Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Waspada! 20 Desa Sepanjang Aliran Sungai Konto Jombang Rawan Bencana

Waspada! 20 Desa Sepanjang Aliran Sungai Konto Jombang Rawan Bencana
Mitigasi bencana bersama para kades. IDN Times/Zainul Arifin

Jombang, IDN Times - Menghadapi datangnya musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang telah melakukan mitigasi daerah rawan bencana di daerah setempat. Pemetaan awal dari aliran Sungai Konto yang disebut masuk klaster Gunung Kelud.

Apalagi, awal Februari lalu, banjir besar terjadi di wilayah kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang. Banjir tersebut berasal dari aliran sungai konto yang masuk ke avour besuk. Karena tak kuat menampung debit air, tanggul sungai jebol dan air meluap ke pemukiman hingga terjadilah banjir besar yang merendam lebih dari 7 desa di wilayah itu dan berlangsung selama kurang lebih sepekan.

1. Sebanyak 20 Desa di 4 Kecamatan rawan bencana banjir

Catatan jejadian bencana di Jombang. IDN Times/Zainul Arifin
Catatan jejadian bencana di Jombang. IDN Times/Zainul Arifin

BPBD Jombang memetakan, sedikitnya ada 20 desa yang berada di sepanjang aliran Sungai Konto rawan terjadi banjir. Puluhan desa tersebut ada di 4 Kecamatan, yakni Ngoro, Gudo, Bandar Kedungmulyo, dan Kecamatan Perak.

Rinciannya, Kecamatan Ngoro terdapat enam desa, yakni Ngoro, Genukwatu, Pulorejo, Banyuarang, Kauman, serta Desa Jombok. Kemudian di Kecamatan Gudo terdapat empat desa yang rawan. Meliputi Desa Begasur Kedamean, Gudo, Wangkal Kepuh, serta Desa Pucangro. 

Lalu di Kecamatan Perak terdapat tiga desa, yakni Jatiganggong, Kepuhkajang, dan Sumberagung. Sedangkan di Kecamatan Bandarkedungmulyo terdapat tujuh desa rawan bencana. Masing-masing Desa Barongsawahan, Kayen, Gondangmanis, Bandarkedungmulyo, Mojokambang, Pucangsimo, serta Desa Brodot.

2. BPBD Jombang petakan masuk klaster Gunung Kelud

Khofifah meninjau banjir di Jombang 6 Februari 2021. Dok.Ist
Khofifah meninjau banjir di Jombang 6 Februari 2021. Dok.Ist

Kepala BPBD Jombang, Abdul Wahab mengatakan, beberapa hari lalu pihaknya telah mengundang dan mengumpulkan 20 kepala desa yang desanya rawan bencana. Itu dilakukan guna mitigasi serta kesiapsiagaan menghadapi bencana yang sewaktu-waktu datang ketika musim hujan.

"Kemarin kita undang bersama. Itu sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi banjir. Ada 20 desa yang kita undang," kata Abdul Wahab, Sabtu (9/10/2021).

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kabupaten Jombang Syamsul Maarif, menambahkan, 20 desa rawan bencana itu masuk dalam klaster bencana Gunung Kelud. Menurutnya, Sungai Konto merupakan jalur lahar dari Gunung Kelud. 

"Pada saat musim hujan, sungai tersebut rawan meluap hingga terjadi banjir. Sebanyak 20 desa itulah yang berada di sepanjang aliran Sungai Konto," ujarnya.

3. Upaya kesiapsiagaan dengan membentuk desa tangguh bencana

Mitigasi bencana bersama para kades. IDN Times/Zainul Arifin
Mitigasi bencana bersama para kades. IDN Times/Zainul Arifin

Oleh karena itu, menghadapi datangnya musim hujan, desa-desa tersebut diminta meningkatkan kesiapsiagaan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membentuk Destana (Desa Tangguh Bencana) di wilayah tersebut. Yakni desa yang memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi ancaman bencana. Serta memulihkan diri dengan segera dari dampak bencana yang merugikan.

Syamsul menambahkan, Destana juga memiliki kemampuan untuk mengenali ancaman bencana di wilayahnya dan mampu mengorganisir sumber daya masyarakat untuk mengurangi kerentanan. Juga sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat demi mengurangi risiko bencana. 

"Kemampuan ini diwujudkan dalam perencanaan pembangunan yang mengandung upaya-upaya pencegahan, kesiapsiagaan, pengurangan risiko bencana dan peningkatan kapasitas untuk pemulihan pasca keadaan darurat. Ini tadi sudah kita sosialisasikan ke masing-masing. Target kita paling lambat sudah terbentuk Destana di 20 desa itu," lanjutnya.

Dia memastikan, desa rawan bencana jumlahnya bisa bertambah. Pasalnya, masih ada daerah aliran sungai lainnya yang selama ini rawan banjir. Di antaranya daerah aliran Sungai Gunting, Afvour Watudakon, Sungai Ngotok Ring Kanal, serta Sungai Marmoyo.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah
Follow Us

Latest in News

See More

Penembakan di Sekolah Turki Tewaskan 4 Orang, Pelakunya Siswa

16 Apr 2026, 04:09 WIBNews