AS Tangkap Aktivis Kolombia yang Dekat dengan Presiden Petro

- ICE AS menangkap aktivis Kolombia Franklin Humberto Coral Garrido alias Beto karena melanggar izin visa, menjelang pilpres putaran kedua di Kolombia.
- Presiden Gustavo Petro menilai penangkapan Beto sebagai persekusi politik dan mendesak AS membebaskannya, sementara pemerintah Kolombia memberi dukungan konsular serta bantuan hukum.
- Kolombia akan menggelar pilpres putaran kedua pada 21 Juni antara Abelardo de la Espriella yang pro-AS dan Ivan Cepeda yang melanjutkan agenda independen Petro.
Jakarta, IDN Times - Immigration and Customs Enforcement (ICE) Amerika Serikat (AS) resmi menangkap seorang aktivis politik asal Kolombia, Franklin Humberto Coral Garrido alias Beto. Ia disebut memiliki kedekatan dengan Presiden Kolombia, Gustavo Petro.
“ICE resmi menangkap Franklin Humberto Coral-Garrido yang masuk ke AS secara ilegal pada Desember 2015 menggunakan visa B1/B2 yang hanya memperbolehkannya berada di AS selama 6 bulan,” tuturnya, dikutip dari Newsweek, Kamis (18/6/2026).
Penangkapan ini terjadi menjelang pemilihan presiden (pilpres) putaran kedua di Kolombia. Sementara, Beto disebut sedang menggerakkan kampanye untuk menolak kandidasi dari Abelardo de la Espriella.
1. Petro desak AS segera bebaskan Beto

Mendengar penangkapan Beto di AS, Petro mendesak pembebasannya. Menurutnya, penangkapan Beto oleh ICE ini adalah bentuk persekusi politik yang dilakukan pemerintah AS.
“Kami mendesak pembebasan Beto karena ini adalah persekusi politik dari pemerintah AS, warga AS, yang mengorbankan seorang warga Kolombia. AS sudah mengabulkan suaka kepada Beto agar tidak dibunuh oleh penyelundup narkoba,” terangnya.
Presiden Kolombia itu menyebut bahwa penangkapan ini berkaitan dengan pencalonan De la Espriella. Sebab, Presiden AS, Donald Trump sudah menyatakan dukungan kepada De la Espriella.
2. Kolombia berikan dukungan konsular kepada Beto

Pada saat yang sama, Kedutaan Besar Kolombia di AS dan Konsular Jenderal Kolombia di Los Angeles sudah memberikan bantuan konsular kepada Beto. Mereka sudah berbicara dengan AS masalah penangkapan Beto.
Dilansir CNN, Kolombia akan terus memantau perkembangan usai penangkapan Beto. Selain itu, Beto akan mendapatkan bantuan hukum yang sesuai dengan hukum internasional dan regulasi terkini di AS.
3. Kolombia akan selenggarakan pilpres putaran kedua

Pada 21 Juni, Kolombia akan mengadakan pilpres putaran kedua untuk menentukan presiden terpilih. Kali ini, dua calon presiden akan bertanding, yakni calon sayap kanan, Abelardo de la Espriella dan calon sayap kiri, Ivan Cepeda.
De la Espriella dikenal memiliki kedekatan dengan Trump dan akan mendekatkan Kolombia dengan AS. Sementara itu, Cepeda akan melanjutkan upaya dari Petro untuk mewujudkan perdamaian di Kolombia dan membawa negaranya lebih independen dalam politik luar negeri.

















