Organisasi Pemuda Lintas Iman Desak Parpol Bertindak agar Kondusif

- Pimpinan parpol diminta segera bertindak untuk menjaga kondusifitas dan menghentikan pernyataan provokatif.
- Diimbau agar masyarakat tidak terprovokasi melakukan aksi anarkis dan menolak demo yang menyinggung SARA.
- Seluruh kader organisasi diminta menjaga fasilitas umum, membantu masyarakat yang kesulitan, dan membangun ruang dialog dengan tokoh masyarakat.
Jakarta, IDN Times - Koalisi Organisasi Pemuda Lintas Iman menyampaikan simpati dan dukacita yang mendalam kepada seluruh korban dalam aksi demonstrasi di beberapa daerah belakangan ini.
Koalisi ini terdiri dari, Ketum PP Pemuda Muhammadiyah, Dzulfikar Ahmad Tawalla; Ketum GP Ansor, Addin Jauharuddin; Ketum PP Pemuda Katolik, Stefanus; Ketum DPP GAMKI, Sahat Martin Philip Sinurat; Ketum Pemuda Konghucu, Kris Tan; Ketum Pemuda Peradah, Putu Yoga Saputra; Waketum Pemuda Gemabudhi, Wiryawan; Ketum Pemuda GPII, Masri Ikoni; dan Ketum Pemuda Mathla'ul Anwar, Ahmad Nawawi.
1. Pimpinan parpol diminta segera bertindak

Dalam keterangannya, mereka mendesak pimpinan partai politik (parpol) segera bertindak agar situasi yang memanas bisa kembali kondusif. Ia mendorong agar elite parpol memberhentikan para anggota DPR RI dan pengurus partai yang mengeluarkan pernyataan yang provokatif dan melukai hati rakyat.
Ia mendorong ketua dan elite parpol menginstruksikan kepada seluruh kader partai untuk menjaga ucapan serta lebih berempati kepada persoalan rakyat.
"Mengajak seluruh elemen masyarakat yang menyampaikan tuntutan dan aspirasi, untuk menjaga kondusifitas dalam menyampaikan aspirasi kepada pemerintah," kata Gusma dari PP Pemuda Katolik.
Sementara, Sahat dari PP GAMKI meminta agar pemerintah dan DPR untuk mendengar tuntutan rakyat. Upaya ini perlu dilakukan untuk menghindari adanya kericuhan lagi. "Dengar tuntutan rakyat serta mengevaluasi setiap kebijakan dan program pemerintah yang dinilai merugikan dan membebani rakyat," kata dia.
2. Diimbau tidak mudah terprovokasi

Selain itu, seluruh lapisan masyarakat diimbau agar tidak terprovokasi untuk melakukan aksi anarkis seperti perusakan, pembakaran, dan penjarahan yang merugikan sesama masyarakat.
Selanjutnya, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling menjaga satu sama lain, menolak demo anarkis, dan tidak terpengaruh dengan penggiringan isu yang menyinggung suku, agama, etnis, dan golongan (SARA) untuk mencegah terulangnya peristiwa kerusuhan 98.
"Meminta Polri dan TNI untuk menjaga keamanan dengan terukur, tidak represif kepada masyarakat yang melakukan aksi demo damai, serta menindak tegas para pelaku aksi anarkis yang memicu huru-hara serta melakukan perusakan, pembakaran, dan penjarahan," jelas Dzulfikar dari PP Pemuda Muhammadiyah.
3. Jaga fasilitas umum dan bantu masyarakat yang kesulitan L

Lebih lanjut, Gus Addin dari GP Ansor juga menginstruksikan kepada seluruh kader organisasi agar menjaga fasilitas umum dan membantu masyarakat yang kesulitan.
"Mari para kader bergotong-royong, bahu-membahu, membangun ruang dialog dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan semua elemen masyarakat, menjaga fasilitas umum, serta membantu kesulitan masyarakat di daerah masing-masing," jelas Gus Addin.
#salingjagasesamawarga