Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Rismon Klaim Tudingan ke JK Hasil AI, Kubu JK: Biar Diuji Penyidik

Rismon Klaim Tudingan ke JK Hasil AI, Kubu JK: Biar Diuji Penyidik
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) (IDN Times/Irfan Fathurohman)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Jusuf Kalla melalui kuasa hukumnya melaporkan ke Bareskrim Polri terkait video Rismon yang menuduhnya terlibat pendanaan Rp5 miliar dalam kasus ijazah palsu Jokowi.
  • Pihak JK juga melaporkan beberapa akun YouTube karena menyebarkan tuduhan bahwa JK memiliki ambisi kekuasaan dan bahkan hendak melakukan makar terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.
  • Rismon Sianipar membantah tudingan tersebut dan menyatakan video yang beredar merupakan hasil rekayasa AI, menegaskan dirinya tidak pernah menyebut nama Jusuf Kalla.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) buka suara terkait klaim Rismon Hasiholan Sianipar yang mengaku jadi korban akal imitasi (AI) buntut pernyataan pendanaan Rp5 miliar di kasus ijazah palsu Presiden RI ke-7 Joko “Jokowi” Widodo.

Pengacara JK, Abdul Haji Talaohu, menilai, kebenaran soal video hasil AI tersebut masih harus dibuktikan lebih dulu oleh penyidik Bareskrim Polri.

Oleh karena itu, kata dia, JK akan tetap melanjutkan proses laporan tersebut ke Bareskrim Polri. Sebab, dia menyebut video Rismon itu telah menimbulkan kegaduhan hingga kliennya dituduh publik sebagai sosok dibalik kasus ijazah Jokowi.

"Walaupun nanti itu AI, makanya perlu kita laporkan dulu supaya nanti diuji apakah itu AI atau bukan karena akibat pernyataannya itu menimbulkan rangkaian peristiwa yang lain," ujarnya di Bareskrim Polri, Senin (6/4/2026).

"Nanti kita uji dulu kan di dalam nanti soal itu. Soal itukan biar nanti yang lebih punya kapasitas, bisa ahli, bisa penyidik yang menilai itu," ujar dia.

1. Rismon klaim menyaksikan penyerahan Rp5 miliar dari JK

Rismon Klaim Tudingan ke JK Hasil AI, Kubu JK: Biar Diuji Penyidik
Rismon Sianipar di Polda Metro Jaya, Rabu (11/3/2026). (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Dalam kasus ini, kata Abdul, Rismon sempat menyebut ada tokoh elite politik yang mendukung kasus ijazah palsu Jokowi. Rismon mengatakan, dirinya menyaksikan langsung penyerahan uang sebesar Rp5 miliar dari JK kepada Roy Suryo cs.

"Itulah kenapa laporan ini kita buat sebagai langkah serius untuk merespons dan meminta pertanggungjawaban klarifikasi dia," ujar dia.

2. JK disebut memiliki insting untuk tetap berkuasa secara tidak rasional

Rismon Klaim Tudingan ke JK Hasil AI, Kubu JK: Biar Diuji Penyidik
Pengacara JK, Abdul Haji Talaohu di Bareskrim, Senin (6/4/2026). (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Sementara untuk empat akun YouTube yang dilaporkan adalah Ruang Konsensus, Musik Ciamis, Mosato TV, dan YouTuber Nusantara.

Dia mencontohkan untuk akun YouTube Ruang Konsensus, akun tersebut mengunggah konten podcast yang menyebut sosok JK memiliki insting untuk tetap berkuasa secara tidak rasional.

"Ada kalimat yang menuduh Pak JK pecundang begitu yang kalau kita tarik sehingga gerakan beliau mengarah kepada inkonstitusional. Ini kan berita hoaks, berita bohong yang perlu juga diuji," kata dia.

Sementara untuk akun Mosato TV, kata dia, ada konten yang menuduh JK hendak melakukan makar terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.

"Ada kalimat dia yang sangat fatal menurut kami karena ada pernyataan 'Indikasi kemunafikan, puji Prabowo tapi mau makar.' Ini kan pertanyaan yang sudah telak," ujar dia.

Abdul justru menilai akun-akun YouTube itu terafiliasi dengan Jokowi. Salah satu yang disorot dirinya merupakan akun YouTube Nusantara yang sempat merayakan ulang tahun di Solo, Jawa Tengah.

"Ya, nanti ditafsirkan sendirilah. Karena mereka ini juga kemarin baru merayakan satu tahun YouTuber Nusantara di Solo," ujar dia.

3. Rismon bantah menuding JK

Rismon Klaim Tudingan ke JK Hasil AI, Kubu JK: Biar Diuji Penyidik
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Sebelumnya, Ahli Digital Forensik, Rismon Sianipar, membantah telah menyebut Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla sebagai pendana kasus dugaan ijazah palsu Presiden RI ke-7 Joko Widodo.

Pengacara Rismon, Jahmada Girsang, mengatakan, hal tersebut tidak pernah disampaikan kliennya. Dia mengatakan, potongan video yang beredar di media sosial merupakan hasil rekayasa Artificial Intelligence (AI).

"Itu olahan AI semua ya, Rismon tidak pernah sebut nama pak JK," ujar dia, Senin.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Latest in News

See More