[UPDATE] Jumlah ODP COVID-19 di Indonesia Capai 239.226 Kasus
![[UPDATE] Jumlah ODP COVID-19 di Indonesia Capai 239.226 Kasus](https://image.idntimes.com/post/20200424/snapshot-680-a9db0014373c47ae13380424f94e5fa7.png)
Jakarta, IDN Times - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona atau COVID-19 Achmad Yurianto kembali menginformasikan perkembangan kasus virus corona atau COVID-19 di Indonesia. Yuri menjelaskan bahwa ada peningkatan akumulasi jumlah orang dalam pemantauan (ODP) yang tercatat hingga Selasa (5/5), yakni sebanyak 239.226 orang.
“Namun, 200 ribu orang lebih susah kami selesaikna observasinya," kata Yuri dalam keterangan persnya yang disiarkan langsung dari channel YouTube BNPB Indonesia, Selasa (5/5).
Lalu, Yuri juga menjabarkan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) saat ini berjumlah 26.408 orang. Saat ini setidaknya pemerintah telah menyediakan 46 laboratorium untuk pemeriksaan COVID-19
Per pukul 12.00 WIB 5 Mei 2020, total kasus positif di Indonesia menjadi 12.071 kasus. Angka itu naik sebanyak 484 kasus. Peningkatan angka kematian juga terjadi, menjadi 872 kasus. Lalu, kasus sembuh berada di angka 2.197 orang.
1. Jokowi meminta klaster-klaster COVID-19 dijaga dengan ketat

Untuk menekan angka penyebaran kasus COVID-19 di Tanah Air, Presiden Joko 'Jokowi' Widodo meminta agar klaster-klaster penyebaran virus corona diawasi dengan ketat. Sebab dari klaster itulah perluasan wabah COVID-19 dapat terjadi.
"Kita harus melakukan monitor secara ketat potensi penyebaran di beberapa klaster, klaster pekerja migran, klaster jamaah tablig, klaster Gowa, klaster rembesan pemudik, klaster industri, ini perlu betul-betul dimonitor secara baik," jelas Jokowi pada konferensi pers secara daring, pada Senin (4/5).
2. Kasus positif COVID-19 di dunia mencapai 3,5 juta

Mengutip situs worldometers.info, hingga pukul 12.35 WIB secara global terdapat 3.646304 orang terpapar virus corona. Kasus terbanyak masih berada di Amerika Serikat dengan 1.212.900 kasus.
Dari 3,5 juta kasus itu, 252.425 di antaranya meninggal dunia. Sementara pasien yang sembuh mencapai 1.200.284 orang.
Saat ini, tercatat masih ada 2.1.93 595 kasus virus corona aktif di seluruh dunia. Dengan catatan, 2.143.958 pasien dalam kondisi sedang dan 49.637 dalam kondisi kritis.
3. Asal-usul munculnya wabah COVID-19 di dunia

Virus corona jenis baru yang tengah menyerang masyarakat dunia saat ini dalam istilah kedokteran disebut sebagai 2019 Novel Coronavirus (COVID-19). Dikutip dari Center for Disease Control and Prevention, cdc.gov (26/2), COVID-19 merupakan sebuah jenis virus yang diidentifikasi sebagai penyebab penyakit pada saluran pernapasan, yang pertama kali terdeteksi muncul di Kota Wuhan, Tiongkok.
Virus ini diketahui pertama kali muncul di pasar hewan dan makanan laut, Kota Wuhan. Dilaporkan banyak pasien yang menderita virus ini, dan ternyata terkait dengan pasar hewan dan makanan laut tersebut. Orang pertama yang jatuh sakit akibat virus ini juga diketahui merupakan para pedagang di pasar itu.
Dikutip dari BBC, koresponden kesehatan dan sains BBC Michelle Roberts and James Gallager mengatakan, di pasar grosir hewan dan makanan laut tersebut dijual hewan liar seperti ular, kelelawar, dan ayam, (26/2). Mereka menduga virus corona baru ini hampir dapat dipastikan berasal dari ular.
Diduga virus ini menyebar dari hewan ke manusia, dan kemudian dari manusia ke manusia.



















