Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

OTT Mulyono di Banjarmasin, KPK: Buktinya Lebih dari Rp1 M

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo (IDN Times/Aryodamar)
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo (IDN Times/Aryodamar)
Intinya sih...
  • KPK melakukan OTT terhadap Kepala KPP Madya Banjarmasin, Mulyono, dan menemukan bukti uang tunai lebih dari Rp1 miliar.
  • Tangkap tangan terkait restitusi pajak di sektor perkebunan dengan dugaan pengaturan dalam proses restitusi dan penerimaan oleh oknum di KPP Madya Banjarmasin.
  • KPK juga menangkap dua pihak lainnya, yaitu ASN dan Swasta, dalam operasi tangkap tangan di Banjarmasin sebagai OTT keempat KPK tahun 2026.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Mulyono. Dalam tangkap tangan itu, KPK menemukan bukti uang tunai lebih dari Rp1 miliar.

"Terkait dengan barang bukti yang diamankan, tim mengamankan uang tunai sejumlah sekitar Rp1 miliar lebih," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (4/2/2026).

Budi menjelaskan, tangkap tangan ini terkait restitusi pajak. Diduga telah terjadi pengaturan dalam proses restitusi itu.

"Ini terkait dengan perpajakan, yaitu adalah proses restitusi PPN atau Pajak Pertambahan Nilai di sektor perkebunan, yang berproses di KPP Madya Banjarmasin, ya. Kemudian ada dugaan pengaturan dalam proses restitusi itu, kemudian ada dugaan penerimaan yang dilakukan oleh para oknum di KPP Madya Banjarmasin," ujarnya.

Selain Mulyono, KPK juga menangkap dua pihak lainnya. Mereka adalah ASN dan Swasta.

"KPK mengamankan sejumlah tiga orang. Salah satunya adalah kepala kantor KPP Madya Banjarmasin. Saat ini sedang perjalanan menuju Jakarta," jelasnya.

OTT di Banjarmasin merupakan tangkap tangan keempat KPK tahun 2026. Selain di Banjarmasin, KPK juga melakukan OTT di Jakarta terkait pejabat di Direktorat Bea Cukai.

OTT pertama KPK di 2026 menjerat Pejabat Pajak di KPP Madya Jakarta Utara, OTT kedua terkait Wali Kota Madiun, Maidi, dan terakhir terhadap Bupati Pati Sudewo.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Latest in News

See More

Polisi Pastikan Cacahan Uang Ditemukan di TPS Liar Bekasi Asli

05 Feb 2026, 13:18 WIBNews