- Dari Surabaya: 23 Maret 2026
- Dari Semarang: 24 Maret 2026
- Tiba di Jakarta: 25 Maret 2026
TNI AL Berhasil Antar Ribuan Pemudik Gratis ke Surabaya

- TNI AL sukses mengangkut ribuan pemudik gratis menggunakan KRI Banda Aceh-593 dan KRI Semarang-594, dengan total lebih dari dua ribu penumpang serta ratusan sepeda motor.
- Program mudik gratis ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto, dengan rute baru ke Bangka Belitung dan rencana penambahan jalur di tahun mendatang.
- Pemerintah memprediksi dua gelombang arus mudik dan balik Lebaran 2026, dengan puncak perjalanan mencapai 143,9 juta pergerakan masyarakat menuju berbagai daerah di Indonesia.
Jakarta, IDN Times - Dermaga Surabaya di Pelabuhan Tanjung Perak, Kamis, 19 Maret 2026, terlihat ramai dipadati pemudik yang ingin berlebaran pada akhir pekan ini. Mereka turun dari kapal perang KRI Banda Aceh-593. Sebagian terlihat berjalan kaki, sebagian lainnya turun dengan mengemudi sepeda motor.
Mereka dilepas secara simbolik oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Muhammad Ali, pada Selasa, 17 Maret 2026. Dikutip dari data TNI AL, ada 1.447 pemudik dan 503 sepeda motor yang diangkut KRI Banda Aceh-593.
"Sebelumnya, kapal sempat singgah di Semarang pada Rabu (18 Maret 2026) dengan menurunkan 1.021 pemudik," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama Tunggul dalam keterangan pers, Jumat (20/3/2026).
Tunggul menyebut kapal perang itu tetap disiagakan untuk mengangkut kembali pemudik ketika arus balik tiba.
1. Sebanyak 1.239 pemudik diangkut KRI Semarang-594 ke Bangka Belitung

Sementara, pada tahun ini, TNI AL menambah rute baru untuk keberangkatan pemudik menggunakan kapal perang, yakni tujuan Bangka Belitung. Total ada 1.239 pemudik yang ikut mudik menggunakan KRI Semarang-594. Berangkat pada Minggu, 15 Maret 2026, kapal tersebut berhasil tiba di lokasi pada Senin, 16 Maret 2026.
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Muhammad Ali pun mengusahakan arus mudik di tahun-tahun selanjutnya, rute mudik bisa ditambah. Sebelumnya, mudik dengan kapal perang hanya mengangkut pemudik ke rute di sepanjang Pulau Jawa.
"Kami akan tingkatkan terus dari tahun ke tahun. Mudah-mudahan tahun depan, kami bisa menambah rute dari arus mudik dan arus balik," kata Ali.
Ia menyebut program mudik gratis itu merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara pada 13 Maret 2026. Dalam arahan tersebut, Prabowo meminta agar kapal perang TNII AL dapat dimanfaatkan untuk membantu kelancaran arus mudik Lebaran 1447 H/2026.
2. Kapal perang milik TNI AL mulai angkut warga untuk arus balik pada 23 Maret

Sementra, berdasarkan jadwal, kapal perang milik TNI AL akan mulai mengangkut warga kembali ke Jakarta mulai Senin, 23 Maret 2026. Berikut jadwal keberangkatan untuk arus balik:
Di momen terpisah, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago mengatakan kegiatan mudik gratis yang disediakan pemerintah merupakan wujud kepedulian pemerintah kepada masyarakat.
"Kami harus memberikan keamanan dan kenyamanan untuk masyarakat. Upaya ini kami tunjukkan bahwa pemerintah sangat peduli kepada masyarakat dan tak ada batasnya," ujarnya.
Di sisi lain, Baznas turut berkontribusi dengan memberikan fasilitas makan bagi para pemudik selama perjalanan mudik. Artinya, masing-masing pemudik mendapat tiga kali makan dalam dua gelombang. Ketika kembali ke Jakarta, pemudik juga mendapatkan fasilitas tersebut.
3. Pemerintah prediksi ada dua gelombang arus mudik dan arus balik pada Idul Fitri 2026

Sebelumnya, pemerintah memperkirakan puncak arus mudik Lebaran tahun ini akan terjadi dua gelombang, yakni pada 14-15 Maret 2026 dan 18-19 Maret 2026. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, kemungkinan akan ada 143,9 juta perjalanan masyarakat yang melakukan mudik pada Lebaran 2026.
"Untuk arus baliknya, puncaknya diperkirakan akan jatuh pada tanggal 24, 25 Maret, lalu yang kedua di tanggal 28 dan 29 Maret," ujar AHY ketika memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026.
AHY menjelaskan pergerakan masyarakat terbanyak akan terjadi ke wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Yogyakarta, dan Sulawesi Selatan.
















