Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

TOP 5: Jika Kotak Kosong Menang Pilkada hingga Paus Fransiskus Tiba

TOP 5: Jika Kotak Kosong Menang Pilkada hingga Paus Fransiskus Tiba
Ilustrasi pemimpin (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjelaskan mekanisme apabila kontestasi Pilkada Serentak 2024 di suatu daerah, dimenangkan kotak kosong saat melawan calon tunggal. Nantinya kotak kosong tersebut akan ditandai dengan kolom tak berfoto pada surat suara.

Selain aturan mekanisme kotak kosong melawan calong tunggal di Pilkada 2024, pembaca IDN Times selama sehari, Senin (2/9/2024), juga menyoroti artikel seputar kedatangan pemimpin tertinggi Gereja Katolik sekaligus Kepala Negara Vatikan, Paus Fransiskus, yang bakal tiba di Indonesia pada Selasa (3/9/2024), heboh Rumah Sakit Medistra yang melarang calon dokter berhijab, serta beberapa artikel lainnya yang dirangkum dalam #IndonesiaHariIni.

 

 

  1. 1. Siapa yang jadi kepala daerah jika kotak kosong menang?

    Ilustrasi Pilkada. (IDN Times)
    Ilustrasi Pilkada. (IDN Times)

    Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjelaskan mekanisme apabila kontestasi Pilkada Serentak 2024 di suatu daerah dimenangkan kotak kosong saat melawan calon tunggal.

    Ketua Divisi Teknis KPU RI, Idham Holik, menjelaskan nantinya kotak kosong tersebut akan ditandai dengan kolom tak berfoto pada surat suara. Selengkapnya baca di tautan ini.

  2. 2. Indonesia siap sambut Paus Fransiskus besok

    Ilustrasi Paus Fransiskus (instagram.com/franciscus)
    Ilustrasi Paus Fransiskus (instagram.com/franciscus)

    Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik sekaligus Kepala Negara Vatikan, Paus Fransiskus, bakal tiba di Indonesia pada Selasa (3/9/2024). Kunjungan ke Indonesia ini merupakan bagian dari tur Asia Paus Fransiskus tahun ini.

    Indonesia akan menjadi negara pertama dalam rangkaian kunjungan ini, yaitu pada 3 hingga 6 September 2024. Sesudah itu, Paus bakal ke Port Moresby, Papua Nugini, dan Vanimo sejak 6 hingga 9 September 2024, Dili, Timor Leste, dari 9 hingga 11 September 2024 dan Singapura pada 11 hingga 13 September 2024. Selengkapnya baca di tautan ini.

  3. 3. Heboh RS Medistra larang calon dokter berhijab, MUI: Tidak etis!

    Gedung MUI (Majelis Ulama Indonesia). (mui.or.id)
    Gedung MUI (Majelis Ulama Indonesia). (mui.or.id)

    Majelis Ulama Indonesia (MUI) buka suara terkait kabar perekrutan dokter dan tenaga medis di RS Medistra Jakarta Selatan untuk membuka jilbab apabila diterima bekerja di RS Medistra. 

    Wakil Ketua Umum MUI, Buya Anwar Abbas menilai kebijakan yang dilakukan manajemen RS Medistra Jakarta Selatan, sangat tidak etis. Selengkapnya baca di tautan ini.

  4. 4. Cerita eks tahanan KPK dilarang salat jumat karena belum bayar setoran

    Lima dari 15 terdakwa beranjak usai menjalani sidang perdana perkara dugaan pungutan liar (Pungli) dalam lingkungan Rumah Tahanan (Rutan) KPK di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (1/8/2024). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
    Lima dari 15 terdakwa beranjak usai menjalani sidang perdana perkara dugaan pungutan liar (Pungli) dalam lingkungan Rumah Tahanan (Rutan) KPK di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (1/8/2024). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

    Eks Tahanan Rutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Dono Purwoko dihadirkan sebagai saksi sidang dugaan pungutan liar di Rutan KPK. Dalam kesaksiannya, Dono mengaku sempat dilarang salat Jumat.

    Wawan mengatakan, saat itu adalah hari ke-14-nya ditahan di KPK. Ia dan teman sekamar di Rutan KPK Wawan Ridwan tak dibukakan pintu untuk salat Jumat. Selengkapnya baca di tautan ini.

  5. 5. Pansus Angket Haji: Anggota dan saksi mulai mendapat instimidasi

    Anggota Komisi VI DPR RI, Nusron Wahid terpilih jadi Ketua Pansus Haji 2024. (IDN Times/Amir Faisol)
    Anggota Komisi VI DPR RI, Nusron Wahid terpilih jadi Ketua Pansus Haji 2024. (IDN Times/Amir Faisol)

    Anggota Pansus Angket Haji 2024, Wisnu Wijaya, mengatakan, pihaknya telah menghadirkan sejumlah saksi baik dari unsur pemerintahan maupun nonpemerintahan untuk menggali dugaan penyimpangan pengalihan kuota haji 2024.

    Namun, kata dia, investigasi yang dilakukan oleh pansus angket haji DPR justru menuai konsekuensi serius. Dia mengatakan, sejumlah saksi dan anggota pansus mulai menerima tekanan dalam bentuk intimidasi dari pihak-pihak yang tak bertanggungjawab. Selengkapnya baca di tautan ini.

Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More