Tim SAR Temukan Bagian Tubuh dan Barang Pribadi Korban Pesawat ATR

- Bagian tubuh dan barang pribadi korban pesawat ATR ditemukan di wilayah pegunungan Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan.
- Barang pribadi milik korban seperti laptop, gawai, paspor, kacamata, tas, hingga dokumen diserahkan kepada pihak berwenang.
Jakarta, IDN Times — Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) kecelakaan pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar berhasil menemukan bagian tubuh serta sejumlah barang milik korban di area pencarian wilayah pegunungan Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, mengatakan, penemuan tersebut merupakan hasil penyisiran intensif yang dilakukan oleh beberapa Search and Rescue Unit (SRU) darat di sekitar lokasi badan dan ekor pesawat.
“Pada hari kelima operasi, tim SAR gabungan menemukan bagian tubuh korban berupa tulang serta sejumlah barang pribadi korban di beberapa titik pencarian. Seluruh temuan langsung diamankan sesuai prosedur,” ujar Arif Anwar.
1. Diserahkan ke RS Bhayangkara untuk proses identifikasi

Dia mengatakan, bagian tubuh korban yang ditemukan selanjutnya diserahkan kepada RS Bhayangkara untuk dilakukan proses identifikasi lebih lanjut oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).
“Penyerahan body part kepada tim DVI dilakukan guna proses identifikasi secara medis dan forensik sehingga dapat dipastikan identitas korban secara akurat,” kata dia.
2. Barang pribadi milik korban berupa laptop, gawai, paspor, kacamata, tas, hingga dokumen

Selain itu, tim SAR gabungan juga menemukan sejumlah barang milik korban, di antaranya laptop, telepon genggam, paspor, flash disk, kacamata, tas kecil, dokumen pribadi, serta beberapa barang lainnya yang ditemukan di sekitar bangkai pesawat dan jalur evakuasi.
“Seluruh barang temuan korban telah didata, diamankan, dan akan diserahkan kepada pihak berwenang sesuai mekanisme yang berlaku,” tambah Arif.
3. Operasi SAR masih terus berlanjut

Dia mengatakan, operasi SAR masih terus berlanjut dengan melibatkan lebih dari seribu personel gabungan dari unsur Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, dan komunitas kemanusiaan, dengan dukungan peralatan darat dan udara.
“Kami berkomitmen melaksanakan operasi ini secara profesional dan humanis. Fokus kami adalah menuntaskan pencarian seluruh korban serta memastikan setiap proses berjalan sesuai standar keselamatan dan prosedur,” ucap dia.

















