Pramono Sindir Wali Kota Bekasi soal Halte Transjabodetabek, DKI Siap Bangun

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti halte Transjabodetabek di Bekasi yang belum rampung dan menyatakan Pemprov DKI siap membangunnya, dengan tetap memerlukan koordinasi pemerintah setempat.
Penumpang Transjabodetabek rute Bekasi mencapai sekitar 4.000–5.000 orang per hari, sedangkan dari Bogor 8.000–10.000 orang; peningkatan konektivitas perlu didukung fasilitas memadai.
Pramono menyebut peringkat transportasi publik Jakarta naik dari posisi ke-17 menjadi ke-15 dunia, serta menempati urutan kedua di Asia Tenggara setelah Singapura.
Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyindir Wali Kota Bekasi Tri Adhianto terkait pembangunan halte Transjabodetabek di Bekasi yang tak kunjung rampung.
Pramono bahkan menawarkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk turun tangan membangun halte jika Pemerintah Kota Bekasi belum juga menyelesaikannya.
"Ada pertanyaan dari para pengguna, terutama dari warga Bekasi, 'kenapa haltenya enggak dibangun-bangun?' begitu," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (26/10/2026).
1. Pemprov DKI siap bangun halte Transjabodetabek

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono memperpanjang kerja sama pengelolaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (26/10/2026). (Dok. Pemprov DKI) Pramono mengatakan, Pemprov DKI Jakarta terbuka untuk membantu pembangunan halte tersebut. Namun, ia menyadari pembangunan fasilitas transportasi di wilayah penyangga membutuhkan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat.
"Sebab kalau haltenya enggak dibangun, nanti kami yang bangunin, nanti salah malahan. Tetapi kalau enggak dibangun, nanti kami yang bangunin enggak apa-apa juga," katanya.
2. Penumpang Transjabodetabek meningkat

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meresmikan rute baru layanan Transjabodetabek yang menghubungkan Blok M dengan Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) pada hari ini (12/3/2026). (IDN Times/Irfan Fathurohman) Pramono mengatakan, jumlah penumpang Transjabodetabek dari Bekasi saat ini mencapai sekitar 4.000–5.000 orang per hari. Sementara itu, jumlah penumpang dari Bogor lebih tinggi, yakni berkisar 8.000–10.000 orang per hari.
Menurutnya, peningkatan konektivitas transportasi umum antara Jakarta dan daerah penyangga perlu diikuti dengan penyediaan sarana pendukung yang memadai. Dengan begitu, masyarakat diharapkan semakin tertarik menggunakan transportasi umum dibandingkan kendaraan pribadi.
"Perkembangan Transjabodetabek, termasuk yang ke Bekasi, sekarang ini sudah mengalami peningkatan yang luar biasa," ujarnya.
3. Transportasi Jakarta masuk urutan 15 terbaik dunia

Transjabodetabek(Transjakarta) P11 rute Bogor-Blok M. IDN Times/Linna Susanti Pramono juga menyoroti perkembangan transportasi publik Jakarta yang disebutnya semakin baik. Ia mengatakan, posisi Jakarta dalam pemeringkatan transportasi publik dunia meningkat dari peringkat ke-17 pada tahun lalu menjadi peringkat ke-15.
Di tingkat Asia Tenggara, Jakarta berada di posisi kedua setelah Singapura. Pramono menyebut posisi tersebut menunjukkan perkembangan layanan transportasi publik di Ibu Kota.
"Sekarang ini Jakarta transportasi umumnya itu nomor 15 terbaik dunia. Di ASEAN kita nomor dua setelah Singapura," kata Pramono.























