TNI-ADF Buka Peluang Latihan Penanggulangan Kebencanaan Akhir November

TNI membuka peluang membahas latihan penanggulangan bencana bersama Australia sebagai bagian dari pengembangan kerja sama kedua negara.
Australia dan TNI akan menggelar kegiatan terpisah tentang bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana pada akhir November 2026.
Gagasan latihan kebencanaan masih perlu dibicarakan, dengan pengalaman menghadapi bencana sebagai dasar kerja sama.
Situbondo, IDN Times - Tentara Nasional Indonesia (TNI) membuka peluang untuk mengembangkan latihan penanggulangan bencana bersama Australia. Kerja sama tersebut dinilai memungkinkan dibahas lebih lanjut, mengingat kedua negara memiliki pengalaman menghadapi berbagai bencana alam.
Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI (Dankodiklat TNI), Letjen TNI Mohamad Naudi Nurdika, mengatakan latihan kebencanaan dapat menjadi salah satu materi yang dikembangkan dalam kerja sama militer Indonesia dan Australia ke depan.
“Latihan bencana alam sangat memungkinkan nanti ke depannya. Seperti dalam latihan Super Garuda Shield tahun ini, ada materi tentang kebencanaan,” kata Naudi dalam konferensi pers penutupan Keris Woomera 2026, di Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Selasa (20/10/2026).
Naudi mengatakan Indonesia dapat membicarakan kemungkinan latihan tersebut dengan Australia. Menurutnya, pengalaman kedua negara dalam menghadapi bencana bisa menjadi dasar untuk mengembangkan bentuk kerja sama yang relevan.
Sementara, Komandan operasi gabungan Australia, Vice Admiral Justin Jones, mengatakan Australia dan TNI akan melaksanakan kegiatan terpisah yang berfokus pada bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana pada akhir November 2026.
1. TNI nilai latihan kebencanaan bisa dikembangkan

Upacara penutupan latihan militer gabungan TNI dan Australian Defense Force (ADF), Keris Woomera 2026. (IDN Times/Marcheilla Ariesta) Naudi menjelaskan latihan penanggulangan bencana berpeluang menjadi bagian dari pengembangan kerja sama militer Indonesia dan Australia. Ia mencontohkan materi kebencanaan yang telah dimasukkan dalam latihan Super Garuda Shield pada 2026.
“Saya kira mungkin ke depan bisa kita bicarakan dengan Australia tentang latihan kebencanaan,” ujarnya.
Menurut Naudi, Indonesia dan Australia memiliki sejumlah kesamaan karakteristik dalam menghadapi bencana. Karena itu, pembahasan lebih lanjut diperlukan untuk melihat bentuk latihan yang dapat dikembangkan bersama.
“Ini ide yang sangat bagus, mungkin bisa dibicarakan,” kata Naudi.
2. Australia siapkan kegiatan bantuan kemanusiaan

Aksi live-fire gabungan TNI dan Australian Defense Force (ADF) dalam Keris Woomera di Baluran, Situbondo, Jawa Timur. (IDN Times/Marcheilla Ariesta) Jones menjelaskan, kegiatan yang berfokus pada bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana akan dilaksanakan secara terpisah dari Keris Woomera. Agenda tersebut direncanakan berlangsung pada akhir November 2026.
“Pada akhir bulan depan, kami akan melaksanakan kegiatan terpisah bersama teman-teman dan kolega kami di TNI yang berfokus pada bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana,” kata Jones dalam kesempatan yang sama.
Ia menyebut penanggulangan bencana bukan fokus utama Keris Woomera 2026. Meski demikian, kedua negara dapat memanfaatkan kesempatan ketika personel mereka berlatih bersama untuk membahas skenario kebencanaan melalui latihan meja atau tabletop exercise.
Dengan latihan tersebut, Indonesia dan Australia dapat mempersiapkan koordinasi jika suatu saat harus bekerja bersama dalam menghadapi keadaan darurat. Jones mengatakan kedua negara ingin memiliki kesiapan untuk saling membantu ketika diperlukan.
3. Australia singgung pengalaman bantuan tsunami 2004

Anggota tentara Australia membantu korban tsunami Aceh. (Dok. Rappler) Jones juga menyinggung keterlibatan kapal Angkatan Laut Australia, HMAS Choules, dalam kegiatan Pacific Partnership, yang berfokus pada bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana. Menurutnya, kapal tersebut telah beroperasi di kawasan dan singgah di sejumlah lokasi di wilayah kepulauan Indonesia.
Jones mengatakan kegiatan seperti itu menjadi salah satu bentuk kerja sama kemanusiaan yang berjalan di luar latihan militer utama. Australia dan Indonesia juga dapat menggunakan latihan bersama untuk mempersiapkan respons terhadap skenario bencana.
Jones turut mengingat pengalaman bantuan Australia kepada Indonesia ketika tsunami Aceh melanda pada 2004. Ia mengatakan peristiwa tersebut masih membekas bagi banyak pihak di Australia.
“Salah satu contoh besar dalam sejarah hubungan kedua negara adalah dukungan Australia kepada Indonesia saat tsunami 2004. Peristiwa itu masih membekas dalam ingatan banyak dari kami, dan kami ingin dapat kembali membantu satu sama lain ketika saatnya tiba,” ujarnya.
Pernyataan Naudi dan Jones ini menunjukkan adanya peluang untuk memperluas kerja sama Indonesia-Australia di luar latihan militer konvensional. Namun, Naudi menegaskan, gagasan latihan kebencanaan tersebut masih perlu dibicarakan lebih lanjut oleh kedua negara.






















