“Kami menyampaikan belasungkawa terdalam kepada semua korban gempa bumi dahsyat dan orang-orang terkasih mereka. Kami berkomitmen untuk mendukung rakyat Venezuela selama masa sulit ini,” kata Juru Bicara Kemlu AS yang tidak disebut namanya, seperti dilansir The Hill.
12 Warga AS Masih Hilang usai Gempa Venezuela

Pemerintah AS melaporkan 12 warganya masih hilang dan tiga lainnya tewas akibat gempa berkekuatan 7,2 dan 7,5 magnitudo yang mengguncang Venezuela pada 24 Juni 2026.
AS telah menyalurkan lebih dari 300 juta dolar AS untuk membantu pemulihan pascagempa di Venezuela melalui kerja sama dengan berbagai organisasi kemanusiaan internasional.
Pasukan militer AS ditambah untuk mendukung evakuasi korban, sementara total korban tewas mencapai 1.719 orang dan lebih dari 68.000 warga masih dinyatakan hilang.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Amerika Serikat melaporkan bahwa 12 warganya masih dinyatakan hilang akibat gempa dahsyat di Venezuela berkekuatan 7,2 dan 7,5 magnitudo yang terjadi pada Rabu (24/6/2026) pekan lalu. Kabar itu disampaikan langsung oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) AS pada Senin (29/6/2026).
1. Tiga warga AS lainnya sudah dinyatakan tewas

Juru Bicara Kemlu AS menambahkan, saat ini, ada tiga warganya yang sudah dinyatakan tewas. Mereka diduga tewas karena tertimbun reruntuhan yang timbul pascagempa. Oleh karena itu, Kemlu AS menegaskan pihaknya berkomitmen untuk segera menyelamatkan seluruh warganya yang menjadi korban gempa di Venezuela dan memulangkan mereka ke keluarganya.
“Bekerja sama dengan otoritas sementara Venezuela, angkatan udara AS telah mengerahkan tim manajemen lapangan terbang ekspedisi khusus yang mendukung operasi menara dan darat untuk membantu penerbangan kemanusiaan internasional mendarat dengan aman, menurunkan kargo mereka secara terorganisir, dan mengirimkan pasokan penting ke garis depan,” tambah Kemlu AS.
2. AS menyumbang lebih dari 300 juta dolar untuk membantu pemulihan gempa Venezuela

Saat ini, AS sudah menggelontorkan dana sebesar lebih dari 300 juta dolar AS atau setara Rp5,3 triliun untuk membantu pemulihan gempa di Venezuela. Selain itu, Negeri Paman Sam juga sudah bekerja sama dengan berbagai organisasi kemanusiaan internasional untuk memberikan bantuan kepada korban gempa di sana. Semua ini dilakukan sebagai bentuk komitmen Presiden Donald Trump untuk membantu seluruh korban gempa di Negeri Tanah Anugerah.
“Kami mengerahkan berbagai mitra internasional dan (organisasi) non-pemerintah terpercaya dengan kapasitas yang terbukti untuk memberikan bantuan penyelamatan jiwa dengan cepat dan efektif. Beberapa di antaranya, seperti Samaritan's Purse, Catholic Relief Services, UNICEF, World Food Program, dan Palang Merah Internasional,” jelas Kemlu AS.
3. AS tambah pasukan militer untuk evakuasi korban gempa Venezuela

Selain itu, AS kini juga sudah menambah pasukan militernya untuk membantu evakuasi korban gempa di Venezuela. Menurut Komando Selatan (Southcom) AS, pasukan yang diterjunkan memang punya spesialisasi untuk menyelamatkan korban bencana. Tambahan bantuan logistik juga sudah dikerahkan ke sejumlah area pengungsian.
Saat ini, jumlah korban tewas imbas gempa Venezuela sudah mencapai 1.719 orang. Sementara itu, 5.034 orang lainnya dilaporkan luka-luka. Di sisi lain, sekitar 68.000 orang kini masih dinyatakan hilang. Mereka diduga tertimbun reruntuhan bangunan yang hancur akibat gempa. Menurut data terbaru, ada sekitar 855 bangunan di Venezuela yang hancur akibat gempa dahsyat pekan lalu. Dari jumlah tersebut, 189 bangunan di antaranya dikabarkan hancur total.



















