Korlantas Ungkap Penyebab Kepadatan Arus Balik di KM 200 Tol Palikanci

- Korlantas Polri mencatat arus balik Lebaran 2026 di Tol Palikanci masih padat namun terkendali, terutama pada malam Kamis 26 Maret 2026.
- Kepadatan di KM 200 disebabkan banyak pemudik berhenti di bahu jalan karena lelah dan rest area yang tidak mampu menampung kendaraan.
- Selain tol, jalur arteri juga padat akibat aktivitas silaturahmi dan wisata, namun kepolisian menerapkan rekayasa lalu lintas agar situasi tetap terkelola.
Jakarta, IDN Times - Korlantas Polri mencatat arus lalu lintas pada periode arus balik Lebaran 2026 masih terpantau padat tapi terkendali pada Kamis (26/3/2026) malam. Meski demikian, kepadatan di sejumlah titik disebabkan oleh banyaknya pemudik yang berhenti di bahu jalan karena kelelahan dan kapasitas rest area yang tidak mencukupi.
Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, mengatakan, hambatan samping mulai terlihat sejak KM 200 Tol Palimanan-Kanci (Palikanci) arah Jakarta. Menurut dia, penumpukan kendaraan sering kali terjadi di sekitar fasilitas istirahat.
"Sekali lagi kami mengimbau banyak duta-duta pemudik yang mungkin kecapean, dia parkir di bahu jalan. Termasuk juga rest area. Jadi rest area hampir semuanya ingin singgah di rest area tetapi tidak nampung sehingga terjadi penumpukan," ujar Agus, Jumat (27/3/2026).
Agus menjelaskan, secara umum kecepatan kendaraan dari KM 414 hingga KM 200 masih berada di angka 60-70 km/jam. Memasuki KM 70 pun, arus masih bisa mengalir dengan kecepatan rata-rata 75 km/jam.
“Tetapi dari kilometer 414 sampai 200 itu masih lancar, masih kecepatan masih 60-70. masuk di kilometer 200 sedikit agak padat karena hambatan samping,” ujar dia
Selain di jalur tol, kepadatan juga terpantau di jalur arteri karena adanya aktivitas silaturahmi lokal dan kunjungan ke tempat wisata serta mal. Namun, pihak kepolisian mengeklaim situasi tersebut masih bisa dikelola melalui manajemen rekayasa lalu lintas oleh tiap satuan wilayah.
"Para Kapolda, para Kapolres sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas di tempat-tempat tertentu. Baik itu di tempat wisata, termasuk juga di mall, termasuk perkotaan. Jadi manajemen rekayasa lalu lintasnya sudah berjalan dengan baik," ucap Agus.


















