KPK Bakal Awasi Distribusi Bantuan Bencana Gempa Bumi NTT

- KPK akan mengawasi distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.
- Publik diminta melaporkan indikasi dugaan korupsi dalam penyaluran bantuan untuk ditelaah dan ditangani.
- Data sementara mencatat 137 korban luka serta ribuan warga mengungsi setelah gempa di NTT.
Jakarta, IDN Times - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto memastikan pihaknya akan mengawasi distribusi bantuan bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Sehingga bantuan yang diterima masyarakat terdampak bencana bisa lebih maksimal.
"Ya, kalau pengawasan kan KPK sebagaimana sulanya kan ada penegakan hukum, kemudian ada pendidikan, dan ada juga soal pencegahan. Nah, semuanya punya tanggung jawab untuk melakukan itu," ujar Setyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (17/8/2026).
1. KPK minta masyarakat laporkan dugaan korupsi

Ketua KPK Setyo Budiyanto (IDN Times/Aryodamar) Selain itu, kata Setyo, KPK meminta publik melaporkan apabila menemukan indikasi dugaan korupsi terkait penyaluran bantuan tersebut. Dari laporan informasi itu, kemudian dilakukan telaah, kajian, serta tindakan lainnya untuk melanjutkan penanganan perkara tersebut.
"Artinya apa? Kewenangan KPK tetap kepada penyelenggara negara, tetap kepada aparat penegak hukum. Nah, setelah itu baru pada pihak-pihak lain, antara lain ada swasta dan lain-lain," ujarnya.
2. Ketua KPK doakan NTT cepat pulih

Ketua KPK Setyo Budiyanto saat memimpin upacara peringatan HUT ke-81 RI(IDN Times/Aryodamar) Pada momen peringatan HUT ke-81 RI, Setyo juga menyelipkan doa untuk korban bencana gempa bumi di NTT. Ia berharap wilayah yang terdampak bisa segera pulih.
"Doa dan dukungan kita menyertai saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur dan seluruh wilayah terdampak bencana. Semoga mereka segera bangkit dan pulih," ujar Setyo saat menyampaikan amanat dalam upacara.
Setyo juga berharap agar Indonesia diberi kekuatan menghadapi segala ujiannya.
"Semoga Indonesia senantiasa diberi kekuatan untuk melangkah bersama menghadapi setiap ujian. Dalam suka maupun duka, dalam keberhasilan maupun ujian, kita tetap satu Indonesia," katanya.
3. NTT diguncang gempa bumi pada Sabtu (15/8/2026).

Basarnas Maumere di lokasi gempa Flores, NTT. (Dok Basarnas Maumere) Diketahui, NTT diguncang gempa bumi pada Sabtu (15/8/2026). Berdasarkan data sementara per Minggu, 15 Agustus 2026, pukul 16.00 WIB, total jumlah korban luka-luka mencapai 137 jiwa. Saat ini, korban luka sedang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan terdekat maupun faskes darurat.
Sedangkan total rumah rusak berat 154 unit, rusak sedang 49 unit, dan rusak ringan 38 unit. Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum, seperti fasilitas Pendidikan, tempat ibadah, kantor pemerintahan dan sejumlah fasilitas umum lain.
Selain itu, jumlah warga yang mengungsi masih terus dilakukan pendataan tim gabungan. Data sementara sebanyak 5.488 jiwa mengungsi secara terpusat dan 171 jiwa lainnya mengungsi secara mandiri.
















