Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kualitas Udara Jakarta Selasa Pagi Tidak Sehat, AQI Tembus 180

2 min read
Kualitas Udara Jakarta Selasa Pagi Tidak Sehat, AQI Tembus 180
Ilustrasi Polusi Udara Jakarta. (IDN Times/Chaesya Pricilla)
  • Kualitas udara Jakarta pada Selasa pagi tercatat tidak sehat dengan AQI 180 pukul 06.00, dipicu konsentrasi PM2.5 sebesar 97 µg/m³.
  • IQAir memprediksi AQI Jakarta tetap tidak sehat sepanjang pagi, meski menurun bertahap dari 179 pukul 07.00 menjadi 164 pukul 10.00.
  • Palembang mencatat kualitas udara berbahaya dengan AQI 488, sementara Pekanbaru berada di urutan kedua dengan 183 dan Jakarta ketiga dengan 180.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kualitas udara di Jakarta pada Selasa (20/10/2026) pagi berada dalam kategori tidak sehat. Berdasarkan data IQAir yang dipantau pukul 06.00, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) Jakarta mencapai 180.

Mengutip laman IQAir, polutan utama yang mencemari udara Jakarta adalah partikel halus PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 97 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Angka tersebut menunjukkan tingginya konsentrasi partikel polusi udara yang dapat berdampak pada kesehatan masyarakat, terutama kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, serta orang dengan penyakit pernapasan.

  1. 1. Perkiraan kondisi kualitas udara di Jakarta per jam

    Screenshot_20261020_071130_Chrome.jpg
    Kualitas udara di Jakarta pada Selasa (20/10). (Dok/Istimewa).

    Dalam perkiraan per jam IQAir, kualitas udara Jakarta diprediksi masih berada dalam kategori tidak sehat sepanjang pagi, meskipun indeksnya berangsur turun.

    Pada pukul 07.00, AQI diperkirakan berada di level 179, kemudian turun menjadi 176 pada pukul 08.00. Indeks tersebut diproyeksikan kembali turun menjadi 171 pada pukul 09.00 dan 164 pada pukul 10.00.

  2. 2. Masyarakat diimbau tetap pakai masker

    Ilustrasi Polusi Udara.
    Ilustrasi Polusi Udara. (IDN Times/Anjani Asra)

    IQAir menyajikan data kualitas udara berdasarkan pemantauan dari 49 stasiun yang berasal dari 39 kontributor.

    Masyarakat disarankan mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan saat polusi tinggi. Penggunaan masker yang mampu menyaring partikel halus juga dapat dipertimbangkan ketika harus beraktivitas di luar rumah.

  3. 3. Kualitas udara Palembang dalam kategori bahaya

    Ilustrasi Polusi Udara Jakarta.
    Ilustrasi Polusi Udara Jakarta. (IDN Times/Chaesya Pricilla)

    Peringkat kualitas udara kota di Indonesia tersebut dipantau secara real-time. Dengan indeks 488, kualitas udara Palembang berada pada kategori berbahaya dan berisiko serius bagi kesehatan masyarakat.

    Pekanbaru, Riau, menempati posisi kedua dengan indeks kualitas udara 183, disusul Jakarta di posisi ketiga dengan AQI 180.

    Selanjutnya, Tangerang Selatan, Banten, dan Ubud, Bali, sama-sama mencatatkan AQI 168. Tangerang, Banten, berada di posisi keenam dengan indeks 166, diikuti Badung, Bali, dengan AQI 164.

    Sementara itu, Bandung, Jawa Barat, mencatatkan AQI 147 dan menempati posisi kedelapan. Surabaya, Jawa Timur, berada di posisi kesembilan dengan indeks 133, sedangkan Pontianak, Kalimantan Barat, melengkapi daftar 10 kota dengan AQI tertinggi di Indonesia dengan indeks 129.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More