Desakan MBG Disetop, Luhut: Kritik Saja Supaya Eksekusi Lebih Baik

- Luhut Binsar Pandjaitan menanggapi desakan penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah muncul kasus korupsi yang melibatkan eks pejabat Badan Gizi Nasional.
- Luhut menilai MBG tetap program baik bagi Indonesia, meski awal pelaksanaannya terburu-buru, dan kini eksekusinya disebut semakin membaik.
- Dalam acara Indonesia Summit 2026, Luhut mengajak masyarakat fokus memperbaiki MBG agar memberi kontribusi ekonomi lebih besar, bukan saling menyalahkan.
Jakarta, IDN Times - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menanggapi aksi demonstrasi yang menuntut Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan.
Aksi unjuk rasa belakangan terus digelar dipicu penetapan eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana beserta dua wakilnya; Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung sebagai tersangka korupsi tata kelola MBG.
Kejaksaan Agung (Kejagung) menemukan dugaan adanya aliran dana miliaran rupiah per hari kepada yayasan-yayasan mitra program MBG, yang terafiliasi dengan Dadan, Sony, dan Lodewyk.
Luhut mengatakan, MBG adalah program yang bagus untuk Indonesia. Menurutnya, jika ingin menyampaikan kritik, maka sampaikan saja untuk perbaikan MBG.
"Jadi ya dikritik saja supaya eksekusinya lebih baik. Itu aja," kata Luhut usai menjadi pembicara talk show Next-Gen Fiscal Policy: Integrating Technology for Inclusive Growth pada Indonesia Summit 2026, yang digelar di The Tribrata, Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Kamis (18/6/2026).
Luhut meyakini MBG ada program yang bagus. Namun, sebelumnya eksekusi MBG memang terburu-buru. Akan tetapi, dia mengatakan saat ini eksekusinya sudah membaik.
“Hanya memang mungkin kemarin awal-awal terlalu cepat, sehingga banyak tidak terlalu terkelola dengan bagus, sekarang gradually sudah membaik. Jadi kalau sebenarnya, orang-orang melihat, ini program gak bagus, saya bilang enggak benar,” tutur dia.
Luhut menegaskan, pernyataan MBG sebagai program yang tidak bagus, menurutnya tidak benar. Justru sebenarnya kalau dikelola dengan baik lagi, akan berkontribusi pada perekonomian.
“Jadi kalau sebenarnya, orang-orang melihat, ini program gak bagus, saya bilang gak benar. Justru sebenarnya kalau kita kelola dengan baik lagi, kontribusi dari 5,61 persen itu akan lebih besar,” ujar Luhut.
Dia pun mengajak masyarakat untuk fokus pada perbaikan program MBG, ketimbang berseteru terkait program itu. "Jadi jangan kita asik berkelahi sendiri. Akhirnya kita semua yang rugi," ucap Luhut.
IDN menggelar Indonesia Summit (IS) 2026, sebuah konferensi independen yang khusus diselenggarakan untuk dan melibatkan generasi Milenial dan Gen Z di Tanah Air. Dengan tema "The Next Us: Indonesia's Leap in the Algorithmic Age". IS 2026 bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh nusantara.
IS 2026 diadakan di Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, pada 17-18 Juni 2026. Dalam IS 2026, IDN juga meluncurkan Indonesia Millennial and Gen-Z Report 2027.
Survei ini dikerjakan oleh IDN Research Institute. Melalui survei ini, IDN Media menggali aspirasi dan DNA Milenial dan Gen Z, apa nilai-nilai yang mendasari tindakan mereka. Survei ini menjangkau responden Milenial dan Gen Z di sembilan wilayah di Indonesia, antara lain Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan, dan Sulawesi.


















