Ribuan Gembala Rumania Bentrok dengan Polisi di Depan Gedung Pemerintah

- Sekitar 2.000 gembala dan petani Rumania memprotes larangan ekspor domba hidup UE hingga akhir 2026 akibat wabah penyakit ruminansia kecil di Bukares.
- Aksi berubah ricuh setelah sebagian massa melempar benda ke polisi, yang membalas dengan gas air mata; 26 orang ditahan dan 24 terluka, termasuk delapan gendarmeri.
- Demonstran juga menuntut presiden dan perdana menteri mundur, sementara pemerintah serta Presiden Nicusor Dan mengecam kekerasan dan menyerukan ketenangan.
Jakarta, IDN Times – Aksi sekitar 2 ribu gembala dan petani Rumania di depan gedung pemerintah di Bukares pada Selasa (15/9/2026) berakhir ricuh. Mereka memprotes pembatasan ekspor domba hidup oleh Uni Eropa (UE) akibat wabah penyakit ruminansia kecil yang sangat menular, yang berlaku hingga akhir 2026.
Bentrokan pecah ketika beberapa pengunjuk rasa melempar batu, penghalang logam, serta benda lainnya ke arah petugas. Kepolisian menanggapi lemparan tersebut dengan menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.
1. Massa petani Rumania menuntut pengunduran presiden

ilustrasi warga Rumania (unsplash.com/Davis Stroia) Dilansir France 24, sebanyak 26 orang ditahan, sementara 24 orang mengalami luka-luka, termasuk delapan anggota gendarmeri, dengan empat korban harus dirawat di rumah sakit. Beberapa korban dilaporkan mengalami patah tulang serta dampak paparan gas air mata.
Aksi yang digerakkan kelompok petani dan gembala tersebut diwarnai bentangan spanduk dukungan bagi sektor pertanian. Massa pengunjuk rasa turut menyerukan tuntutan agar presiden serta perdana menteri Rumania mengundurkan diri dari jabatannya.
2. Pendukung Georgescu menyebarkan seruan demonstrasi

ilustrasi dukungan terhadap petani (unsplash.com/Gayatri Malhotra) Sejumlah demonstran meneriakkan nama Calin Georgescu, mantan calon presiden sayap kanan yang sedang mengadapi persidangan atas tuduhan tindakan melawan tatanan konstitusional pascapembatalan pemilu 2024. Pendukung Georgescu sebelumnya telah menyebarkan seruan di media sosial agar masyarakat bergabung dalam aksi tersebut.
"AUR berdiri bersama para petani dan seluruh rakyat pekerja Rumania," kata pemimpin kelompok sayap kanan utama Aliansi untuk Persatuan Orang Rumania (AUR), George Simion, dikutip Al Jazeera. Melalui unggahan Facebook tersebut, ia mengimbau para demonstran untuk tetap beraksi secara damai.
3. Pemerintah Rumania mengecam kekerasan demonstrasi

Bendera Rumania (pexels.com/Daniel Cosma) Pemerintah Rumania menegaskan dalam siaran pers bahwa protes telah berkembang menjadi aksi kekerasan yang disesalkan dan menyerukan ketenangan. Presiden Rumania Nicusor Dan turut mengecam kekerasan yang dinilainya sangat serius tersebut serta menolak upaya apa pun untuk mengubah protes yang sah menjadi pertarungan jalanan.
Demonstrasi serupa sebelumnya pernah digelar oleh para gembala Rumania di lokasi yang sama pada akhir Juli. Negara berpenduduk 19 juta jiwa tersebut saat ini sedang menghadapi inflasi tertinggi di UE serta krisis politik yang berlarut-larut.
Pemerintahan pro-UE yang menerapkan kebijakan penghematan anggaran telah dijatuhkan melalui mosi tidak percaya pada Mei lalu. Hingga kini, parlemen yang terpecah masih belum berhasil mengonfirmasi pemerintahan pengganti.
Sumber referensi:
https://www.france24.com/en/live-news/20260915-protesting-shepherds-farmers-clash-with-romanian-police
https://www.aljazeera.com/amp/news/2026/9/15/romanian-shepards-and-farmers-clash-with-police



















