Menag Bersyukur Umat Muslim RI Bisa Rayakan Idul Fitri dengan Damai

- Menteri Agama Nasaruddin Umar bersyukur umat Muslim Indonesia bisa merayakan Idul Fitri 1447 H dengan damai, berbeda dengan situasi konflik di Timur Tengah.
- Ia menyebut jumlah jamaah salat Id di Masjid Istiqlal meningkat dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya tanpa insiden selama Ramadan.
- Nasaruddin menambahkan banyak warga luar negeri memilih berlebaran di Indonesia karena kondusif, serta memuji kebersihan Masjid Istiqlal yang diakui hingga tingkat internasional.
Jakarta, IDN Times - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan umat Muslim di Indonesia patut bersyukur, karena bisa merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah dalam keadaan damai. Apalagi saat ini mayoritas umat Muslim yang berada di kawasan Timur Tengah merayakan Idul Fitri dalam suasana serangan militer Israel dan Amerika Serikat (AS) ke Iran.
"Kalau kita lihat dari skala global, di Indonesia ini tidak seperti apa yang terjadi di negara-negara lainnya misalnya di Bangladesh, Pakistan, Thailand hingga Filipina," ujar Nasaruddin, usai menunaikan salat Id di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu (21/3/2026).
Indonesia, kata Nasaruddin, dalam kondisi sedang kuat meskipun peperangan sedang terjadi di kawasan Timur Tengah. Apalagi jumlah umat yang beribadah di Masjid Istiqlal diklaim dua kali lipat lebih banyak dibanding 2025.
"Tetapi, tidak ada accident apa-apa selama 30 hari," tutur dia.
Lantaran kondisi Indonesia yang kondusif, ia mengklaim banyak warga di luar RI yang memilih menghabiskan Idulfitri di Tanah Air. "Karena di sini kan gak ada ancaman macam-macam," ujarnya.
Nasaruddin mengakui Masjid Istiqlal dipenuhi sampah usai salat tarawih. Tetapi, keesokan paginya kondisi masjid sudah bersih kembali.
"Karena kita mempertahankan Istiqlal ini adalah masjid yang paling bersih dan efektif. Buktinya sampai mendapatkan pengakuan dari grup Bank Dunia di Washington DC. Kita itu paling efektif, efisien dan bersih," tutur dia.


















