Comscore Tracker

Mengenal Sejarah Skala Richter Hingga Arti Skala MMI Gempa Bumi

Penggunaan Skala Richter lebih luas dibanding Skala Mercalli

Jakarta, IDN Times - Gempa bumi 7,0 Skala Richter (SR) mengguncang wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu (5/8) pukul 18.46 WIB. Gempa yang berada di kedalaman 15 Km itu terasa hingga beberapa wilayah lain seperti Bali dan Jawa Timur. Gempa kali ini juga berpotensi terjadinya tsunami dengan tinggi gelombang maksimal 0,5 meter.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan, berdasarkan analisis peta guncangan gempa dirasakan berbeda-beda setiap daerah. Intensitas gempa di Kota Mataram VIII MMI, Karangasem VI MMI, Ubud V MMI, Denpasar IV MMI, Kuta IV MMI, Tabanan V MMI, Singaraja III MMI, Negara IV MMI, Banyuwangi III MMI, Jember III MMI, dan Malang II MMI.

"Dengan melihat kondisi tersebut, tingkat kerusakan bangunan banyak terjadi terjadi di Kota Mataram. Umumnya bangunan-bangunan yang dibangun dengan kurang memperhatikan kontruksi tahan gempa akan mengalami kerusakan, jika terkena guncangan gempa dengan intensitas di atas VI MMI. Apalagi saat ini di Kota Mataram intensitas gempa VIII MMI," ujar Sutopo dalam keterangan tertulis, Minggu (5/8).

Berdasarkan laporan BMKG telah ada tsunami dengan ketinggian air yang masuk kedaratan mencapai 10 cm dan 13 cm. Diperkirakan maksimum ketinggian tsunami 0,5 meter, namun BMKG akhirnya mencabut peringatan dini tsunami pada pukul 20.25 WIB.

 

Nah, kalian tahu gak makna status MMI dan sejarahnya? Berikut ulasannya seperti dikutip dari laman BMKG.

Baca Juga: [INFOGRAFIS] Si Pengukur Gempa: Mengenal Lebih Jauh Skala Richter

1. Mengenal Skala Richter (SR) dan perbedanya dari MMI

Mengenal Sejarah Skala Richter Hingga Arti Skala MMI Gempa BumiIDN Times/Sukma Shakti

Skala Mercalli adalah satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi. Satuan ini diciptakan oleh seorang vulkanologis dari Italia bernama Giuseppe Mercalli pada 1902. 

Skala Mercalli terbagi menjadi 12 pecahan berdasarkan informasi dari orang-orang yang selamat dari gempa tersebut, dan juga dengan melihat serta membandingkan tingkat kerusakan akibat gempa bumi tersebut. 

Karena itu, skala Mercalli sangat subjektif dan kurang tepat dibanding dengan perhitungan magnitudo gempa lain. Sehingga, saat ini penggunaan Skala Richter (SR) lebih luas digunakan, untuk untuk mengukur kekuatan gempa bumi. 

Tetapi, skala Mercalli yang dimodifikasi oleh ahli seismologi Harry Wood dan Frank Neumann pada 1931 masih sering digunakan. Terutama, jika tidak terdapat peralatan seismometer yang dapat mengukur kekuatan gempa bumi di tempat kejadian.

Baca Juga: Viral! Video Imam Tetap Khusyuk Salat Ketika Gempa

2. Mengenal arti skala MMI

Mengenal Sejarah Skala Richter Hingga Arti Skala MMI Gempa BumiGoogle Map

Berikut arti atau makna skala Modified Mercalli Intensity (MMI) atau satuan getaran yang terasa akibat gempa:

1. I MMI

Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.

2. II MMI

Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

3. III MMI

Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

4. IV MMI

Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

5. V MMI

Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti. 

6. VI MMI

Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan.

7. VII MMI

Tiap-tiap orang keluar rumah. Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan yang konstruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur, cerobong asap pecah. Terasa oleh orang yang naik kendaraan.

8. VIII MMI

Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi yang kuat. Retak-retak pada bangunan degan konstruksi kurang baik, dinding dapat lepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen-monumen roboh, air menjadi keruh.

9. IX MMI

Kerusakan pada bangunan yang kuat, rangka-rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak retak. Rumah tampak agak berpindah dari pondamennya. Pipa-pipa dalam rumah putus.

10. X MMI

Bangunan dari kayu yang kuat rusak,rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

11. XI MMI

Bangunan-bangunan hanya sedikit yang tetap berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat dipakai sama sekali, tanah terbelah, rel melengkung sekali.

12. XII MMI

Hancur sama sekali, Gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan menjadi gelap. Benda-benda terlempar ke udara.

3. Mengenal arti warna skala intensitas gempa bumi BMKG

Mengenal Sejarah Skala Richter Hingga Arti Skala MMI Gempa BumiBMKG

Selain angka, ada juga penggunaan skala menggunakan warna untuk mendandakan intensitas kekuatan gempa. Ada lima warna yang kerap digunakan BMKG untuk mengukur tingkat kekuatan gempa, yakni putih (I), hijau (II), kuning (III), jingga (IV), dan merah (V).

Berikut makna tiap-tiap warna mulai dari tingkat rendah hingga tinggi:

Putih (Tidak Dirasakan/I-II MMI):

Tidak dirasakan atau dirasakan hanya oleh beberapa orang tetapi terekam oleh alat.

 

Hijau (Dirasakan/III-V MMI)

Dirasakan oleh orang banyak tetapi tidak menimbulkan kerusakan. Benda-benda ringan yang digantung bergoyang dan jendela kaca bergetar.

Kuning (Kerusakan Ringan/VI MMI)

Bagian non struktur bangunan mengalami kerusakan ringan, seperti retak rambut pada dinding, genteng bergeser ke bawah dan sebagian berjatuhan.

Jingga (Kerusakan Sedang/VII-VIII)

Banyak Retakan terjadi pada dinding bangunan sederhana, sebagian roboh, kaca pecah. Sebagian plester dinding lepas. Hampir sebagian besar genteng bergeser ke bawah atau jatuh. Struktur bangunan mengalami kerusakan ringan sampai sedang.

Merah (Kerusakan Berat/IX-XII MMI)

Sebagian besar dinding bangunan permanen roboh. Struktur bangunan mengalami kerusakan berat. Rel kereta api melengkung.

Semoga kalian paham sejarah, makna skala hingga warna untuk intensitas kekuatan gempa. Yuk share guys pengetahuan kegempaan ini biar orang-orang di sekitar kita ikut mengetahui tentang hal ini.

Baca Juga: 91 Korban Meninggal Gempa Lombok Kesemuanya WNI

Topic:

  • Rochmanudin
  • Yogie Fadila

Berita Terkini Lainnya