Sambut Mudik, Polri Gelar Operasi Ketupat Mulai 13-25 Maret

- Polri resmi menggelar Operasi Ketupat 2026 pada 13–25 Maret untuk mengamankan arus mudik Lebaran dengan melibatkan 161.243 personel gabungan di seluruh Indonesia.
- Beragam rekayasa lalu lintas seperti sistem ganjil genap, one way, contraflow, hingga buffer zone di pelabuhan disiapkan guna mencegah kemacetan dan menjaga kelancaran perjalanan pemudik.
- Polri menyiapkan 2.746 posko pengamanan dan pelayanan serta layanan hotline 110 untuk membantu masyarakat selama mudik, termasuk fasilitas penitipan kendaraan bermotor di kantor kepolisian.
Jakarta, IDN Times - Polri bersama stakeholder terkait menggelar Operasi Ketupat 2026 untuk memantau dan mengamankan arus mudik lebaran. Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo mengatakan kegiatan tersebut akan dilakukan mulai 13-25 Maret 2026.
"Operasi terpusat yang akan dilaksanakan selama 13 hari, dari tanggal 13 Maret sampai dengan tanggal 25 Maret 2026. Pelibatan personel yang dilibatkan gabungan sebesar 161.243 personel," kata Dedi dalam konferensi pers di sela-sela rapat koordinasi (rakor) dengan sejumlah instansi di PTIK, Jakarta, Senin (2/3/2026).
Nantinya dalam operasi tersebut, Polri telah menyiapkan skema pengamanan khususnya kelancaran arus lalu lintas ke sejumlah daerah yang menjadi lokasi pemudik.
Sejumlah skema yang akan dilakukan mulai dari one way, ganjil genap, dan lain sebagainya, agar tidak terjadi penumpukan kendaraan hingga menyebabkan kemacetan.
"Ada beberapa kegiatan-kegiatan manajemen rekayasa arus lalin di jalur tol antara lain nanti berupa ganjil genap akan juga dilaksanakan, kemudian one way, contraflow, delaying system, juga ada buffer zone di pelabuhan. Selain itu juga, Polri menyiagakan tim quick response untuk menangani situasi kontingensi," tuturnya.
Selanjutnya, Polri menyiapkan sejumlah posko pengamanan dan pelayanan yang akan fokus untuk mengamankan sejumlah objek seperti tempat ibadah, pusat perbelanjaan, bandara, terminal hingga pelabuhan.
"Polri menyiagakan 2.746 posko yang terdiri dari 1.624 posko pengamanan, 779 posko pelayanan, dan 343 posko terpadu untuk mengamankan 185.608 objek pengamanan di antaranya antara lain masjid, kemudian lokasi salat Id, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, dan objek wisata," ucapnya.
Dedi menyampaikan, pihaknya menyiapkan nomor hotline 110 untuk nantinya digunakan masyarakat jika membutuhkan bantuan.
"Polri memberikan pelayanan penitipan kendaraan bermotor di kantor kepolisian setempat bagi masyarakat yang nantinya akan melaksanakan kegiatan mudik. Selain itu Polri mengoptimalkan layanan 110 sebagai hotline untuk layanan pengaduan, laporan tanggap darurat, dan kebutuhan-kebutuhan masyarakat bila membutuhkan kepolisian," ujar dia.















