SMKN 52 Jakarta Diduga Gelapkan PIP, Bungkam Siswa Pakai Surat Materai

Jakarta, IDN Times - SMKN 52 Jakarta di Ciracas, Jakarta Timur, diduga menggelapkan dana Program Indonesia Pintar (PIP). Hal itu diungkap oleh politikus PSI, Ronald Aristone Sinaga, melalui akun Instagram pribadinya, @brorondm.
Dalam unggahannya ia membeberkan bukti dugaan pembungkaman kepada siswa. Salah satunya, surat pernyataan bermaterai Virgiawan Ilyassa pada 22 Januari 2025.
“Tenang dek, saya saja yang komen karena pihak sekolah sangat pintar mengatur kata-kata untuk kamu,” tulis @brorondm.
1. Siswa diduga baru menerima uang PIP 2021 di 2025

Virgiawan dalam tulisan tangan di surat tersebut menyatakan ia sudah menerima uang PIP 2021 sebesar Rp1 juta. Padahal, diduga ia baru menerima uang PIP tersebut setelah diviralkan bro Ron.
“Saya menyatakan masalah PIP ini selesai, dan tidak akan mengeluarkan komentar apapun tentang SMKN 52,” tulis dia.
2. Banyak siswa yang tidak mengetahui dirinya dapat PIP

Bro Ron menjelaskan, sejak dirinya banyak membongkar kasus korupsi PIP, banyak pengikutnya mulai mengecek secara mandiri, apakah dirinya termasuk penerima PIP atau bukan.
"Adik yang kiri (Virgiawan) cek, ternyata pernah dapat di 2021 tetapi tidak dapat info dari sekolah. Segera dia info ke grup alumni dan ternyata banyak yang tidak tahu pernah dapat," ujar dia.
Virgiawan yang sudah menjadi alumnus itu kemudian memberanikan diri, dan mendatangi sekolah sendirian, guna menanyakan perihal dana PIP.
"Akhirnya memberanikan diri mendatangi sekolah sendirian, karena yang lain masih takut. Setelah itu, batch berikut saya kawal. Pihak sekolah mengakui ada penggelapan dan janji kembalikan," kata bro Ron.
3. Disdik Jakarta bentuk tim dalami dugaan penggelapan

Menanggapi dugaan penggelapan PIP tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Jakarta melakukan pendalaman. Selain itu, Disdik juga membentuk tim untuk menelusuri kebenarannya.
“Saat ini proses di Sudin JT 2,” kata Wakil Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Puswosusilo, saat dihubungi, Selasa (28/1/2025).


















