Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

AS Anggarkan Bantuan Senilai Rp4,3 Triliun Demi Pengungsi Afghanistan

AS Anggarkan Bantuan Senilai Rp4,3 Triliun Demi Pengungsi Afghanistan
Presiden Amerika Serikat Joe Biden dalam sebuah konferensi pers di Gedung Pentagon pada Kamis 11 Februari 2021. (Facebook.com/President Joe Biden)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengalokasikan anggaran senilai 300 juta dolar AS (Rp4,3 triliun) untuk membantu pengungsi Afghanistan. Washington sedang bersiap mengevakuasi ribuan warga Afghanistan melalui skema visa imigrasi khusus (SIV), diperuntukkan melindungi mereka yang terancam oleh Taliban karena bekerja untuk pemerintahan AS.

Dilansir dari Reuters, pembagian fungsi anggaran dibagi menjadi dua, yaitu 100 juta dolar AS yang diambil melalui dana darurat untuk memenuhi kebutuhan pengungsi yang mendesak dan tidak terduga. Adapun 200 juta dolar AS digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang sama namun dalam bentuk layanan dan barang dari inventaris lembaga pemerintah.

1. Warga Afghanistan akan ditampung di pangkalan militer Fort Lee

Cuplikan suasana di wilayah yang dikuasai Taliban. twitter.com/pagossman
Cuplikan suasana di wilayah yang dikuasai Taliban. twitter.com/pagossman

Gelombang pertama pengungsi, beserta keluarganya, diharapkan akan diterbangkan sebelum akhir bulan ke Fort Lee, sebuah pangkalan militer AS di Virginia, di mana mereka akan menunggu pemrosesan akhir dari aplikasi visa.

Menutur keterangan Pentagon, fasilitas itu dapat menampung sekitar 2.500 warga Afghanistan. Pemerintahan Biden sedang meninjau fasilitas AS lainnya di AS dan luar negeri, yang memungkinkan untuk mengakomodasi para pelamar SIV.

2. AS kemungkinan akan menerima 8.000 pengungsi dari Afghanistan

Buruh Afganistan mengerjakan parit untuk membantu meningkatkan persediaan air di Kabul, Afganistan, pada 21 Juni 2020. ANTARA FOTO/REUTERS/Mohammad Ismail
Buruh Afganistan mengerjakan parit untuk membantu meningkatkan persediaan air di Kabul, Afganistan, pada 21 Juni 2020. ANTARA FOTO/REUTERS/Mohammad Ismail

Visa imigran khusus tersedia bagi warga Afghanistan yang bekerja sebagai penerjemah atau pekerjaan lain untuk pemerintah AS setelah invasi bertajuk war on terrorism dimulai pada 2001.  

Pada Kamis (22/7/2021), Dewan Perwakilan Rakyat AS mengesahkan undang-undang yang akan memperluas jumlah SIV hingga 8 ribu orang, angka pelamar yang berpotensi pengajuan SIV-nya diterima. Sejauh ini, otoritas AS sedang memproses sekitar 18 ribu pelamar SIV.

3. Taliban minta warga Afghanistan untuk tidak takut dengan mereka

Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani. twitter.com/FederationAC
Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani. twitter.com/FederationAC

Dilansir dari Al Jazeera, Taliban meminta warga untuk tidak takut dengan mereka, sebab mereka mengaku tidak memiliki ambisi untuk menguasai Afghanistan. Satu-satunya hal yang Taliban perjuangkan adalah kesejahteraan rakyat dengan menghindari monopoli kekuasaan, yang dikhawatirkan terjadi jika Ashraf Ghani tetap menjadi presiden.

Atas dasar itulah Taliban hanya akan menerima proposal damai jika Ghani lengser dari jabatannya, yang dituding memenangkan pemilu dengan curang. Di sisi lain, Ghani bersikeras bahwa dia memenangkan pemilu dengan adil dan tidak akan menanggalkan jabatannya hingga pemilihan umum berikutnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
Vanny El Rahman
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More

Jelang Puncak HUT ke-499 Jakarta, Jalan Sudirman-MH Thamrin Ditutup

27 Jun 2026, 17:01 WIBNews