Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bandar Narkoba Berulah, Ekuador Umumkan Situasi Darurat di 3 Provinsi

Bandar Narkoba Berulah, Ekuador Umumkan Situasi Darurat di 3 Provinsi
ilustrasi pistol (IDN Times/Mardya Shakti)

Jakarta, IDN Times - Presiden Ekuador, Guillermo Lasso, mengumumkan keadaan darurat selama 60 hari di tiga dari 24 provinsi pada Jumat (29/04/2022) waktu setempat. Hal tersebut tak lepas dari peningkatan kejahatan yang terjadi di provinsi tersebut.

Kondisi darurat mengatur jam malam di beberapa daerah dan pengerahan ribuan pasukan keamanan di tiga provinsi tersebut. Masyarakat di sana diharapkan dapat lebih berhati-hati dan memanuti jam malam yang telah diatur. 

1. Keadaan darurat disebabkan oleh bandit bandar narkoba yang semakin tak terkontrol

Setidaknya sudah dua kali Presiden Lasso menerapkan kebijakan ini sejak akhir 2021, yang dimanfaatkan untuk memerangi kejahatan. Pemerintahnya menyalahkan gerombolan penyelundup narkoba yang menggunakan Ekuador sebagai tempat transit untuk mengekspor narkotika ke Amerika Serikat dan Eropa.

Namun, keadaan darurat pada Oktober 2021 lalu mendapatkan kritik dari Mahkamah Konstitusi karena masanya tak sesuai peraturan yang ada, yang seharusnya 30 hari, dan menilai militer kurang mendukung polisi dalam menjalankan keadaan darurat. 

Keadaan darurat pada April ini disebabkan oleh naiknya kematian akibat kekerasan dan kejahatan yang diduga terkait dengan perdagangan narkoba di provinsi Guayas, Manabi, dan Esmeraldas. Sebagian anggota geng bandar narkoba tersebut dikabarkan sudah ditangkap, dilansir Reuters

2. Sekitar 9.000 polisi dan tentara dikerahkan untuk keadaan darurat ini

Melalui video yang diunggah di media sosial, Lasso berjanji untuk melindungi seluruh masyarakat sampai bandit menyerah. 

"Melalui dekrit eksekutif saya telah menyatakan keadaan darurat di provinsi Guayas, Manabi dan Esmeraldas efektif mulai tengah malam ini. Kami melindungi kehidupan dalam setiap keputusan yang kami ambil, di setiap sisi negara kami sampai semua orang yang melakukan kekerasan menyerah", kata dia, dikutip US News

Sekitar 4.000 polisi dan 5000 tentara akan berpatroli di jalan-jalan di tiga provinsi selama 60 hari. Ketiga provinsi tersebut akan memberlakukan jam malam mulai pukul 11 malam sampai jam 5 pagi. Artinya, masyarakat tak boleh keluar pada waktu tersebut. 

3. Bandit bandar narkoba Ekuador sudah merenggut hampir 1.900 nyawa pada 2021

ilustrasi pistol (IDN Times/Mardya Shakti)
ilustrasi pistol (IDN Times/Mardya Shakti)

Kejahatan akibat bandit dan bandar narkoba telah merenggut hampir 1.900 nyawa pada 2021. Bandit narkoba juga merenggut nyawa Alex Quinonez, salah satu atlet paling menjanjikan di negara itu.

Analis mengatakan, pengedar narkoba mengincar Ekuador karena perbatasannya yang strategis, menggunakan dolar, dan pelabuhan utama yang fleksibel. 

"Ekuador adalah salah satu koridor yang mengarah ke negara-negara dengan konsumsi narkoba tertinggi, seperti Amerika Serikat, melalui cekungan Pasifik, dan Brasil, melalui lembah Sungai Amazon," ungkap Fernando Carrion, dari Fakultas Ilmu Sosial Amerika Latin, dilansir France 24

Kejahatan yang terjadi di Ekuador mirip dengan apa yang dilakukan geng Pablo Escobar pada akhir abad 20 di Kolombia. Kala itu, pemerintah setempat juga menyatakan perang terhadap bandit bandar narkoba.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Vanny El Rahman
EditorVanny El Rahman
Follow Us

Latest in News

See More

TOP 5: Prabowo Naik Bus TJ hingga Saiful Mujani Dilaporkan ke Polisi

10 Apr 2026, 05:00 WIBNews