Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pemungutan Suara di Paniai Ditunda, Bawaslu: Ada Tembak-Menembak

Pemungutan Suara di Paniai Ditunda, Bawaslu: Ada Tembak-Menembak
Konferensi pers Bawaslu soal pemungutan dan penghitungan suara (15/2/2024) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Jakarta, IDN Times - Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, buka suara soal ditundanya pemungutan suara Pemilu 2024 di sejumlah daerah.

Dia menuturkan, tertundanya pencoblosan itu karena sejumlah faktor, yakni bencana dan masalah keamanan dehingga tak memungkinkan terselenggaranya pencoblosan. Salah satunya di Kabupaten Paniai, Papua Tengah yang ditunda akibat masalah keamanan. Bahkan dari kejadian itu sudah ada korban luka.

"Ini masalah keamanan, kalau kami menerima laporan sudah tembak-menembak di Paniai," kata Bagja dalam konferensi pers di Kantor Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Kamis (15/2/2024).

  1. 1. Menjamin keselamatan petugas penyelenggara pemungutan suara

    Warga memasukkan surat suara saat mengikuti simulasi pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2024 di Alun Alun Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (30/1/2024). (ANTARA FOTO/Umarul Faruq)
    Warga memasukkan surat suara saat mengikuti simulasi pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2024 di Alun Alun Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (30/1/2024). (ANTARA FOTO/Umarul Faruq)

    Dia menjelaskan, penundaan itu karena mempertimbangkan keselamatan petugas penyelenggara pemungutan suara.

    "Jadi kami juga perlu menjamin keselamatan teman-teman penyelenggara. Bukan hanya pengawas tapi juga KPPS untuk diselamatkan oleh pihak keamanan," ucap Bagja.

  2. 2. Bawaslu berkoordinasi dengan Mabes Polri

    Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
    Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

    Bawaslu saat ini terus berkoordinasi dengan Mabes Polri untuk mengendalikan keamanan jelang digelarnya pemungutan suara susulan di Paniai dan daerah Puncak Jaya.

    "Pada saat ini kami sedang berkoordinasi dengan pihak Mabes Polri untuk kendali terhadap paniai dan puncak jaya," jelas Bagja.

  3. 3. Bawaslu pastikan TNI-Polri bantu pengamanan

    Ketua Badan Pemilihan Umum (Bawaslu) RI, Rahmat Bagja (IDN Times/Yosafat)
    Ketua Badan Pemilihan Umum (Bawaslu) RI, Rahmat Bagja (IDN Times/Yosafat)

    Lebih lanjut, kata Bagja, aparat TNI-Polri diterjunkan untuk membantu pengamanan di sejumlah titik rawan yang berada di Papua.

    "Namun kalau dilihat beberapa video yang dikirimkan, ada aparat keamanan, TNI juga sudah turun untuk kejadian Paniai. Kemudian Puncak Jaya juga demikian," ungkap Bagja.

    "Kami terima kasih dan minta aparat keamanan dan TNI menjamin keselamatan teman-teman kami," imbuh dia.

    Sebelumnya, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Hasyim Asy'ari, mengatakan, sebanyak 668 TPS berpotensi menggelar pemungutan suara susulan.

    "Berdasarkan laporan yang kami terima, monitoring sepanjang waktu beberapa hari terakhir terutama sampai dengan hari ini, 14 Februari 2024 pada jam 18.00 WIB, terdapat 668 TPS," ucap dia dalam konferensi pers di Kantor KPU RI, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/2/2024) malam.

    Ratusan TPS itu tersebar di lima kabupaten yang berada di empat provinsi.

    "(TPS itu) ada di 5 kabupaten kota pada 4 provinsi yang berpotensi dilakukan pemungutan suara susulan," ungkap Hasyim.

    Dia lantas merinci sejumlah titik tersebut di antaranya, Kabupaten Demak, Jawa Tengah itu 108 TPS. Pemungutan susulan itu karena terdampak anjir dan masih menggenangi 10 desa di Kabupaten Demak. 

    Kemudian, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, ada delapan TPS yang kekurangan surat suara.

    Lalu, Kabupaten Paniai, Papua Tengah 92 TPS dan Kabupaten Puncak Jaya 456 TPS. Keduanya berada di Provinsi Papua Tengah.

    Terakhir di Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua Pegunungan ada empat TPS karena gangguan keamanan.

     

    Baca berita terbaru terkait Pemilu 2024, Pilpres 2024, Pilkada 2024, Pileg 2024 di Gen Z Memilih IDN Times. Jangan lupa sampaikan pertanyaanmu di kanal Tanya Jawab, ada hadiah uang tunai tiap bulan untuk 10 pemenang.

Share Article

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More