Menurut Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, dalam pernyataannya pada Rabu (17/6/2026), tindakan tersebut melanggar hukum internasional. Sebab, anak-anak termasuk warga sipil yang tidak boleh dijadikan target serangan dalam peperangan.
PBB Ancam Pemukim Israel Masuk Daftar Hitam Global, Kenapa?

- PBB mengancam memasukkan pemukim Israel ke daftar hitam global karena serangan terhadap anak-anak Palestina yang melanggar hukum internasional.
- Data PBB mencatat 2.725 anak Palestina tewas akibat serangan pemukim Israel, mayoritas berasal dari Gaza dan sebagian dari Tepi Barat.
- Meskipun ada gencatan senjata antara Israel dan Hamas sejak 2025, kekerasan masih berlanjut dengan ribuan korban jiwa di Palestina.
Jakarta, IDN Times - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengancam akan memasukan pemukim Israel ke dalam daftar hitam global. Hal ini karena para pemukim Israel kerap melakukan serangan yang menewaskan anak-anak kecil di Palestina.
1. Ada ribuan anak Palestina yang tewas terbunuh pemukim Israel

Menurut data terbaru PBB, saat ini, ada sekitar 2.725 anak Palestina yang tewas di tangan para pemukim Israel. Dari jumlah tersebut, 2.668 anak berasal dari Gaza, sedangkan 57 lainnya berasal dari Tepi Barat.
"Saya sangat prihatin dengan besarnya pelanggaran berat terhadap anak-anak di Palestina yang diduduki dan Israel, terutama dengan penggunaan senjata peledak secara luas di daerah padat penduduk. Saya sangat prihatin dengan peningkatan serangan yang dilakukan pemukim Israel yang mengakibatkan pelanggaran berat terhadap anak-anak di Palestina," kata Guterres.
2. Pemukim Israel kerap menyerang Palestina

Selain pasukan pertahanan Israel (IDF), para pemukim Israel juga kerap melakukan serangan ke Palestina, tepatnya di wilayah Gaza dan Tepi Barat. Biasanya, mereka melakukan serangan ke warga sipil dan fasilitas publik setempat.
Pada Minggu (14/6/2026) malam pekan lalu, misalnya, pemukim Israel menyerang desa di Tepi Barat bernama Desa Burqa. Dalam serangan tersebut, para pemukim Israel membakar sebuah masjid. Namun, tidak disebut nama dari masjid tersebut. Setelah itu, mereka langsung lari meninggalkan masjid dalam keadaan terbakar.
3. Israel sudah menyetujui gencatan senjata dengan Hamas

Sebetulnya, Israel sudah menyepakati gencatan senjata dengan Hamas pada Oktober 2025. Gencatan senjata fase kedua juga sudah mulai berlaku pada Januari 2026. Kesepakatan ini mewajibkan Israel dan Hamas menahan serangan di Palestina.
Namun, pada praktiknya, negara Yahudi itu justru masih melakukan serangan meski sudah ada gencatan senjata. Dalam kesempatan lain, Hamas juga kerap membalas serangan Israel.
Sejauh ini, serangan Israel di Palestina sudah menewaskan lebih dari 73 ribu jiwa. Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, jumlah tersebut akan bertambah jika Israel terus melakukan agresi.

















