Angka Harapan Hidup Rusia Turun Selama Pandemik COVID-19

Moskow, IDN Times - Rusia mengalami penuruan Angka Harapan Hidup (AHH) untuk pertama kalinya sejak hampir dua dekade lalu. Hal ini disebabkan tingginya angka kematian akibat virus COVID-19 yang terus meningkat selama satu tahun pandemi ini.
Pasalnya belakangan ini Pemerintah Rusia tengah berupaya untuk meningkatkan AHH negaranya yang hanya mencapai 73,3 tahun pada 2019. Selain itu, selama beberapa tahun belakangan sebelum pandemik, AHH Rusia selalu meningkat.
1. Angka Harapan Hidup penduduk Rusia turun dua tahun

Angka Harapan Hidup tahunan di Rusia menunjukkan penurunan untuk pertama kalinya sejak tahun 2003. Pada 2019 Angka Harapan Hidup Rusia mencatatkan rekor sebesar 73,3 tahun, tapi setelah mewabahnya virus COVID-19 di Rusia sejak awal tahun lalu, angkanya turun menjadi 71,1 tahun pada 2020.
Hal ini tentu berbanding terbalik dengan target Pemerintah Rusia untuk meningkatkan AHH negaranya menjadi 75,2 tahun pada 2024 dan meningkat 78 tahun pada 2030. Akibatnya kini AHH penduduk Rusia diprediksi hanya akan naik menjadi 73,6 tahun pada 2024, dilansir dari RT.
2. Tingginya angka kematian akibat wabah COVID-19 di Rusia
Tingginya angka kematian akibat virus COVID-19 di Rusia yang mencapai lebih dari 323.800 jiwa berdampak pada turunnya Angka Harapan Hidup di negara tersebut. Bahkan Pemerintah Rusia memrediksi bahwa populasi penduduk di negaranya akan turun sebesar 583.400 jiwa pada 2020, dikutip dari The Moscow Times.
Meskipun begitu angka kumulatif kematian akibat pandemi di setiap negara berbeda-beda yang didasarkan dari metode pendekatan yang digunakan. Maka meskipun Rusia terlihat memiliki angka kematian yang lebih rendah dari sejumlah negara Eropa seperti Inggris, Italia dan Prancis. Namun pada awal Maret, Rosstat sudah mengumumkan angka kematian mencapai 200 ribu akibat coronavirus, dilansir dari RT.
3. Terjadi masalah krisis demografi di Rusia
Melaporkan dari RBC, Badan Statistik Rusia, Rosstat sebelumnya juga memperkirakan jika penduduk negaranya akan berkurang sebesar 510 ribu jiwa, sehingga penduduk Rusia akan turun dari 146,75 juta jiwa menjadi 146,24 juta jiwa pada tahun lalu.
Sementara sesuai perencanaan pemerintah menunjukkan penurunan penduduk akan terus berlangsung menjadi 522,1 ribu jiwa pada 2022; 451,5 ribu jiwa di 2023 dan 2024 yang turun menjadi 270,6 ribu jiwa. Maka keseluruhan angka penurunan jumlah penduduk antara tahun 2020-2024 mencapai 2,2 juta jiwa. Data ini menunjukkan peningkatan dari prediksi sebelumnya yang hanya turun 1,2 juta jiwa.
Sebelumnya Rusia sudah mengalami masalah krisis demografi yang disebabkan oleh kurangnya angka kelahiran dan tingginya kasus kematian serta adanya efek jangka pendek dari imigran yang kembali ke negaranya saat pandemik. Pihak Moskow selama ini tengah memerhatikan terkait pergeseran demografi dan berusaha meningkatkan angka kelahiran serta menarik imigran dari luar negeri.
















