Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Wamenko Pangan: Cabai Salah Satu Penyumbang Inflasi di Kalsel

Wamenko Pangan: Cabai Salah Satu Penyumbang Inflasi di Kalsel
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq (dok. Wamenko Pangan)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Wamenko Pangan Hanif Faisol Nurofiq menegaskan cabai menjadi komoditas utama penyumbang inflasi di Kalimantan Selatan, dengan kontribusi besar dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
  • Fluktuasi harga cabai yang cepat menuntut pengelolaan rantai pasok dan pemantauan harga dari petani hingga pasar agar tidak merugikan pihak mana pun.
  • Pengembangan kawasan cabai seluas 20 hektare di Desa Tawia diharapkan meningkatkan produksi, memperkuat ketahanan pangan, dan membantu pengendalian inflasi daerah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan, cabai merupakan salah satu komoditas yang memiliki pengaruh besar terhadap laju inflasi di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Hal itu dia sampaikan saat ikut panen cabai di lahan Kelompok Tani (Poktan) Gawi Bersama, Desa Tawia, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) Kalsel, Senin (15/6/2026) sore.

“Cabai menjadi salah satu penyumbang inflasi di Kalimantan Selatan. Kontribusi Hulu Sungai Selatan sangat besar dalam menjaga kestabilan harga komoditas ini,” ujar Hanif dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (18/6/2026).

1. Fluktuasi harga cabai terjadi sangat cepat

Wamenko Pangan: Cabai Salah Satu Penyumbang Inflasi di Kalsel
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq (dok. Wamenko Pangan)

Oleh karena itu, menurut dia, kontribusi Kabupaten Hulu Sungai Selatan dalam menjaga pasokan dan kestabilan harga cabai dinilai sangat penting.

“Fluktuasi harga cabai terjadi sangat cepat sehingga memerlukan pengelolaan rantai pasok yang baik dari tingkat petani hingga pasar,” ujar dia.

2. Informasi harga cabai harus dipantau

Ilustrasi cabai merah keriting.
Ilustrasi cabai merah keriting. (Dok. Bapanas)

Menurut dia, informasi harga cabai dari hilir hingga hulu harus terus dipantau agar tidak merugikan petani maupun konsumen.

“Kita tahu harga cabai bisa naik turun dengan cepat. Bahkan pergerakan harganya bisa berubah setiap jam. Karena itu, informasi harus dikawal bersama agar rantai pasok berjalan baik dan petani tidak dirugikan,” kata dia.

3. Pengembangan kawasan cabai di Desa Tawia diharapkan dapat meningkatkan produksi

Ilustrasi cabai merah keriting.
Ilustrasi cabai merah keriting. (Dok. Bapanas)

Selain persoalan pasar, Hanif juga menyoroti karakteristik tanaman cabai yang membutuhkan perawatan intensif. Tanaman ini cukup sensitif terhadap kondisi cuaca, terutama curah hujan yang tinggi sehingga memerlukan ketelatenan dalam proses budidaya.

Desa Tawia sendiri menjadi salah satu desa yang diusulkan masuk dalam program KSPEAN. Di kawasan tersebut direncanakan pengembangan lahan pertanian cabai seluas 20 hektare.

“Saat ini, sekitar lima hektare lahan telah ditanami cabai oleh Poktan Gawi Bersama. Pengembangan kawasan cabai di Desa Tawia diharapkan dapat meningkatkan produksi pertanian daerah, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mendukung upaya pengendalian inflasi melalui ketersediaan pasokan cabai yang berkelanjutan di Kalimantan Selatan,” ujar dia.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari

Related Articles

See More