Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Argentina dan Ekuador Setujui Perjanjian Ekstradisi dan Keamanan

Argentina dan Ekuador Setujui Perjanjian Ekstradisi dan Keamanan
ilustrasi bendera Argentina (pexels.com/pikeriel)
Intinya Sih
  • Argentina dan Ekuador menyepakati perjanjian ekstradisi serta pertahanan siber untuk melawan kriminalitas dan penyelundupan ikan ilegal, dalam kunjungan pertama presiden Argentina ke Ekuador hampir dua dekade.
  • Kedua negara juga menyetujui enam kerja sama lain, mencakup perdagangan otomotif, konektivitas, pariwisata, penggunaan nuklir damai, dan deklarasi melawan tindakan ilegal.
  • Argentina menetapkan Los Chone Killers sebagai organisasi teroris, sementara Ekuador mendukung klaim kedaulatan Argentina atas Kepulauan Falkland, Georgia Selatan, dan Sandwich Selatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Argentina dan Ekuador resmi menyetujui perjanjian ekstradisi dan pertahanan siber pada Kamis (6/8/2026). Persetujuan itu untuk melawan kriminalitas dan penyelundupan ikan ilegal. 

Di bawah kepemimpinan Presiden Javier Milei, Argentina memiliki hubungan baik dengan Ekuador. Kunjungan ini dilakukan sebelum menghadiri pelantikan Presiden Kolombia, Abelardo de la Espriella. 

1. Kunjungan pertama presiden Argentina ke Ekuador dalam hampir 2 dekade

Presiden Argentina, Javier Milei.
Presiden Argentina, Javier Milei. (Vox España, CC0, via Wikimedia Commons)

Perjanjian antara Argentina dan Ekuador ditetapkan menyusul kunjungan Milei ke Ekuador. Kehadiran Milei ini menjadi kunjungan pertama presiden Argentina ke Ekuador selama hampir 20 tahun terakhir. 

Dilansir Mercopress, kedua negara sudah menyetujui enam kerja sama selain ekstradisi dan keamanan siber. Kerja sama itu meliputi perdagangan otomotif, konektivitas dan pariwisata, penggunaan nuklir untuk tujuan damai, dan deklarasi melawan tindakan ilegal. 

Pada saat yang sama, Milei juga menyerukan diadakannya pertemuan antara pemimpin sayap kanan di Benua Amerika. Pertemuan itu akan digelar di luar organisasi multilateral yang sudah ada. 

2. Argentina masukkan geng kriminal Ekuador sebagai organisasi teroris

Tentara Ekuador.
Tentara Ekuador. (http://www.presidencia.gob.ec/, Public domain, via Wikimedia Commons)

Pada kesempatan itu, Argentina menetapkan geng kriminal Ekuador, Los Chone Killers sebagai organisasi teroris di negaranya. Langkah ini untuk menunjukkan komitmen kuat Argentina dalam membantu melawan terorisme di Ekuador. 

Dilansir Democrata, Milei menyebut, geng kriminal itu telah mengubah Ekuador menjadi salah satu negara dengan kriminalitas tertinggi di kawasan. Presiden Argentina itu menyebut Los Chone Killers sudah melakukan sejumlah aktivitas ilegal, penyelundupan narkoba, dan lainnya. 

3. Ekuador dukung kedaulatan Argentina atas Kepulauan Falkland

Presiden Ekuador, Daniel Noboa.
Presiden Ekuador, Daniel Noboa (Presidencia de la República del Ecuador, Public domain, via Wikimedia Commons)

Presiden Ekuador, Daniel Noboa menyatakan dukungan bersejarah dengan mengakui kedaulatan Kepulauan Falkland, Georgia Selatan, dan Sandwich Selatan sebagai milik Argentina. Ia menyerukan Argentina dan Inggris Raya untuk melanjutkan negosiasi untuk mencapai kesepakatan. 

Dilansir EFE, Noboa juga mengucapkan terima kasih atas masuknya Los Chone Killers sebagai organisasi teroris di Argentina. Pada 2024, Ekuador sudah menerima kerja sama militer yang ditawarkan oleh Argentina dan Amerika Serikat (AS) untuk melawan geng kriminal penyelundup narkoba. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More