Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Trump Ngotot Ingin Rebut Greenland, Ancam Tarik Seluruh Pasukan dari Eropa

Trump Ngotot Ingin Rebut Greenland, Ancam Tarik Seluruh Pasukan dari Eropa
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)
Intinya Sih
  • Donald Trump menegaskan keinginannya agar AS mengambil alih Greenland dan mengancam menarik seluruh pasukan dari Eropa jika penolakannya terus berlanjut.
  • Pemerintah Denmark dan Greenland menolak keras rencana tersebut, menegaskan kedaulatan wilayah serta hak rakyat Greenland untuk menentukan masa depannya sendiri.
  • NATO bersama AS, Denmark, dan Greenland sepakat membahas isu ini secara terkoordinasi, sementara Trump kembali mengkritik sekutu Eropa yang dianggap terlalu bergantung pada Washington.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kembali menegaskan keinginannya agar AS mengambil alih Greenland. Pada Selasa (7/7/2026), Trump mengisyaratkan akan menarik seluruh pasukan Washington dari Eropa apabila benua biru tersebut terus menolak gagasannya.

Isu pengambilalihan Greenland kembali menjadi perhatian setelah Trump berulang kali menyatakan bahwa pulau otonom milik Denmark itu memiliki arti strategis bagi keamanan nasional AS. Namun, pemerintah Denmark dan Greenland tetap menegaskan bahwa wilayah tersebut tidak untuk dijual.

Trump menilai Kopenhagen belum memberikan perhatian yang cukup terhadap Greenland. Pemimpin Negeri Paman Sam itu mengklaim wilayah tersebut semakin penting karena berada di kawasan yang menurutnya semakin banyak dilalui kapal-kapal China dan Rusia.

"Kami bisa menarik semua tentara kami dari Eropa karena, seperti yang mungkin Anda perhatikan, Eropa adalah tempat yang sangat berbeda dibandingkan 20 tahun yang lalu. Mereka sebaiknya berhati-hati dengan persoalan imigrasi dan energi. Jika mereka tidak berhati-hati dengan kedua hal itu, Anda tidak akan memiliki Eropa lagi," ujar Trump, dikutip dari The Guardian.

1. Denmark tegaskan siap mempertahankan Greenland

Greenland
Gletser Jakobshavn di Teluk Disko, Greenland. (© Giles Laurent, gileslaurent.com, License CC BY-SA, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Menanggapi pernyataan Trump, Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, menegaskan bahwa pihaknya siap mempertahankan setiap inci wilayahnya, termasuk Greenland. Frederiksen juga kembali menekankan bahwa pulau otonom milik Denmark itu tidak untuk dijual.

"Kami berharap semua pihak, termasuk seluruh sekutu, menghormati hak rakyat Greenland untuk menentukan nasibnya sendiri. Denmark adalah negara yang berdaulat dan kami meminta semua pihak menghormati integritas wilayah serta kedaulatan kami," ungkap Frederiksen.

Frederiksen menambahkan, salah satu tujuan utama pembentukan NATO adalah memastikan setiap negara anggota saling melindungi apabila salah satunya menghadapi ancaman. Senada dengan hal tersebut, Menteri Luar Negeri Greenland, Múte Egede, kembali menegaskan bahwa masa depan wilayah tersebut sepenuhnya berada di tangan rakyat Greenland, dilansir CNBC.

2. AS-NATO sepakat kawal pembahasan mengenai Greenland

Greenland
Gletser Jakobshavn di Teluk Disko, Greenland. (© Giles Laurent, gileslaurent.com, License CC BY-SA, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Sekjen NATO, Mark Rutte, mengatakan kekhawatiran Trump mengenai meningkatnya aktivitas China dan Rusia di kawasan Arktik memiliki dasar yang perlu diperhatikan. Rutte mengatakan, aliansi pertahanan Barat itu telah sepakat untuk bekerja sama menjaga stabilitas kawasan sekaligus memastikan proses pembahasan mengenai Greenland berlangsung melalui mekanisme yang disepakati bersama.

Trump juga mengungkapkan bahwa dirinya dan Rutte telah menyusun kerangka awal menuju kemungkinan kesepakatan mengenai Greenland pada Januari lalu. Sejak saat itu, kelompok kerja yang terdiri atas perwakilan AS, Denmark, dan Greenland terus menggelar pertemuan untuk membahas langkah selanjutnya. Kelompok kerja tersebut ditargetkan dapat mencapai solusi sebelum akhir tahun.

3. Trump kritik sekutu NATO yang terlalu bergantung pada AS

Bendera negara-negara anggota NATO.
Bendera negara-negara anggota NATO. (UK Government Picture by Rory Arnold / No 10 Downing Street, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)

Trump juga mengulangi kritiknya terhadap negara-negara anggota NATO yang dinilai terlalu bergantung pada AS dalam urusan pertahanan. Trump menyebut bahwa hubungan Washington dan aliansi pertahanan Barat itu tidak bersifat timbal balik.

Rutte mengatakan tuntutan AS agar seluruh anggota NATO meningkatkan belanja pertahanan merupakan permintaan yang wajar. Dia mencatat bahwa pemerintahan Trump mengharapkan Eropa dan Kanada akan menyamakan pengeluaran mereka dengan Washington.

Trump juga mengatakan hubungannya dengan NATO memburuk karena sejumlah pemimpin Eropa menolak mendukung ambisinya terkait Greenland. Dia juga mengisyaratkan bahwa komitmennya untuk membela benua biru tersebut telah diredam oleh keputusan politik para pemimpin terkait persoalan imigrasi dan energi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina

Related Articles

See More