Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Bahrain Tangkap 41 Anggota IRGC, Keamanan Diperketat

Bahrain Tangkap 41 Anggota IRGC, Keamanan Diperketat
ilustrasi penangkapan (pexels.com/Kindel Media)
Intinya Sih
  • Pemerintah Bahrain menangkap 41 anggota Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) yang diduga melakukan spionase dan propaganda untuk kepentingan Iran di tengah konflik dengan AS dan Israel.
  • Otoritas Bahrain terus memperketat keamanan dengan menahan sejumlah mata-mata Iran dan Hizbullah yang mencuri data sensitif serta merencanakan aksi teror di wilayahnya.
  • Sebanyak 69 warga Bahrain dicabut kewarganegaraannya karena menyebarkan propaganda pro-Iran, dianggap mengancam kepentingan nasional dan melanggar kesetiaan terhadap kerajaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Bahrain dilaporkan telah menangkap 41 orang yang menjadi anggota Korps Garda Revolusi (IRGC) Iran. Kabar tersebut disampaikan oleh Kementerian Dalam Negeri Bahrain pada Sabtu (9/5/2026).

Menurut Kementerian Dalam Negeri Bahrain, 41 orang tadi berperan sebagai anggota utama IRGC yang ditugaskan di Bahrain. Mereka bertugas untuk melakukan spionase terhadap entitas asing dan menggalang simpati masyarakat global untuk Iran yang diserang Amerika Serikat dan Israel. 

"Investigasi terus dilakukan untuk mengambil tindakan yang diperlukan terhadap siapa pun yang terbukti terlibat dalam kegiatan organisasi ini (IRGC) dan telah melakukan tindakan ilegal," kata Kementerian Dalam Negeri Bahrain dalam pernyataannya di X yang dikutip Jerusalem Post

1. Bahrain sedang melakukan upaya pembersihan mata-mata Iran

Mata-mata.
ilustrasi mata-mata (unsplash.com/Sergiu Nista)

Penangkapan 41 anggota IRGC tadi dilakukan sebagai upaya Bahrain untuk membasmi semua mata-mata Iran yang ada di wilayahnya. Sebab, Bahrain menganggap mata-mata Iran tersebut telah mengancam dan mengganggu keamanan negara. 

Bahrain sendiri sudah mulai menangkap dan menahan mata-mata Iran sejak perang antara Iran dengan AS dan Israel pecah pada 28 Februari lalu. Pada 12 Maret, misalnya, Bahrain menangkap empat orang warga yang terciduk melakukan spionase untuk Iran. 

Menurut Kementerian Dalam Negeri Bahrain, keempat orang tadi melakukan spionase dengan cara memfoto lokasi-lokasi vital yang ada di Bahrain. Foto-foto itu nantinya akan dikirim ke Iran sebagai sumber intelijen. 

2. Bahrain tidak main-main dengan mata-mata Iran

Bendera Iran sedang berkibar.
potret bendera Iran (pexels.com/Engin Akyurt)

Namun, upaya Bahrain untuk membasmi mata-mata Iran tidak berhenti sampai di sana. Pada 15 Maret, otoritas keamanan Bahrain menangkap lima orang yang juga menjadi mata-mata Iran. Mereka diketahui melakukan pencurian data sensitif milik pemerintah untuk dikirim ke IRGC. 

Kemudian, pada akhir Maret, Bahrain juga melakukan hal serupa. Namun, mata-mata yang ditangkap kala itu bukan berasal dari Iran, melainkan dari Hizbullah. Kala itu, Bahrain menangkap tiga mata-mata Hizbullah yang diduga sedang merencanakan aksi teror di Bahrain. 

Baru-baru ini, Bahrain juga menjatuhkan hukuman hingga tiga tahun penjara dan denda uang tunai kepada 14 orang. Hukuman itu diberikan karena mereka terciduk membantu Iran melakukan serangan di Bahrain. 

3. Bahrain mencabut status kewarganegaraan 69 warganya

Orang-orang sedang berjalan.
ilustrasi warga Bahrain (pexels.com/Miguel Cuenca)

Pada 27 April lalu, Bahrain juga mencabut status kewarganegaraan 69 warganya karena melakukan propaganda terkait serangan Iran ke AS, Israel, dan ke negara-negara Teluk. Dilansir Al Jazeera, 69 orang tadi melakukan propaganda untuk menggalang simpati dan empati publik agar mendukung serangan Iran.

“Keputusan tersebut didasarkan pada sebuah pasal dalam hukum kewarganegaraan Bahrain yang memungkinkan pencabutan kewarganegaraan dengan alasan menimbulkan kerugian bagi kepentingan kerajaan atau bertindak dengan cara yang bertentangan dengan kewajiban kesetiaan kepadanya," bunyi pernyataan Raja Bahrain, Hamad bin Isa Al Khalifa, seperti dilansir Middle East Eye

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Related Articles

See More