Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Wali Kota Positif COVID-19, Pemkot Bogor Umumkan Darurat Corona

Wali Kota Positif COVID-19, Pemkot Bogor Umumkan Darurat Corona
Wali Kota Bogor Bima Arya dan Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim. (IDN Times/Auriga Agustina)
Share Article

Bogor, IDN Times - Pemerintah Kota Bogor resmi menerapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) virus corona di wilayahnya mulai hari ini Jumat (20/3). Langkah itu ditempuh guna merespons temuan tiga kasus positif corona yang ada di “Kota Hujan”. Satu di antaranya menerpa Wali Kota Bima Arya Sugiarto.

“3 kasus positif adalah Wali Kota Bogor, 1 pejabat Pemkot Bogor dan 1 Pasien dalam Perawatan (PDP) yang sudah dirawat sebelumnya. Ketiganya saat ini dirawat di RSUD Kota Bogor,” kata Wakil Wali Kota Dedie Rachim ketika menyampaikan melalui siaran live streaming di YouTube pada hari ini. 

Selain itu, warga Kota Bogor yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) jumlahnya juga signifikan, yaitu sebanyak 143 orang. Sementara, warga yang termasuk pasien dalam pemantauan (PDP) mencapai 10 orang.

Melihat situasi ini, Pemkot Bogor kemudian menetapkan status KLB dan berharap jumlah penyebaran wabah virus corona bisa ditekan. Lalu, apa saja yang bakal dilakukan?

1. Pemkot Bogor sedang menyiapkan dana miliaran rupiah untuk mengatasi COVID-19

Ilustrasi Corona (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi Corona (IDN Times/Arief Rahmat)

Dedie menjelaskan pemkot dengan DPRD Kota Bogor sudah membahas besaran anggaran yang bakal dikucurkan untuk kepentingan warga selama masa KLB. Selain itu, pemkot juga menunggu intervensi dari pemerintah pusat, karena APBD tak mampu menanggung semua kebutuhan.

Lalu, berapa jumlah dana yang dianggarkan untuk situasi KLB COVID-19 ini?

“Anggaran buat pengadaan masker sekira Rp1 miliar, lalu fasilitas kesehatan di berbagai rumah sakit masing-masing sekira Rp1,5 miliar dan juga dinas kesehatan butuh Rp5,9 miliar,” ucap Dedie.

Anggaran itu, kata dia, bakal difokuskan untuk penyediaan hand sanitizer di banyak tempat. Kemudian stok masker untuk orang sakit dan cairan disinfektan agar bisa mensterilkan beberapa objek vital di dalam kota. 

2. Pemkot sudah siapkan 22 rumah sakit untuk merawat pasien COVID-19

Ilustrasi virus corona (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi virus corona (IDN Times/Arief Rahmat)

Dalam kesempatan itu, Dedie juga menjelaskan Pemkot Bogor sudah menyiapkan 22 rumah sakit untuk merawat pasien yang terpapar virus corona. Namun, ia mengakui tak semuanya representatif dan memiliki perawatan cukup lengkap untuk merawat pasien COVID-19. Dari 22 rumah sakit itu, hanya ada tiga fasilitas medis yang mampu menangani kasus COVID-19 yakni RSUD Kota Bogor, Senior Hospital dan Siloam Hospital. 

“RSUD sudah ditetapkan sebagai RS Rujukan COVID-19 sesuai Keputusan Gubernur Jawa Barat per tanggal 17 Maret 2020. Di sana ada beberapa ruang isolasi,” ucapnya.

3. Pemkot Bogor fokus melacak siapa saja yang kontak langsung dengan tiga pasien

(Wali Kota Bogor Bima Arya) IDN Times/Margith Juita Damanik
(Wali Kota Bogor Bima Arya) IDN Times/Margith Juita Damanik

Usai diketahui Wali Kota positif terpapar COVID-19, maka Dedie selaku Plt menginstruksikan untuk menelusuri dengan siapa saja Bima melakukan kontak langsung. Pemkot akan melacak semua individu yang melakukan kontak selama masa kunjungan kerja di Turki dan Azerbaijan, hingga ketibaannya kembali di Tanah Air. 

Di samping itu, dinas kesehatan juga melacak kegiatan Bima dalam beberapa waktu ke belakang. Salah satunya saat menghadiri acara di Gereja Protestan Indonesia bagian Barat (GPIB) pada (26/2) dan kegiatan road to Bogor Half Marathon (BHM) yang berlangsung di Sukabumi pada Jumat - Sabtu 6 - 7 Maret lalu. 

Sejauh ini pihak dinkes menduga Bima Arya terpapar corona bukan dari kegiatan selama di Indonesia. Sebab, semua orang yang terlibat dalam dua kegiatan terakhir diklaim sehat.

“Saat ini kami belum bisa menyimpulkan, di mana Kang Bima tertular. Yang jelas ada dua orang positif dalam rombongan kunjungan luar negeri ini, mungkin saja terkena dari luar negeri,” ucapnya.

Tracing di Turki sampai tadi malam, kata Dedie, sebagian menyatakan dalam keadaan sehat dan sisanya akan dipastikan lebih lanjut. Sementara pelacakan di Azerbaijan masih dalam penelusuran.

“Akan kami update info selanjutnya. Semua yang terdata sudah dalam pemantauan dinkes dan saat ini menjalani self-isolation di rumah masing masing,” katanya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Santi Dewi
EditorSanti Dewi

Related Articles

See More

Ukraina Luncurkan Operasi 40 Hari Tekan Rusia Akhiri Perang

28 Jun 2026, 05:10 WIBNews