Ledakan di Kantor Parpol Terbesar Belanda, Tersangka Berhasil Ditangkap

- Ledakan terjadi di kantor pusat partai D66 di Den Haag, diduga akibat bom kembang api yang dimasukkan lewat lubang surat, tanpa menimbulkan korban jiwa.
- Perdana Menteri Rob Jetten mengecam aksi tersebut sebagai upaya menebar ketakutan dan menegaskan pemerintah tidak akan mentoleransi kekerasan terhadap partai politik.
- Polisi menangkap pria 37 tahun tanpa tempat tinggal tetap sebagai tersangka, sementara motif ledakan masih diselidiki dan sidang awal dijadwalkan Senin mendatang.
Jakarta, IDN Times - Sebuah ledakan terjadi di kantor pusat partai politik terbesar di parlemen Belanda, Democraten 66 (D66), yang berlokasi di Den Haag pada Kamis (7/5/2026) malam waktu setempat. Kejadian ini menyebabkan kerusakan ringan pada bangunan, namun pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Pihak kepolisian setempat menduga ledakan itu berasal dari bom kembang api yang dimasukkan melalui lubang surat di pintu depan. Respons cepat dari aparat keamanan membuahkan hasil, di mana satu orang tersangka berhasil ditangkap dalam waktu kurang dari satu jam setelah ledakan terjadi.
1. Kronologi pelemparan bom kembang api di kantor partai D66
Kejadian ini berlangsung saat sekitar 30 anggota organisasi pemuda D66, Jonge Democraten, sedang mengadakan acara diskusi dengan seorang mantan diplomat di dalam gedung. Ketua Jonge Democraten, Rachelle Smook, menyatakan bahwa semua peserta selamat dan tidak mengalami luka fisik.
"Mereka semua baik-baik saja secara fisik, tetapi sangat terkejut dengan kejadian tersebut," kata Rachelle Smook, dilansir The Brussels Times.
Polisi langsung memasang pagar pembatas di lokasi dan melakukan penyelidikan. Dalam waktu sekitar satu jam, seorang tersangka berhasil ditangkap. Polisi menyebut kerusakan bangunan tergolong ringan, meskipun ledakan tersebut merusak kotak surat hingga terlempar ke seberang jalan.
2. Tanggapan PM Belanda atas kejadian ledakan
Perdana Menteri Belanda yang juga pemimpin partai D66, Rob Jetten, menanggapi kejadian ini melalui media sosial. Ia menilai tindakan tersebut bertujuan untuk menakut-nakuti dan menegaskan bahwa pemerintah Belanda tidak akan membiarkan tindakan kekerasan terjadi.
"Siapa pun yang ingin menyebar ketakutan, kami tidak akan diam terhadap kekerasan di negara demokrasi Belanda," kata Jetten, dilansir The Star.
Rob Jetten, yang dilantik sebagai perdana menteri pada Februari 2026, berterima kasih kepada polisi dan pemadam kebakaran atas respons cepat mereka. Pada konferensi pers hari Jumat (8/5/2026), ia menyatakan bahwa upaya menakut-nakuti politisi lewat tindakan seperti ini tidak akan membuahkan hasil.
Tanggapan juga datang dari pemimpin partai lain. Pemimpin partai VVD, Dilan Yeşilgöz, menilai tindakan ancaman terhadap partai politik tidak dapat dibenarkan.
"Tindakan mengancam dan menakut-nakuti partai politik atau siapa pun tidak dapat diterima," kata Yeşilgöz, dilansir The Jerusalem Post.
3. Penyelidikan latar belakang tersangka oleh pihak kepolisian
Polisi Belanda menyebut tersangka yang ditangkap adalah seorang pria berusia 37 tahun yang tidak memiliki tempat tinggal tetap. Kepala jaksa di Den Haag, Margreet Fröberg, mengatakan tersangka akan menjalani sidang pada Senin mendatang. Saat ini, tersangka hanya diizinkan berkomunikasi dengan pengacaranya. Motif kejadian belum diketahui pasti, namun Menteri Kehakiman Belanda menduga ledakan ini berkaitan dengan masalah politik.
Kejadian ini bukan yang pertama kali terjadi di kantor D66. Pada September 2025, gedung ini juga dirusak saat ada unjuk rasa terkait kebijakan imigrasi. Saat itu, kaca jendela pecah dan ada tempat sampah yang dibakar lalu diarahkan ke gedung. Pengadilan sudah menjatuhkan hukuman kepada 30 orang yang terlibat dalam kejadian tersebut.
Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui alasan pasti di balik kejadian tersebut.


















