“Hari ini, kita memperbarui sumpah suci yang pertama kali kita ucapkan atas nama mereka seperempat abad yang lalu. Kita tidak akan pernah melupakan mereka. Itulah mengapa kita berjuang hari ini. Kita tidak punya pilihan. Hanya ada kemenangan. Kita berjuang keras. Kita berjuang untuk menang,” kata Trump dalam pidatonya pada acara peringatan 25 tahun tragedi 9/11 di Kantor Kementerian Pertahanan (Kemhan) AS (Pentagon) di Washington D.C. pada Jumat (11/9/2026).
Trump Kaitkan Tragedi 9/11 2001 dengan Perang AS-Iran

- Donald Trump mengaitkan perang AS-Iran dengan upaya mencegah tragedi seperti 9/11 terulang, dalam pidato peringatan 25 tahun serangan tersebut di Pentagon.
- Trump tidak menghadiri peringatan di New York karena tidak diizinkan berpidato; ia memilih menjadi pembicara utama di Pentagon bersama Menteri Pertahanan Pete Hegseth.
- Wakil Presiden J.D. Vance menghadiri peringatan di New York atas perintah Trump, mengenang 2.977 korban tewas akibat pembajakan pesawat Al-Qaeda pada 2001.
Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengaitkan tragedi 9/11 yang terjadi pada 2001 dengan perang antara AS dan Iran. Trump mengatakan, AS saat ini juga sedang berupaya melawan negara teroris. Langkah ini dilakukan agar tragedi semacam 9/11 tidak terulang kembali. Negara teroris yang dimaksud Trump tadi merujuk pada Iran.
1. Trump tidak hadir di acara peringatan 9/11 di New York

potret Kota New York, Amerika Serikat (pexels.com/Nout Gons) Trump sendiri memutuskan untuk tidak hadir di acara peringatan tragedi 9/11 yang dihelat besar-besaran di New York. Sebab, acara tahunan tersebut melarang siapa pun untuk memberikan pidato, termasuk Trump. Sementara itu, Trump berniat untuk memberikan pidato jika dirinya hadir di sana.
"Saya tidak akan pergi ke World Trade Center, di New York City, karena mereka tidak mengizinkan saya berpidato. Saya akan pergi ke Pentagon di (Washington) D.C., karena saya adalah pembicara utama. Ini adalah berita yang korup lagi. Saya telah ke New York berkali-kali selama bertahun-tahun dan tidak ada yang pernah berbicara. Itu adalah upacara khidmat!" jelas Trump dalam laporan The New York Times yang dikutip Town and Country Magazine.
2. Wakil Presiden AS ditugaskan Trump menghadiri peringatan 9/11 di New York

Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, sedang berpidato di acara AmericaFest 2025 di Phoenix Convention Center, Arizona. (flickr.com/Gage Skidmore via commons.wikimedia.org/Gage Skidmore) Oleh karena itu, Trump memutuskan untuk memperingati tragedi 9/11 secara khidmat bersama Menteri Pertahanan (Menhan) AS, Pete Hegseth, di kantor Kemhan AS yang ada di Washington. Sebab, di sana, ia diperbolehkan untuk menyampaikan pidato panjang soal tragedi nahas tersebut.
Di sisi lain, Wakil Presiden AS, J.D. Vance, terbang ke New York untuk menghadiri peringatan 9/11. Ia sudah diperintahkan oleh Trump untuk menghadiri acara peringatan peristiwa bersejarah tersebut. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap para korban yang tewas dalam tragedi tersebut.
3. Tragedi 9/11 menelan korban sebanyak 2.977 orang

Batu nisan berisi nama-nama korban tragedi 9/11 yang terjadi pada 2001. (pexels.com/Victor Zhang) Tragedi 9/11 sendiri merujuk pada peristiwa pembajakan pesawat oleh teroris Al-Qaeda yang terjadi pada September 2001. Ketika itu, para pembajak memaksa pilot untuk menabrakkan pesawatnya ke Gedung World Trade Center (WTC) yang terletak di New York. Sebanyak 2.977 orang dinyatakan kehilangan nyawa dalam insiden mengerikan tersebut.
Tragedi 9/11 menjadi tragedi penyerangan teroris yang sangat bersejarah bagi AS dan dunia. Sebab, ada banyak warga AS dan warga asing lainnya yang tewas dalam tragedi tersebut. Inilah yang lantas membuat tragedi 9/11 selalu diperingati secara massal setiap tahun oleh warga AS di New York.



















