Jembatan Gantung Pangandaran Segera Diperbaiki, KSAD: Butuh Dua Bulan

- KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak memerintahkan Jembatan Gantung Pongpet di Pangandaran dibongkar dan dibangun ulang menyeluruh setelah ambruk saat peresmian 30 Agustus 2026.
- Pembangunan kembali diperkirakan selesai sekitar dua bulan, bisa dipercepat dengan kerja intensif; TNI AD juga akan membangun empat sumur bor untuk kebutuhan air bersih.
- Maruli meminta maaf kepada warga terdampak dan menyebut ambruknya jembatan dipicu kelebihan beban, sementara TNI AD menargetkan 5.000 jembatan rampung pada akhir 2026.
Jakarta, IDN Times - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, mengatakan, pihaknya segera membangun Jembatan Gantung Pongpet di Kabupaten Pangandaran yang ambruk pada 30 Agustus 2026. Dia menjanjikan jembatan tersebut akan dibangun dengan konstruksi terbaik agar lebih kuat, aman, dan dapat digunakan oleh masyarakat dalam jangka panjang. Pernyataan itu disampaikan Maruli ketika meninjau jembatan gantung tersebut pada Senin (14/9/2026).
"Salah satu yang menjadi evaluasi, yaitu hal-hal teknis. Memang yang agak rumit terkait jembatan-jembatan itu perbaikannya," kata Maruli di dalam keterangan tertulis pada Selasa (15/9/2026).
Dia menjanjikan jembatan tidak hanya diperbaiki di bagian tertentu. Perbaikan, kata Maruli, bakal dilakukan secara menyeluruh.
Mantan Pangkostrad itu memperkirakan pembangunan kembali Jembatan Pongpet membutuhkan waktu sekitar dua bulan. Bahkan, waktu pengerjaannya bisa dipercepat secara intensif.
1. Jembatan Gantung Pongpet bakal dibongkar ulang dan dibangun kembali

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak ketika meninjau kondisi Jembatan Gantung Pongpet di Kabupaten Pangandaran. (Dokumentasi TNI AD) Maruli menginstruksikan agar jembatan gantung itu dibongkar ulang dan dibangun kembali dari awal. Hal itu lebih baik demi penyempurnaan konstruksi. Dia turut memperhatikan kebutuhan air bersih di sekitar lokasi sehingga TNI Angkatan Darat (AD) akan membangun sumur bor di empat titik.
"Ini sudah diperkirakan bakal (memakan waktu) dua bulan. Kalau bekerjanya pagi, siang, dan malam, mudah-mudahan bisa lebih cepat. Dua bulanan lah karena memang lebih baik kita bongkar awal saja, konstruksinya jadi lebih baik. Air bersihnya pun kami perhatikan, bila kurang kami buatkan di empat titik," kata dia.
2. KSAD sempat minta maaf kepada masyarakat yang terdampak

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak ketika meninjau kondisi Jembatan Gantung Pongpet di Kabupaten Pangandaran. (Dokumentasi TNI AD) KSAD Maruli pun meminta maaf kepada masyarakat sebagai bentuk pertanggungjawaban atas musibah yang terjadi ketika momen peresmian pada 30 Agustus 2026 lalu. Jenderal bintang empat itu memastikan kejadian itu menjadi bahan evaluasi oleh TNI AD untuk menghadirkan konstruksi yang lebih baik dan aman.
"Saya sudah sampaikan, secara pertanggungjawaban, saya mohon maaf atas kejadian ini. Kami akan segera perbaiki dan saya kira akan jadi evaluasi bagi kami. Supaya ke depan bisa membuat fasilitas yang lebih baik dan aman," ujar dia.
Jembatan Pongpet sendiri berperan penting sebagai akses penghubung masyarakat Cijulang dan sekitarnya. Terutama untuk mendukung mobilitas serta aktivitas sosial dan ekonomi warga. Pembangunan kembali diharapkan dapat mengembalikan akses tersebut.
Jembatan Pongpet sempat ambruk ketika diresmikan pada 30 Agustus 2026. Saat kejadian, Bupati Citra Pitriyami dan Dandim Pangandaran Letnan Kolonel Czi Citra Kurniawan ada di jembatan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Berdasarkan investigasi TNI AD, jembatan itu ambrol lantaran kelebihan beban. Sebab, jembatan itu hanya bisa dilewati maksimal tiga orang. Selain itu, penggunaan jembatan harus dimanfaatkan secara bergantian.
3. TNI AD telah merampungkan pembangunan lebih dari 2.700 jembatan

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak ketika meninjau kondisi Jembatan Gantung Pongpet di Kabupaten Pangandaran. (Dokumentasi TNI AD) Maruli sendiri didapuk oleh Presiden Prabowo Subianto untuk memimpin percepatan pembangunan dan perbaikan jembatan serta infrastruktur di berbagai wilayah Indonesia. Hingga saat ini, TNI AD sudah mengerjakan 3.417 jembatan.
"Lebih dari 2.700 jembatan telah selesai dengan target pada akhir 2026 sudah rampung 5.000 jembatan meliputi jembatan perintis, Bailey, beton dan Armco," kata Maruli.
TNI AD juga terus mendukung program penyediaan air bersih melalui pembangunan sumur bor. Dari 3.000 sumur bor yang sudah dibangun dan diresmikan, TNI AD akan terus membangun fasilitas serupa.
"Targetnya akan ditambah sekitar 3.000 titik lagi sehingga secara keseluruhan dapat mencapai sekitar 6.000 sumur bor. Kemarin sudah 3.000 (sumur bor) dari presiden yang diresmikan. Saya pikir 6.000 bisa. Data kami lengkap dengan foto-foto jembatannya," ucap dia.





















