Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

SPAI Tuntut Copot Polri dan Minta Presiden Buat Perpres

IMG_5974.jpeg
Ketua Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI), Lily Pujiati tegas mengatakan jatuhnya korban jiwa dan luka akibat kekerasan polisi dalam aksi demonstrasi di Jakarta adalah kesalahan Kapolri.
Intinya sih...
  • Ketua SPAI menuntut Kapolri bertanggung jawab atas kekerasan polisi yang menyebabkan korban jiwa dan luka.
  • SPAI meminta agar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dicopot dari jabatannya dan Presiden membuat Perpres Pekerja Platform.
  • Empat korban lainnya masih dirawat inap di RS Pelni, termasuk pengemudi ojol yang menjadi korban kekerasan polisi di lokasi demonstrasi.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ketua Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI), Lily Pujiati, menegaskan jika jatuhnya korban jiwa dan luka akibat kekerasan polisi dalam aksi demonstrasi di Jakarta adalah kesalahan Kapolri.

Sebelumnya, seorang driver ojek online (ojol), Affan Kurniawan tewas setelah dilindas mobil rantis Brimob pada Kamis (28/9/2025) malam WIB.

“Kita minta Kapolri bertanggung jawab karena ini kegagalan beliau kan, kegagalan Kapolri, sehingga terjadi insiden seperti ini,” kata Lily ditemui IDN Times di RS Pelni, Jakarta Barat pada Jumat (29/8/2025).

SPAI menuntut agar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dicopot dari jabatannya. Selain itu, tuntutan lain yang juga disuarakan adalah untuk Presiden Prabowo Subianto membuat Perpres Pekerja Platform.

“Kami minta copot Kapolri dan juga segera membuat perpres terkait perlindungan untuk bekerja platform. Selama ini belum ada sama sekali,” kata Lily.

“Kalau menunggu revisi Undang-Undang Nomor 13 saya pikir itu terlalu lama. Bagaimana kita mengajukan ke presiden untuk membuat Perpres,” sambung dia.

Selain Affan yang minggal dunia, ada empat korban lainnya yang masih menjalani rawat inap di RS Pelni, Jakarta Barat. Salah satunya adalah pengemudi ojol lainnya, Moh. Umar Amarudin yang menjadi korban kekerasa polisi di lokasi demonstrasi.

SPAI meminta negara hadir untuk para korban termasuk Umar. Lily menegaskan, mereka adalah tanggung jawab negara juga.

“Saat ini sedang dirawat di rumah sakit Pelni, otomatis dia enggak bisa mencari nafkah. Bagaimana negara juga harus memikirkan itu,” kata Lily.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us