Satu Lagi Korban Tewas KM Joko Beruk Berhasil Ditemukan

Surabaya, IDN Times - Upaya pencarian korban tragedi tenggelamnya kapal motor "Joko Berek" kembali dilakukan pada Jumat (20/7). Para petugas penyelamat gabungan Jember dibantu oleh nelayan sekitar berusaha untuk menemukan 2 warga yang masih hilang.
KM "Joko Berek" digulung ombak pada Kamis (19/7) di perairan pantai Puger, Jember. Saat ini telah ada 13 korban selamat, 8 korban meninggal dunia, dan 1 orang masih dalam tahap pencarian.
1. Satu warga meninggal dunia kembali ditemukan

Pencarian tim gabungan pada Jumat (20/7) malam hari rupanya tidak berakhir sia-sia. Pasca penemuan salah satu korban meninggal dunia atas nama Budi (47) pada pagi harinya, tim penyelamat kembali menemukan satu warga dalam kondisi meninggal dunia atas nama Munaji (45). "Info awal dari warga yang melaporkan bahwa telah melihat korban yang belum ditemukan di barat pos AL pantai Pancer," ujar Kepala Bidang Bidang Kedaduratan dan Logistik BPBD Jember, Heru Widagdo.
2. Sempat dibawa ke Puskesmas

Setelah laporan warga masuk sekitar pukul 19.15, tim Basarnas mengevakuasi jenazah korban. Selanjutnya korban dibawa ke puskesmas Puger. "Pukul 19.25 WIB mobil polsek puger tiba dan segera dilakukan proses identifikasi dari tim DVI," lanjut Heru. Setelah proses identifikasi, korban langsung dibawa ke rumah duka pada pukul 19.38 WIB.
3. Masih ada 1 korban belum ditemukan

Heru menjelaskan bahwa masih ada 1 orang yang belum ditemukan keberadaannya yaitu Syafi'i (45/Lk). Ia menyampaikan bahwa tinggi gelombang laut dan angin kencang cukup menghambat proses pencarian korban.
Sebelumnya, kapal motor "Joko Berek" yg dinahkodai Dirman membawa 21 ABK bermaksud pulang dari melaut dan memasuki plawangan pada Kamis (19/5) pukul 07.00 WIB. Saat memasuki Plawangan Pantai Pancer Puger, perahu terhantam ombak tinggi dan terbalik sehingga karam. Pukul 08.00 WIB warga yang melihat kejadian segera melapor ke pihak Polair Pantai Puger. Selanjutnya, pukul 08.15 WIB, Polair dan Polsek Puger segera menuju lokasi kejadian dan melakukan evakuasi dini terhadap korban di bantu nelayan dan warga.


















