Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

AS Rencanakan Serangan untuk Ambil Uranium Milik Iran

AS Rencanakan Serangan untuk Ambil Uranium Milik Iran
potret bendera Amerika Serikat (unsplash.com/Tim Mossholder)
Intinya Sih
  • Pemerintah AS dilaporkan tengah mempertimbangkan serangan untuk mengambil sekitar 1.000 pon uranium milik Iran guna menghambat program senjata nuklir negara tersebut.
  • Operasi ini dinilai berisiko tinggi karena fasilitas uranium Iran dijaga ketat dengan ranjau dan bahan uranium berbentuk gas beracun yang sulit dipindahkan tanpa bahaya radiasi.
  • Meski rencana masih dibahas, Menteri Pertahanan AS menyebut serangan bisa batal jika Iran bersedia menyerahkan uraniumnya secara sukarela kepada Amerika Serikat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat dikabarkan berencana melakukan serangan untuk mengambil uranium milik Iran. Menurut laporan Wall Street Journal yang mengutip keterangan seorang pejabat AS pada Minggu (29/3/2026), Presiden Donald Trump dengan para jajarannya saat ini juga sedang mempertimbangkan rencana itu. 

Menurut pejabat tersebut, serangan ini dilakukan untuk mengambil hampir 1.000 pon cadangan uranium yang dimiliki Iran. Langkah ini bertujuan untuk mengganggu program senjata nuklir yang dimiliki negara mayoritas Islam Syiah tersebut. Sebab, uranium merupakan salah satu bahan utama yang dibutuhkan untuk menjalankan program nuklir.

1. Serangan dianggap terlalu berbahaya

Bahaya radiasi nuklir.
ilustrasi bahaya radiasi nuklir (unsplash.com/Michał Lis)

Trump dan sejumlah sekutunya dikabarkan telah berdiskusi untuk melancarkan serangan agar bisa mengambil uranium dari Iran. Namun, tidak dijelaskan secara detail negara mana saja yang akan menemani AS untuk melakukan operasi tersebut. 

Meski begitu, Trump sendiri sebetulnya masih ragu untuk mengambil uranium milik Iran. Sebab, operasi tersebut dinilai terlalu bahaya bagi prajurit yang ditugaskan. Sebab, uranium bisa menyebarkan radiasi nuklir.

Dalam sebuah wawancara bersama CBS beberapa waktu lalu, Direktur Jenderal International Atomic Energy Agency (IAEA), Rafael Grossi, juga meragukan operasi tersebut. Sebab, mengambil uranium milik Iran tidak akan semudah membalikkan telapak tangan. 

2. Iran disebut memasang banyak ranjau di sekitar fasilitas uranium

Ranjau darat.
ilustrasi ranjau darat (commons.wikimedia.org/HH58)

Menurut Gross, Iran telah memasang ranjau di sekitar fasilitas uranium yang mereka punya. Ini tentu berbahaya bagi pasukan AS yang ditugaskan untuk mengambil uranium tersebut. 

Selain itu, menurut Gross, uranium yang ingin diambil AS dari Iran tersimpan di sebuah wadah dalam bentuk gas. Gas tersebut sangat beracun sehingga sulit memindahkannya dari satu tempat ke tempat lain. Sebab, jika terjadi kebocoran, gas tersebut bisa membahayakan lingkungan sekitar. 

Oleh karena itu, Richard Nephew, seorang peneliti senior dari Columbia University, menyarankan agar AS berhati-hati jika ingin mengambil uranium dari Iran. Ia juga menyarankan agar AS menyewa banyak truk. Sebab, jumlah uranium yang akan diambil cukup banyak sehingga butuh transportasi lebih. 

3. AS akan lebih senang jika Iran menyerahkan uranium milik mereka

Bendera Iran sedang berkibar.
potret bendera Iran (unsplash.com/Akbar Nemati)

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, mengatakan Presiden Trump beserta jajarannya hingga kini belum memutuskan apa pun terkait rencana serangan untuk mengambil uranium Iran. Namun, ia menegaskan, serangan mungkin tidak akan dilakukan jika Iran bersedia menyerahkan uraniumnya kepada AS.

“AS memiliki berbagai pilihan, termasuk jika Iran memutuskan untuk menyerahkannya. Tentu saja akan kami sambut dengan baik,” kata Hegseth, seperti dilansir Jerusalem Post.

“Saya tidak akan pernah memberi tahu kelompok ini atau dunia apa yang bersedia kami lakukan atau seberapa jauh kami bersedia melangkah. Namun, tentu saja kami memiliki pilihan,” lanjutnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in News

See More