Dilansir Jerusalem Post pada Jumat (11/9/2026), Anthropic menjelaskan, Iran selama ini menggunakan AI Claude untuk membantu militer mereka menyerang pasukan angkatan laut AS. Selain itu, Iran juga kerap menggunakan AI tersebut untuk menyerang organisasi dan diaspora Israel serta untuk melakukan pishing atau online scam.
Iran Disebut Pakai AI Buatan AS untuk Kebutuhan Perang

- Anthropic menyebut Iran memakai AI Claude buatan AS untuk mendukung operasi militer, termasuk menyerang pasukan laut AS, organisasi dan diaspora Israel, serta phishing dan penipuan daring.
- Menurut Anthropic, AI Claude digunakan untuk melacak kapal perang AS, mengumpulkan data personel dari sumber publik, mengidentifikasi kelemahan kapal, dan menelusuri pergerakan angkatan laut.
- Temuan itu dimuat dalam laporan investigasi 154 halaman tentang ancaman Iran, Rusia, dan China; Iran juga dilaporkan mengembangkan teknologi intelijen AI berbasis open source sendiri.
Jakarta, IDN Times - Iran disebut sering menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) dari perusahaan Amerika Serikat (AS) untuk kebutuhan perang, termasuk untuk memerangi AS sejak 28 Februari lalu. Kabar itu disampaikan oleh Anthropic, salah satu perusahaan AI dan riset asal AS, pada Kamis (10/9/2026).
1. AI Claude juga digunakan Iran untuk melacak keberadaan kapal perang AS

Kapal perang Amerika Serikat sedang berlayar di Selat Hormuz. (flickr.com/Official U.S. Navy via commons.wikimedia.org/Official U.S. Navy) Anthropic menambahkan, Iran juga menggunakan AI Claude untuk melacak keberadaan kapal perang AS dan mengumpulkan informasi yang terkait dengannya, terutama informasi seputar daftar personel AS yang ada di dalam kapal. Iran juga menggunakan AI tersebut untuk mencari tahu kekurangan dari kapal perang AS.
“Iran menggunakan AI untuk mengidentifikasi dan melacak posisi angkatan laut serta mengumpulkan informasi, termasuk daftar personel AS yang diambil dari keterangan foto militer publik, pengenal transponder kapal dan pesawat yang dapat diakses publik, skrip permintaan citra satelit komersial, dan inventaris situs web publik yang mengungkap pergerakan angkatan laut AS,” jelas Anthropic.
2. Anthropic mengeluarkan laporan berjumlah 154 halaman

ilustrasi laporan (unsplash.com/Markus Spiske) Semua kabar tadi terhimpun di dalam laporan investigasi milik Anthropic yang berjumlah 154 halaman. Laporan tersebut berisi berbagai informasi tentang bahaya atau ancaman yang ditimbulkan oleh musuh-musuh AS, seperti Iran, Rusia, dan China. Dalam laporannya, Anthropic menyebut ketiga negara tersebut sebagai “Musuh Barat AS”.
Laporan tersebut dibuat agar AS bisa lebih waspada dan mengantisipasi ancaman atau bahaya dari Iran, Rusia, dan China. Sebab, menurut Anthropic, negara-negara tersebut bisa saja melakukan serangan, baik serangan siber maupun serangan militer ke AS kapan pun dan di mana pun.
3. Iran juga mengembangkan teknologi intelijen berbasis AI sendiri

ilustrasi AI (unsplash.com/Igor Omilaev) Saat ini, Iran dikabarkan juga sedang mengembangkan teknologi intelijen berbasis AI-nya sendiri. Menurut Anthropic, teknologi tersebut berbasis open source. Jadi, teknologi tersebut bisa mengakses atau mengumpulkan informasi intelijen dari sumber-sumber yang bisa diakses semua orang. Namun, Anthropic tidak menyebut nama dari teknologi tersebut.
Penggunaan dan pengembangan AI untuk kebutuhan perang ini menunjukkan bahwa Iran sudah mulai melangkah maju dalam bidang militer. Sejumlah pihak menyebut ini bisa menjadi ancaman yang lebih besar bagi AS. Terlebih, konflik kedua negara hingga saat ini juga belum sepenuhnya usai.



















