Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

KontraS Catat Kekerasan Polisi Sepanjang 2025 Renggut 55 Nyawa

WhatsApp Image 2025-08-29 at 12.49.30.jpeg
Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Dimas Bagus Arya. (IDN Times/Aryo Damar)
Intinya sih...
  • KontraS mencatat 55 kematian akibat kekerasan polisi sepanjang 2025, termasuk extrajudicial killing, penyiksaan, dan salah tangkap.
  • Pola kekerasan semakin nyata pada aksi 25–28 Agustus 2025, ketika driver Gojek Affan Kurniawan tewas ditabrak dan dilindas mobil rantis Brimob.
  • Polisi telah melakukan pemeriksaan pada anggota Brimob Polda Metro Jaya terkait insiden driver ojek online yang dilindas rantis Barakuda dalam rangkaian demo 28 Agustus 2025.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Komisi Untuk Orang Hilang untuk Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mencatat sepanjang 2025 terjadi 55 kematian akibat kekerasan kepolisian, mulai dari extrajudicial killing, penyiksaan hingga salah tangkap.

“Baik itu dalam ruang atau dalam ekses extrajudicial killing atau pembunuhan di luar hukum, penyiksaan dan juga korban salah tangkap,” kata Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, Jumat (29/8/2025).

Menurut dia, pola kekerasan itu semakin nyata pada aksi 25–28 Agustus 2025 lalu, ketika driver Gojek Affan Kurniawan tewas ditabrak dan dilindas mobil rantis Brimob. Dia menilai tindak kepolisian ini merupakan pola normal dan pembiaran, yang melanggar prinsip kebebasan berpendapat warga negara.

Dia mengatakan, belum upaya-upaya koreksi dan juga evaluasi dari Korps Bhayangkara itu sendiri maupun dari sejumlah lembaga negara untuk melakukan evaluasi terhadap kepolisian .

"Sehingga proses-proses yang terjadi, tindakan-tindakan imunitas yang kemudian dialami gitu ya, yang terjadi hari ini dan juga kemudian para pelaku kemudian masih melenggang bebas tanpa mendapat hukuman, itu menjadikan sebuah pola yang membuat keberulangan peristiwa ini terjadi," katanya.

KontraS menggarisbawahi proses-proses yang terjadi adalah pembiaran dari negara dan juga upaya-upaya pengabaian prinsip-prinsip hasil manusia sehingga terus terjadi tindakan-tindakan kekerasan dari aparat negara kepada warga negara.

Affan Kurniawan, seorang driver Gojek, meregang nyawa usai ditabrak dan dilindas mobil rantis polisi saat aksi unjuk rasa di Jakarta, Kamis (28/8/2025). Pagi ini, suasana duka mendalam menyelimuti kediamannya di Jalan Lasem, Menteng, Jakarta Pusat. Sanak keluarga, kerabat, dan rekan sejawat berdatangan memberi penghormatan terakhir.

Kepergiannya yang tragis meninggalkan luka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkannya. Jenazah Affan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta Pusat.

Dalam kasus ini polisi mengungkapkan telah melakuakan pemeriksaan pada anggota Brimob Polda Metro Jaya terkait insiden driver ojek online yang dilindas rantis Barakuda dalam rangkaian demo 28 Agustus 2025. Tujuh terduga pelaku telah ddiamankan, mereka adalah Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M. Bharaka Y, dan Bharaka J.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us