UGM Terjunkan Tujuh Tim Kerja Bantu Sumatra, Bangun Geoportal Data

- Tim bekerja satu pekanUGM membentuk tujuh kelompok kerja lintas disiplin untuk pemulihan Sumatra pasca bencana, dengan fokus pada pemetaan cepat dan analisis spasial kebencanaan.
- Rujukan utama dalam perencanaan respons dan pemulihanProduk yang dihasilkan meliputi peta area terdampak banjir, aksesibilitas jaringan jalan, status fasilitas kesehatan dan shelter, serta peta kebutuhan masyarakat.
- Pembentukan data geoportalBasis data spasial hasil kerja UGM dikonsolidasikan melalui geoportal dan dikelola dengan pengendalian hak cipta serta akses data oleh Biro Manajemen Strategis (BMS) UGM.
Jakarta, IDN Times - Universitas Gadjah Mada (UGM) membentuk tim penanggulangan bencana hidrometeorologi Sumatra yang bekerja melalui tujuh kelompok kerja lintas disiplin untuk membantu pemulihan di wilayah bencana.
Rektor UGM, Ova Emilia mengatakan ,UGM mengonsolidasikan sumber daya akademik, medis, sosial, dan teknis untuk menjawab kebutuhan warga terdampak secara bertahap melalui kerja lintas fakultas dan unit kerja, serta kolaborasi dengan mitra kemanusiaan.
"Pembentukan tujuh kelompok kerja tersebut bertujuan memastikan respons bencana berjalan terkoordinasi, berbasis data, dan relevan dengan kebutuhan lapangan," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (6/12/2025).
1. Tim bekerja satu pekan

Ova mengatakan kelompok kerja ini mencakup bidang pemetaan spasial, kesehatan, dukungan psikososial, pendidikan, hunian, hingga penguatan koordinasi kelembagaan.
Skema kerja dirancang agar setiap intervensi saling melengkapi dan berbasis bukti ilmiah. Salah satu capaian kunci berasal dari kerja Tim UGM yang berfokus pada pemetaan cepat dan analisis spasial kebencanaan.
“Tim ini telah bekerja sejak satu pekan pascabencana dan menyelesaikan seluruh target rapid mapping secara penuh,” ujarnya.
2. Rujukan utama dalam perencanaan respons dan pemulihan

Dia menyebut, produk yang dihasilkan meliputi peta area terdampak banjir, peta perubahan sebelum dan sesudah bencana, peta aksesibilitas jaringan jalan, peta status fasilitas kesehatan dan shelter, peta permukiman terdampak, serta peta kebutuhan masyarakat.
"Keseluruhan peta tersebut menjadi rujukan utama dalam perencanaan respons dan pemulihan," katanya
2. Pembentukan data geoportal

Basis data spasial hasil kerja UGM dikonsolidasikan melalui geoportal dan dikelola dengan pengendalian hak cipta serta akses data oleh Biro Manajemen Strategis (BMS) UGM.
Data ini disampaikan kepada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk proses publikasi dan pemanfaatan lanjutan. Sejumlah peta kebutuhan juga telah terhubung langsung dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) guna mendukung penyaluran bantuan berbasis data.
"Dengan demikian, hasil kerja spasial UGM berperan sebagai rujukan kebijakan dalam respons bencana di tingkat nasional," katanya
3. UGM menyiapkan desain hunian yang adaptif terhadap risiko kebencanaan dan kondisi tapak

Pemanfaatan peta zona aman menjadi aspek krusial dalam penentuan lokasi hunian sementara dan hunian tetap bagi penyintas. Berbasis analisis spasial tersebut, UGM menyiapkan desain hunian yang adaptif terhadap risiko kebencanaan dan kondisi tapak.
"Pendekatan ini memastikan pembangunan hunian tidak dilakukan di wilayah rawan berulang. Data spasial berfungsi sebagai penghubung antara sains, perencanaan, dan kebijakan pemulihan," ujarnya.
Pada sektor kesehatan, UGM secara berkala mengirim tim medis ke Aceh dan wilayah terdampak lainnya di Sumatra melalui jejaring Academic Health System (AHS) UGM.
“Tim ini melibatkan tenaga kesehatan lintas disiplin dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat,dan Keperawatan, Rumah Sakit Akademik dan jejaring layanan kesehatan akademik UGM,” bebernya.















