TNI AD Turunkan Status Siaga 1 Jadi Siaga 3 Jelang Idul Fitri

- TNI AD menurunkan status kesiapsiagaan dari Siaga 1 menjadi Siaga 3 menjelang Idul Fitri sebagai bagian dari mekanisme internal, bukan karena situasi darurat keamanan.
- Status Siaga 1 sebelumnya dilakukan untuk mengecek kesiapan personel dan perlengkapan, serta tidak berkaitan dengan konflik Timur Tengah atau kondisi geopolitik luar negeri.
- TNI AD memastikan siap membantu Polri menjaga keamanan selama arus mudik dan perayaan Idul Fitri, dengan koordinasi penuh di bawah komando Panglima TNI.
Jakarta, IDN Times – TNI Angkatan Darat (AD) menurunkan status kesiapsiagaan dari Siaga 1 menjadi Siaga 3 menjelang perayaan Idul Fitri. Langkah itu disebut sebagai bagian dari mekanisme kesiapsiagaan internal satuan, bukan karena adanya situasi darurat keamanan.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono menjelaskan, peningkatan status Siaga 1 sebelumnya merupakan instruksi dari Panglima TNI untuk mengecek kesiapan personel dan perlengkapan.
“Yang hari Sabtu (7/3/2026) itu. Kemudian hari berikutnya, Minggu (8/3/2026), tidak ada. Nah itu, jadi eskalasi diturunkan jadi Siaga 3. Demikian untuk kita menghadapi rencana kegiatan Idul Fitri,” kata Donny saat ditemui di Markas Besar TNI AD, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026).
Ia menegaskan, kebijakan tersebut juga telah disampaikan melalui Kapuspen TNI sebagai bagian dari tahapan kesiapsiagaan menjelang agenda penting nasional, termasuk Idul Fitri.
"Sempet tadi sampaikan melalui Mabes TNI, melalui Kapuspen TNI, kita dari Siaga 1 ke Siaga 3. Jadi itu suatu tahapan kesiapsiagaan. Bukan mulai dari 3, tidak. Siaga 1, berarti kita siap semuanya," ungkap Donny.
1. Siaga 1 disebut bagian dari pengecekan kesiapan satuan

Donny menjelaskan, status Siaga 1 yang sempat diberlakukan merupakan mekanisme pembinaan kesiapsiagaan internal TNI. Tujuannya untuk memastikan personel, perlengkapan, hingga alutsista siap digunakan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.
Ia menyebut, kegiatan tersebut bukan berkaitan dengan kondisi keamanan tertentu ataupun respons langsung terhadap konflik internasional.
“Jadi yang tadi saya sampaikan, ini adalah suatu kesiapsiagaan internal. Berupa pengecekan kesiapan personel dan materiil agar satuan selalu siap apabila sewaktu-waktu dibutuhkan. Kegiatan ini bukan terkait situasi darurat atau respons terhadap kondisi keamanan tertentu, melainkan bagian dari prosedur rutin dalam menjaga profesionalisme dan kesiapan prajurit,” ujar Donny.
Ia juga menambahkan, kesiapsiagaan semacam itu merupakan prosedur rutin yang dilakukan TNI AD untuk menjaga profesionalisme prajurit. Pada momen tersebut, sejumlah perlengkapan dan alutsista juga sempat digelar sebagai bagian dari pengecekan kesiapan.
2. Bukan dampak konflik Timur Tengah

Donny juga meluruskan spekulasi yang berkembang di masyarakat bahwa status Siaga 1 berkaitan dengan memanasnya konflik di Timur Tengah. Menurut dia, kegiatan kesiapsiagaan tersebut tidak berkaitan dengan kondisi geopolitik di luar negeri, melainkan murni bagian dari prosedur internal militer.
Ia tak memungkiri munculnya berbagai spekulasi dipengaruhi oleh momentum yang bertepatan dengan meningkatnya tensi konflik internasional.
“Tapi memang momennya, di luarnya lagi perang nih. Jadi istilahnya masyarakat lagi sensi. 'Wah, ada apa ini?'. Tidak (benar isu tersebut), itu suatu profesionalisme kita, menjaga kesiapsiagaan, gelar perlengkapan, ya seperti itu. Untuk apa? Ya untuk menjaga keamanan dan situasi stabilitas yang ada, tentunya ya di Jakarta ini,” ucap dia.
3. TNI AD siap bantu pengamanan Idul Fitri

Lebih lanjut, TNI AD akan membantu Polri menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama arus mudik maupun perayaan Lebaran. Meski sebagian prajurit menjalani cuti Lebaran secara bergantian, ia memastikan kesiapan personel tetap terjaga.
“Ya pasti kita akan melaksanakan kegiatan pengamanan karena itu tugas kita. Ya, tentunya kita mem-backup polisi dalam kegiatan itu,” ujar Donny.
Ia pun menegaskan tidak ada perbedaan sikap antara Mabes TNI dan TNI AD terkait kebijakan kesiapsiagaan tersebut. Menurutnya, semua kebijakan tetap berada dalam komando Panglima TNI dan dilaksanakan secara terkoordinasi di seluruh matra.



















