5 Fakta Maung Tunggangan Prabowo Diboyong ke KTT ke-48 ASEAN

- Presiden Prabowo Subianto menghadiri KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, dengan mobil Maung Garuda MV3 Limousine buatan Indonesia yang menarik perhatian publik internasional.
- Mobil Maung produksi PT Pindad menjadi simbol kemandirian industri nasional, dilengkapi bodi antipeluru dan fitur keamanan tinggi untuk kendaraan resmi kepala negara.
- Kendaraan Maung diterbangkan menggunakan pesawat Airbus A400M TNI AU dan mendapat respons positif dari masyarakat serta pejabat ASEAN atas tampilannya yang unik dan aman.
Jakarta, IDN Times - Kehadiran Presiden Prabowo Subianto bersama Mobil Maung Garuda MV3 Limousine pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN, cukup mencuri perhatian masyarakat setempat. Prabowo menghadiri KTT ke-48 ASEAN yang berlangsung pada 7-8 Mei di Cebu, Filipina.
Saat pesawat kepresidenan mendarat di wilayah Filipina, Prabowo disambut dengan mobil Maung yang sudah terparkir dan siap menghadiri agenda kepresidenan. Mobil Maung MV3 ini mencuri perhatian masyarakat setempat, dan menjadi sorotan utama bagi publik otomotif Internasional.
Menteri Luar Negeri, Sugiono, mengatakan mobil Maung yang diboyong Presiden Prabowo mendapatkan respons positif dari koleganya yang sesama Menlu negara ASEAN. Ia menyebut mobil ini menjadi kebanggaan bangsa, karena produksinya berasal dari Indonesia, dan dapat hadir dalam satu forum internasional.
“Saya kira itu satu bentuk kebanggaan bahwa kita telah mampu memproduksi mobil yang sejak pelantikan dipakai oleh Bapak Presiden. Kemudian kemarin Beliau berpesan untuk membawa itu ke sana,” ujar Sugiono kepada media di Cebu, Filipina, Sabtu, 9 Mei 2026, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.
Berikut sejumlah fakta terkait Mobil Maung MV3 yang diboyong Presiden Prabowo ke agenda KTT ke-48 ASEAN.
Table of Content
1. Kehadiran Maung diklaim sebagai simbol diplomasi, kemandirian, dan kepercayaan diri bangsa

Maung MV3 Garuda Limousine tak hanya tampil sebagai kendaraan operasional milik kepala negara, tetapi juga sebagai representasi kemampuan industri pertahanan nasional di forum internasional.
Sekretaris Kabinet Republik Indonesia, Teddy Indra Wiajaya, menyebut penggunaan Maung menjadi sebuah simbol diplomasi.
“Penggunaan Maung di forum internasional ini bukan sekadar alat transportasi, tetapi sebagai simbol kemandirian, kepercayaan diri bangsa, dan kemajuan industri nasional Indonesia. Maung menjadi simbol diplomasi,” ungkap Teddy dalam keterangan yang diunggah akun Instagram @sekretariat.kabinet.
Mobil Maung ini digunakan oleh Presiden Prabowo selama pelaksanaan kunjungan kenegaraan di Filipina.
2. Maung buatan PT Pindad yang dirancang untuk keamanan dan kenyamanan

Maung MV3 Garuda Limousine merupakan alat transportasi kepresidenan yang disebut menjadi manifestasi kemandirian industri pertahanan dalam negeri, garapan PT Pindad dengan standar keamanan dan kemewahan tingkat tinggi.
Langkah Presiden Prabowo memboyong Maung ke kancah diplomatik, merupakan sebuah pernyataan politik dan ekonomi tentang kemampuan teknis manufaktur Indonesia.
Berdasarkan data teknis yang dirilis secara resmi oleh PT Pindad, Garuda Limousine membuktikan produk dalam negeri mampu bersaing dengan kendaraan lapis baja ternama lainnya, yang biasa digunakan pemimpin dunia.
Spesifikasi bodi kendaraan Maung MV3 Garuda Limousine ini dilapisi dengan material komposit yang memiliki ketahanan terhadap serangan amunisi kaliber 7,62 mm (NATO), serta amunisi inti baja kaliber 5,56 mm.
Selain itu, kaca Maung menggunakan standar antipeluru level B5/B6, yang dirancang untuk tetap utuh meski terkena hantaman peluru berkali-kali dari jarak dekat. Keamanan yang dimiliki kendaraan ini memberikan jaminan keselamatan total bagi kepala negara, tanpa mengurangi mobilitas dasar kendaraan yang tetap tangguh.
Mobil ini merupakan varian terbaru keluarga Maung dari platform MV3, yang dirancang khusus sebagai kendaraan resmi presiden dan wakil presiden RI, dengan desain yang menggabungkan unsur ketangguhan, keamanan, dan kenyamanan untuk kebutuhan mobilitas kepala negara.
3. Maung diterbangkan menggunakan Airbus A400M TNI AU

Beberapa hari sebelum Presiden Prabowo hadir, Maung sudah lebih dulu tiba di Cebu pada Senin, 4 Mei 2026. Kendaraan resmi presiden itu diterbangkan dari Indonesia menggunakan pesawat Airbus A400M milik TNI AU, sebagai bagian dari dukungan pengamanan dan logistik kendaraan Indonesia.
Tak hanya Maung, bersamaan dengan perhelatan KTT ke-48 ASEAN, TNI juga mengerahkan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) di wilayah Sulawesi Utara.
Adapun sejumlah alutsista unsur udara yang dikerahkan seperti, lima pesawat jet tempur F-16, pesawat Hercules, hingga Airbus A400M. Selain itu, ada pula kapal perang yang dikerahkan, meliputi KRI Brawijaya 320, KRI Prabu Siliwangi 321, dan KRI RE Martadinata 331.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI, Rico Sirati, mengungkapkan pengerahan alutsista ini merupakan bentuk kesiapan rutin operasi gabungan TNI, untuk menghadapi berbagai situasi yang dapat terjadi di kawasan Asia Tenggara.
"Kegiatan ini melibatkan unsur darat, laut, dan udara untuk menguji interoperabilitas, mobilitas pasukan, kemampuan pengamanan VVIP, dan respons cepat terhadap kondisi darurat,” ujar Rico dalam keterangan tertulis, Jumat, 8 Mei 2026.
4. Prabowo konsisten menggunakan Maung sejak dilantik menjadi Presiden

Sebelum resmi digunakan untuk kendaraan kepresidenan, Maung sudah lama dikembangkan pada masa Prabowo masih menjabat Menteri Pertahanan pada 2019-2024.
Sekretaris Kabinet Teddy menyebut, Prabowo sudah menggunakan Maung sejak 20 Oktober 2024, ketika resmi menjadi Presiden.
Agenda KTT ke-48 ASEAN menjadi kali pertama kendaraan Maung berada di kancah internasional.
“Untuk pertama kalinya, saat mendarah di luar negeri, Presiden Prabowo dijemput dengan mobil Maung, kendaraan kebanggaan bangsa Indonesia, hasil pengembangan industri pertahanan nasional,” ujarnya.
5. Kehadiran Maung mendapat respons positif di Filipina

Berbeda dengan kendaraan kenegaraan pada umumnya, Maung menyajikan tampilan yang klasik, sehingga menarik perhatian warga sekitar lokasi. Kehadiran Maung di Filipina juga menjadi etalase tidak langsung, bagi produk industri strategis Indonesia di mata negara-negara ASEAN.
“Kendaraan ini sangat klasik dan berbeda dengan kendaraan lainnya yang pernah saya lihat di Filipina,” ucap Alex, warga setempat, seperti dikutip dari keterangan resmi Sekretariat Presiden.
Salah satu personel keamanan yang bertugas dalam pengamanan KTT ASEAN ke-48 juga turut memberikan respons positif terhadap kehadiran Maung.
“Saya rasa kendaraan ini sangat aman untuk dikendarai oleh Presiden Indonesia,” ungkap Katherine.
Setelah agenda KTT selesai, Maung kembali diterbangkan pulang ke Indonesia menggunakan pesawat Airbus A400M TNI AU.



















