival Merah Putih (FMP) ini sukses menyedot perhatian publik, dengan melibatkan 3.200 peserta yang membentangkan lima rangkaian bendera raksasa di sepanjang jalan utama kota.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya, yang hadir bersama Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim serta Ketua Umum FMP Syahril M. Said, mengapresiasi solidnya kolaborasi warga dan pemerintah dalam merawat tradisi pemersatu bangsa ini.
"Saat ini kita membutuhkan kebersamaan ini lebih dari masa-masa sebelumnya, karena kita punya tantangan yang berat dan punya target-target juga yang tidak mudah. Jadi semangat kirab Merah Merah Putih ini," ujar Bima di Kota Bogor, Minggu (9/8/2026).
1. Libatkan 3.200 peserta dengan bentangan 5 bendera raksasa

Perhelatan Kirab Merah Putih tahun ini mencatatkan rekor kemeriahan tersendiri dibandingkan edisi sebelumnya. Dedie mengungkapkan kirab tahun ini terasa sangat spesial karena melibatkan ribuan orang, serta membentangkan bendera raksasa yang merepresentasikan nilai-nilai Pancasila.
"Spesialnya ini ada lima rangkaian bendera, satu bendera panjangnya 100 meter. Artinya, peserta panitianya saja kurang lebih 3.200 orang, di luar masyarakat yang antusias," jelas Dedie.
2. Tradisi warisan sesepuh untuk merawat nasionalisme generasi muda

Sebagai warisan dari para sesepuh atau Inohong Bogor, Kirab Merah Putih dirancang secara berkesinambungan untuk menanamkan jiwa patriotisme.
Kehadiran ribuan pelajar, mulai dari tingkat SD hingga perguruan tinggi, yang berbaur gembira bersama masyarakat, menjadi pilar penting penjagaan persatuan.
"Artinya kita juga harus menyiapkan generasi penerus, kita harus wariskan nilai-nilai kebangsaan ini, nilai baik ini kepada para generasi muda Kota Bogor," kata Dedie.
3. Bukan menjadi satu-satunya puncak festival

Ketua Umum FMP 2026, Syahril M. Said, mengatakan rangkaian Festival Merah Putih tahun ini menyajikan 17 kegiatan berbeda. Ia menyebut kirab sendiri merupakan salah satu puncak yang paling besar dan ramai pesertanya.
Namun, Syahril menegaskan, masih ada salah satu puncak festival yang masih dalam rangkaian Festival Merah Putih di Kota Bogor.
"FMP masih akan berlanjut ke puncak selanjutnya, Festival Kopi Legendaris, di Stasiun Bogor pada 21–23 Agustus mendatang," pungkas Syahril.



















