Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ketua Parlemen Iran Pilihan Trump Tantang Pasukan AS ke Negaranya

Ketua Parlemen Iran Pilihan Trump Tantang Pasukan AS ke Negaranya
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf (AFP)
Intinya Sih
  • Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan Amerika Serikat bahwa militer Iran siap menghadapi kemungkinan operasi darat dan menilai langkah Washington penuh kontradiksi.
  • Laporan media AS menyebut Pentagon tengah menyiapkan skenario operasi darat terbatas di Iran, melibatkan pasukan khusus dan infanteri, meski keputusan akhir masih menunggu persetujuan Presiden Trump.
  • Nama Ghalibaf mencuat setelah laporan menyebut pemerintahan Trump mempertimbangkannya sebagai mitra potensial atau calon pemimpin masa depan Iran, namun klaim itu dibantah oleh pihak Teheran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, melontarkan peringatan keras terkait kemungkinan operasi militer darat oleh Washington. Pernyataan ini muncul di tengah konflik yang telah memasuki bulan kedua dan belum menunjukkan tanda mereda.

Dalam pernyataan yang dikutip kantor berita resmi Iran, IRNA, Ghalibaf menegaskan, militer Iran telah bersiap menghadapi segala kemungkinan, termasuk jika pasukan Amerika benar-benar dikerahkan ke wilayahnya.

Ia juga menyoroti kontradiksi sikap Presiden AS Donald Trump, yang di satu sisi menyatakan terbuka untuk negosiasi, namun di sisi lain diduga tengah mempersiapkan langkah militer.

Situasi ini semakin memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas, terutama setelah muncul laporan Pentagon tengah mempertimbangkan skenario operasi darat terbatas di Iran.

1. Ancaman terbuka Iran untuk AS

Ketua Parlemen Iran Pilihan Trump Tantang Pasukan AS ke Negaranya
Mohammad Bagher Ghalibaf berpidato atau tampil di sebuah rapat umum saat mengikuti kampanye pemilihan presiden Iran tahun 2013. (‎مرتضی انصاری, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)

Ghalibaf secara terbuka menyampaikan sikap keras Teheran terhadap kemungkinan intervensi militer Amerika Serikat. Ia menilai langkah Washington tidak konsisten dan sarat dengan kepentingan tersembunyi.

“Musuh secara terbuka menyampaikan pesan negosiasi, namun diam-diam merencanakan serangan darat,” ujar Ghalibaf seperti dikutip Al Jazeera, Minggu (29/3/2026).

Menurutnya, Iran tidak akan tinggal diam jika ancaman tersebut menjadi kenyataan. Ia bahkan menyatakan kesiapan penuh militer Iran untuk menghadapi pasukan Amerika di medan darat.

“Pasukan kami menunggu kedatangan tentara Amerika di darat untuk membakar mereka,” katanya.

Melalui pernyataannya, Ghalibaf menyiratkan Iran memandang serius kemungkinan eskalasi konflik ke tahap yang lebih berbahaya, di mana konfrontasi langsung di darat tidak lagi bisa dihindari.

2. Pentagon siapkan opsi operasi darat terbatas ke Iran

Ketua Parlemen Iran Pilihan Trump Tantang Pasukan AS ke Negaranya
Bangunan Pentagon Departemen Pertahanan Amerika Serikat (dok. wikipedia/Ken Hammond)

Di sisi lain, laporan media Amerika Serikat mengindikasikan, Pentagon memang tengah menyusun rencana militer yang lebih agresif terhadap Iran.

The Washington Post melaporkan bahwa militer AS sedang mempersiapkan skenario operasi darat yang dapat berlangsung selama beberapa pekan. Namun, operasi ini disebut tidak akan berupa invasi besar-besaran.

Sejumlah pejabat AS menyebut opsi tersebut kemungkinan melibatkan pasukan khusus serta infanteri konvensional dalam skala terbatas.

Langkah ini diperkuat dengan pengerahan sekitar 3.500 personel dari 31st Marine Expeditionary Unit ke kawasan Timur Tengah, yang dinilai sebagai bagian dari kesiapan militer menghadapi berbagai kemungkinan.

Meski demikian, belum ada kepastian apakah Presiden Trump akan menyetujui rencana tersebut secara penuh, sebagian, atau bahkan menolaknya.

3. Sosok Ghalibaf yang dipilih Trump jadi pemimpin Iran

7bfe8fdc-e1d5-45a9-9970-232e2611e24e.jpeg
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf diincar AS jadi sosok yang bisa tengahi konflik AS-Iran. (AFP/Atta Kenar)

Di tengah memanasnya situasi, nama Mohammad Bagher Ghalibaf justru menjadi sorotan dalam dinamika politik yang lebih luas. Ia disebut-sebut sebagai salah satu figur yang dipertimbangkan oleh pemerintahan Trump untuk peran strategis di masa depan Iran.

Menurut laporan Politico, sejumlah pejabat Gedung Putih melihat Ghalibaf sebagai sosok yang dapat diajak bekerja sama, bahkan berpotensi menjadi pemimpin Iran di masa mendatang.

“Pemerintahan Trump diam-diam mempertimbangkan ketua parlemen Iran sebagai mitra potensial - dan bahkan pemimpin masa depan,” demikian laporan tersebut.

Namun, spekulasi ini dibantah oleh Ghalibaf maupun pemerintah Iran. Mereka menegaskan tidak ada negosiasi seperti yang diklaim oleh pihak AS.

Sebelumnya, Trump juga sempat menyatakan, pihaknya telah melakukan pembicaraan dengan Iran, meski tanpa menyebutkan secara spesifik siapa yang terlibat. Pernyataan ini kemudian memicu berbagai spekulasi di media internasional.

Dengan saling bantah dan meningkatnya retorika keras dari kedua pihak, situasi saat ini menunjukkan bahwa jalur diplomasi masih belum menemukan titik terang, sementara opsi militer justru semakin menguat di balik layar.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in News

See More