Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jemaah Haji RI yang Wafat di Saudi Bertambah Jadi 24 Orang

Jemaah Haji RI yang Wafat di Saudi Bertambah Jadi 24 Orang
Jemaah haji meninggal di Tanah Suci. (Dokumentasi Humas PPIH Embarkasi Aceh untuk IDN Times)
Intinya Sih
  • Jumlah jemaah haji Indonesia yang wafat di Arab Saudi bertambah menjadi 24 orang, menurut keterangan resmi Kementerian Haji dan Umrah pada 11 Mei 2026.
  • Sebanyak lebih dari 132 ribu jemaah Indonesia telah tiba di Arab Saudi, dengan pergerakan menuju Makkah dan Jeddah terus berlangsung menjelang puncak ibadah haji.
  • Kemenhaj mengimbau jemaah menjaga kondisi fisik dan mental serta waspada terhadap cuaca ekstrem 38–43 derajat Celsius agar ibadah berjalan lancar dan aman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Jumlah jemaah haji Indonesia yang wafat di Tanah Suci kembali bertambah. Hingga Minggu (10/5/2026), total jemaah yang meninggal dunia tercatat menjadi 24 orang.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Maria Assegaf, dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Senin (11/5/2026).

“Innalillahi, pada Ahad, 10 Mei 2026, terdapat satu jemaah wafat di Arab Saudi atas nama Kasiyani Sigito Tarmidi dari KMO 8 asal Kota Medan. Dengan demikian, jumlah jemaah yang wafat di Arab Saudi mencapai 24 orang,” ujar Maria Assegaf.

1. Sebanyak 132 ribu lebih jemaah RI sudah tiba di Arab Saudi

Petugas PPIH membantu jemaah haji Indonesia dengan mendorong kursi roda di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah.
Petugas PPIH mendorong kursi roda yang digunakan jemaah haji Indonesia di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah (10/05/2026) Dok. MCH 2026

Maria menjelaskan, hingga saat ini total jemaah haji Indonesia yang telah tiba di Arab Saudi mencapai 132.057 orang, ditambah 1.361 petugas haji yang tersebar dalam 134 kelompok terbang (kloter).

Selain itu, pergerakan jemaah dari Madinah ke Makkah juga terus berlangsung.

“Pergerakan jemaah haji dari Madinah ke Makkah, 240 kloter dengan 92.767 jemaah dan 960 petugas tiba di Makkah untuk umrah wajib dan mempersiapkan diri,” ucap dia.

Ia menambahkan, kedatangan gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport, Jeddah, juga terus berjalan.

“Kedatangan haji gelombang kedua melalui King Abdul Aziz International Airport Jeddah, 67 kloter dengan 25.541 jemaah dan 269 petugas tiba di Jeddah. 5.766 jemaah khusus dikabarkan tiba di Arab dan mulai menjalani rangkaian ibadah sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan,” bebernya.

2. Kemenhaj imbau jemaah fokus persiapan jelang puncak haji

6334357045800277092.jpg
Kedatangan jemaah haji indonesia di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah (08/05/2026) (Dok. MCH2026)

Menjelang puncak ibadah haji, Kemenhaj mengingatkan seluruh jemaah mulai menjaga kondisi fisik dan mental.

Maria menegaskan bahwa kesiapan jemaah tidak hanya soal fisik, tetapi juga mental dan spiritual.

“Tidak hanya pada kemampuan fisik tetapi ketenangan mental, kesiapan spiritual serta kedisiplinan dalam mengikuti seluruh arahan petugas. Oleh karena itu kami meminta jemaah untuk mulai menghemat tenaga sejak dini,” ujar dia.

3. Waspada cuaca ekstrem 38–43 derajat celsius

Jemaah haji asal Indonesia mengenakan pakaian ihram tiba di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah sambil membawa koper dan perlengkapan ibadah.
Jemaah haji asal Indonesia tiba di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Jumat (08/05/2026) dini hari (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2026)

Kemenhaj juga mengingatkan jemaah agar waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi yang mencapai 38 hingga 43 derajat Celsius.

Maria meminta jemaah lebih bijak dalam mengatur aktivitas harian selama berada di Tanah Suci.

“Jemaah harus lebih bijak mengatur aktivitas. Utamakan ibadah wajib, perbanyak istirahat, makan tepat waktu dan minum air putih dengan cukup. Imbau agar menggunakan alas kaki, membawa identitas diri, memakai pelindung seperti payung atau topi saat di luar ruangan. Segera beristirahat jika tubuh terasa lelah,” kata dia.

Ia juga menekankan perhatian khusus bagi jemaah lansia, penyandang disabilitas, dan mereka yang memiliki penyakit penyerta.

“Bagi jemaah lansia, disabilitas dan memiliki penyakit komorbid, hendaknya terus berkoordinasi dengan ketua regu, ketua rombongan dan ketua sektor. Jangan ragu melapor jika mengalami keluhan kesehatan seperti pusing, sesak napas, demam, batuk serta atau kondisi tubuh lainnya yang dirasa menurun karena kesehatan adalah bekal utama menuju puncak haji. Jangan menunggu kondisi memburuk,” imbuhnya.

Dengan semakin banyaknya jemaah yang tiba di Arab Saudi, Kemenhaj terus mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan kesiapan ibadah. Di tengah cuaca ekstrem dan rangkaian ibadah yang padat, disiplin jemaah menjadi kunci untuk menjalani puncak ibadah haji dengan optimal.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in News

See More