Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pangdam Pattimura Ikut Terjun ke Gunung Dukono, Pimpin Evakuasi Korban

Pangdam Pattimura Ikut Terjun ke Gunung Dukono, Pimpin Evakuasi Korban
Pangdam XV Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwinarto ketika ikut meninjau proses evakuasi korban erupsi Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara. (Dokumentasi TNI AD)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Mayjen TNI Dody Triwinarto turun langsung memimpin evakuasi korban erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, menegaskan pentingnya keselamatan dan kepatuhan terhadap larangan aktivitas di zona berbahaya.
  • Tiga pendaki ditemukan meninggal dunia akibat tertimbun material vulkanik, termasuk dua warga Singapura, sementara 17 orang lainnya berhasil dievakuasi selamat meski medan pencarian sangat berat.
  • Gunung Dukono telah ditutup untuk pendakian sejak April 2026 karena peningkatan aktivitas vulkanik, dengan larangan keras memasuki radius empat kilometer dari puncak kawah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Panglima Kodam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwinarto, turun langsung membantu penanganan korban erupsi Gunung Dukono di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara.

Akibat erupsi itu, tiga pendaki ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Dua di antaranya merupakan warga negara Singapura. Sementara, 17 orang lainnya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.

Dody pun turut merasakan duka cita di RSUD Tobelo. Dia meninjau jenazah salah satu korban perempuan yang merupakan pegawai Pertamina Ternate.

"Kehadiran Pangdam sekaligus menjadi bentuk dukungan moril bagi keluarga korban maupun seluruh personel yang terlibat dalam operasi kemanusiaan di lapangan," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Donny Pramono, dalam keterangan yang dikutip pada Senin (11/5/2026).

Dody mengatakan, dalam proses evakuasi, keselamatan jiwa masyarakat harus menjadi yang utama. Itu sebabnya, penting untuk mematuhi rekomendasi dan larangan aktivitas di kawasan rawan bencana.

"Kami hadir di sini untuk memastikan seluruh pihak bekerja maksimal dalam misi kemanusiaan ini. Saya juga ingin menekankan bahwa ketika sudah menunjukkan tanda-tanda bahaya dan statusnya meningkat, maka tak ada alasan lagi untuk melakukan pendakian," ujar Dody.

Ke depan, kata dia, koordinasi antara petugas pemantau, perangkat desa, dan masyarakat harus lebih diperketat agar kejadian serupa tak kembali terulang.

1. Apresiasi yang ikut terlibat dalam proses evakuasi

Gunung Dukono
Pangdam XV Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwinarto ketika ikut meninjau proses evakuasi korban erupsi Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara. (Dokumentasi TNI AD)

Dia juga mengapresiasi seluruh unsur gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), tenaga kesehatan, dan relawan masyarakat yang terus bekerja tanpa kenal lelah. Semua unsur gabungan itu menyisir jalur evakuasi sepanjang sekitar 11,2 kilometer dengan kondisi medan berat dan risiko tinggi akibat aktivitas vulkanik.

Dody turut menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat terdampak erupsi sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moril bagi warga di sekitar kawasan bencana.

"Sinergi antara Kodam XV/Pattimura, Pemprov Maluku Utara, Polda Maluku Utara, Basarnas dan seluruh unsur terkait menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam membantu masyarakat menghadapi situasi darurat akibat bencana alam," kata dia.

2. Tiga jenazah pendaki tertimbun abu vulkanik tebal

-
Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Mia Amalia)

Berdasarkan data dari Basarnas, tiga pendaki ditemukan dalam keadaan tak bernyawa. Satu WNI bernama Engel Krishela Pradita ditemukan lebih dulu. Jasad Enjel ditemukan pada Sabtu (9/5/2026) pukul 14.30 WIT. Jenazah korban ditemukan sekitar 50 meter dari bibir kawah Gunung Dukono.

Sementara, dua korban lainnya merupakan warga negara Singapura. Mereka bernama Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez bin Abdul Hamid (27). Jasad mereka ditemukan pada pencarian hari ketiga, Minggu (10/5/2026).

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan, proses pencarian cukup sulit lantaran material vulkanik menutupi area pencarian.

"Proses pencarian sempat mengalami kendala akibat material pasir vulkanik yang menutupi area pencarian dengan ketebalan bervariasi. Kondisi tersebut dipengaruhi aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang masih berlangsung fluktuatif sehingga menyulitkan tim dalam melakukan penyisiran," kata Abdul dikutip dari keterangan pada Sabtu (9/5/2026).

Dia mengatakan, hujan yang cukup deras sempat mengguyur lokasi pencarian sehingga tim SAR gabungan menghentikan sementara operasi dan berlindung hingga kondisi memungkinkan untuk melanjutkan pencarian. Setelah hujan reda, jasad korban Enjel yang sebelumnya tertutup material pasir mulai terlihat.

"Saat ditemukan, bagian tubuh korban yang tampak hanya dari kaki hingga pinggang, sementara bagian tubuh lainnya masih tertimbun pasir vulkanik," kata dia.

Hal serupa juga dialami tim SAR saat melakukan pencarian terhadap dua WNA. Abdul Muhari mengatakan, pencarian jasad dua WN Singapura itu dilakukan tak jauh dari lokasi penemuan Enjel.

3. Gunung Dukuno sudah ditutup untuk jalur pendakian sejak April 2026

Gunung Dukuno
Tim SAR gabungan membawa kantong berisi jenazah pendaki korban erupsi Gunung Dukono di Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Sabtu (9/5/2026). (ANTARA FOTO/Andri Saputra)

BNPB mengatakan, Gunung Dukuno ternyata sudah ditutup untuk jalur pendakian sejak April 2026 lalu. Penutupan itu telah dilakukan seiring peningkatan aktivitas vulkanik di gunung api tersebut. Kebijakan penutupan total pendakian Gunung Dukono ditetapkan lewat surat keputusan nomor 556/061 yang diterbitkan pada 17 April 2026. Surat tersebut diterbitkan Pemkab Halmahera Utara melalui Dinas Pariwisata.

"Dalam surat tersebut menyebutkan bahwa operator/pengelola/penyedia jasa atau pihak manapun dilarang memberikan izin pendakian kepada siapapun," ujar Abdul Muhari.

Masyarakat dan pendaki atau wisatawan, kata Abdul, dilarang untuk memasuki kawasan rawan bencana (KRB) dalam radius 4 kilometer dari puncak kawah. Hal ini sesuai rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Related Articles

See More