Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ratusan Amunisi PD II Ditemukan di Tengah Kebakaran Hutan Prancis

Ratusan Amunisi PD II Ditemukan di Tengah Kebakaran Hutan Prancis
kebakaran hutan (unsplash.com/Malachi Brooks)
Intinya Sih
  • Lebih dari 400 amunisi sisa Perang Dunia II ditemukan di Le Porge, Gironde, saat kebakaran hutan memicu ledakan; benda itu mencakup peluru mortir dan antitank dari Jerman serta Prancis.
  • Lebih dari 100 ledakan terdengar pada malam kedua kebakaran. Amunisi yang terkubur beterbangan, termasuk satu yang menembus rumah, sementara penyebab keberadaannya belum diketahui.
  • Kebakaran Gironde terkendali setelah sekitar 10 hari, menghancurkan lebih dari 180 rumah. Operasi penjinakan bom memungkinkan sebagian warga pulang, meski sejumlah area tetap ditutup.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Lebih dari 400 peluru artileri dan amunisi sisa Perang Dunia II ditemukan di tengah kebakaran hutan yang melanda wilayah selatan Prancis. Benda-benda tersebut ditemukan di desa Le Porge, yang terletak di wilayah Gironde.

Komandan pemadam kebakaran setempat, Thomas Mimiague, mengatakan bahwa selama kebakaran berlangsung, terdengar sejumlah ledakan yang awalnya diduga berasal dari ledakan tabung gas. Namun, otoritas menemukan bahwa ledakan tersebut kemungkinan besar merupakan amunisi sisa Perang Dunia II yang meledak akibat panas.

"Kami tidak benar-benar tahu mengapa amunisi tersebut ada di sana; kami menduga benda-benda tersebut hanya ditinggalkan begitu saja," kata Mimiague.

1. Peluru dan amunisi tersebut berasal dari Jerman dan Prancis

ilustrasi amunisi (unsplash.com/Jay Rembert)
ilustrasi amunisi (unsplash.com/Jay Rembert)

Wali Kota Le Porge, Martial Zaninetti, mengatakan bahwa lebih dari 100 ledakan terdengar pada malam kedua kebakaran. Ia menggambarkan suara ledakan tersebut seperti suara perang.

"Di wilayah kami ternyata terdapat gudang amunisi yang terkubur di dalam tanah, tetapi kami tidak mengetahuinya dan amunisi itu meledak," katanya kepada media Prancis. Ia menuturkan bahwa amunisi tersebut beterbangan ke segala arah, bahkan ada satu yang menembus sebuah rumah.

Laporan media menyebutkan bahwa benda bersejarah tersebut berasal dari Jerman dan Prancis, yang mencakup peluru mortir dan peluru antitank.

Dilansir CBS News, senjata sisa perang sebelumnya juga pernah ditemukan di Prancis. Pada 2025, layanan kereta api di sekitar Paris sempat dihentikan setelah sebuah bom yang belum meledak dari era Perang Dunia II ditemukan di dekat rel yang melayani Stasiun Gare du Nord. Sementara itu, pada 2012, sekitar 1.000 warga dievakuasi di Marseille demi mengevakuasi sebuah bom Jerman seberat 1 ton yang berasal dari masa Perang Dunia II.

2. Sebagian warga mulai kembali ke rumah mereka

rumah yang hangus terbakar
rumah yang hangus terbakar (unsplash.com/Roger Starnes Sr)

Dilansir BBC, operasi penjinakan bom kini telah memungkinkan sebagian besar warga kembali ke rumah mereka. Namun, Zaninetti mengatakan bahwa sejumlah area masih ditutup untuk umum. Tercatat lebih dari 180 rumah di wilayah tersebut hancur akibat kebakaran hutan.

Setelah berkobar selama sekitar 10 hari, kebakaran hutan di Gironde kini telah berhasil dikendalikan. Pada Senin (3/8/2026), Perdana Menteri Prancis, Sebastien Lecornu, menyampaikan apresiasi kepada para petugas pemadam kebakaran atas kerja keras mereka.

"Prancis telah mampu bertahan menghadapi krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya," ujarnya. Ia menambahkan bahwa warga yang sebelumnya dievakuasi kini secara bertahap mulai kembali ke rumah mereka.

kebakaran hutan
kebakaran hutan (unsplash.com/Matt Palmer)

Kebakaran hutan telah melanda berbagai wilayah di Eropa selama 2 pekan terakhir, terutama di Prancis dan Spanyol, yang memaksa lebih dari 330 ribu orang mengungsi. Meski kebakaran hutan umum umum terjadi di Eropa, para ilmuwan sepakat bahwa perubahan iklim telah membuat kebakaran menjadi semakin ekstrem.

Dilansir CNN, Prancis termasuk wilayah yang paling terdampak parah. Sejauh ini, kebakaran hutan di sana telah menghanguskan lebih dari 160 ribu hektar lahan, menjadikannya sebagai kebakaran terbesar yang pernah tercatat di negara tersebut.

"Situasi yang kita hadapi saat ini adalah yang paling parah yang pernah tercatat, yang tersulit sejak Perang Dunia Kedua," kata Presiden Prancis, Emmanuel Macron, pada Juli lalu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More