Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tiga Tantangan Demokrasi Jadi Prioritas AMIN untuk Diubah

Tiga Tantangan Demokrasi Jadi Prioritas AMIN untuk Diubah
Pasangan capres dan cawapres nomor urut 1 Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar jelang keberangkatannya ke KPU untuk mengikuti debat putaran pertama Pilpres 2024. (IDN Times/Amir Faisol)

Jakarta, IDN Times - Juru Bicara Tim Nasional Pemenangan Anies-Muhaimmin (Timnas AMIN), Muhammad Kholid, mengatakan ada tiga tantangan demokrasi yang menjadi prioritas AMIN untuk diubah, yaitu prosedural, institusional, dan substansial.

Dalam diskusi secara daring yang diselenggarakan Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) bertema Eksplorasi Gagasan Menata Demokrasi Pasca-Pemilu 2024, Minggu (17/12/2023), Kholid menegaskan komitmen AMIN terkait penegakan demokrasi sehingga tantangannya harus dibenahi.

"Kami sudah menyusun dokumen visi-misi dan membuat sebuah prioritas kebijakan. Jadi ada tiga tantangan masa depan demokrasi, yaitu prosedural, institusional, dan substansial," kata Kholid saat menjadi salah satu pembicara dalam diskusi tersebut, dilansir ANTARA.

  1. 1. Mahalnya biaya politik

    Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar di SMESCO, Jakarta Selatan. (www.instagram.com/@cakiminow)
    Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar di SMESCO, Jakarta Selatan. (www.instagram.com/@cakiminow)

    Kholid menjelaskan tantangan prosedural menyangkut dengan mahalnya biaya demokrasi yang menimbulkan hambatan untuk masuk ke politik (barrier to entry in politics).

    Hambatan itu, menurut dia, membuat calon politisi yang kompeten tetapi tidak memiliki modal uang kesulitan masuk ke dunia politik.

    "Ketika kompetisi politik itu berjalan, dibutuhkan biaya yang cukup mahal, mengelola partai politik membutuhkan biaya mahal, para kandidat yang ingin berkompetisi membutuhkan biaya mahal. Nah itu adalah masalah," katanya.

  2. 2. Oposisi tidak berjalan semestinya

    Calon Presiden Anies Baswedan dan Calon Wakil Presiden Muhaimin Iskandar (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
    Calon Presiden Anies Baswedan dan Calon Wakil Presiden Muhaimin Iskandar (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

    Kemudian, Khalid melanjutkan, tantangan berikutnya adalah masalah institusional yang menyangkut parlemen. Dia menilai kekuatan oposisi parlemen dalam pemerintahan sangat penting, guna menjadi kekuatan penyeimbang bagi pemerintah.

    Namun kenyataannya, kata Khalid, oposisi tidak berjalan sebagaimana mestinya, sehingga upaya memeriksa dan menyeimbangkan masih kurang dalam menjadi 'warning' bagi pemerintah yang sedang berkuasa.

  3. 3. Demokrasi harus memberi rasa keadilan dan kesetaraan bagi setiap warga negara

    Bacapres dan Bacawapres Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar saat menghadiri jalan sehat sarungan di Jember, Jawa Timur. (IDN Times/dok. Istimewa)
    Bacapres dan Bacawapres Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar saat menghadiri jalan sehat sarungan di Jember, Jawa Timur. (IDN Times/dok. Istimewa)

    Lebih lanjut, Kholid menjelaskan, tantangan terakhir dalam demokrasi yaitu secara substansial. Menurut dia, sudah seharusnya demokrasi memberi rasa keadilan dan kesetaraan bagi setiap warga negara Indonesia (WNI).

    Pemerataan kesejahteraan, jaminan, dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) setiap WNI, kata Khalid, seharusnya menjadi inti dari penegakan demokrasi.

    Karena itu, kata Khalid, tiga tantangan itu menjadi prioritas yang dianggap perlu diubah pasangan AMIN, dan sudah tertuang dalam misi kedelapan mereka, yaitu memulihkan kualitas demokrasi, menegakkan hukum, dan HAM.

    Diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU RI) telah menetapkan tiga pasangan capres-cawapres Pilpres 2024 pada Senin, 13 November 2023. KPU juga sudah mengundi nomor urut capres-cawapres pada Selasa 14 November 2023.

    Hasilnya, pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar nomor urut 1, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka nomor urut 2, dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD nomor urut 3.

    KPU juga telah menetapkan masa kampanye mulai 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024. Sedangkan, 11-13 Februari 2024 memasuki masa tenang, dan 14 Februari 2024 hari pencoblosan atau pemungutan suara yang bertepatan dengan Hari Valentin.

     

    Baca berita terbaru terkait Pemilu 2024, Pilpres 2024, Pilkada 2024, Pileg 2024 di Gen Z Memilih IDN Times. Jangan lupa sampaikan pertanyaanmu di kanal Tanya Jawab, ada hadiah uang tunai tiap bulan untuk 10 pemenang.

Related Articles

See More