Gelombang Panas Landa Prancis, 2 Balita Ditemukan Tewas di Dalam Mobil

- Dua balita ditemukan tewas di dalam mobil di Carpentras, Prancis, saat suhu mencapai 39°C; panas ekstrem diduga menjadi penyebab utama kematian mereka.
- Pemerintah Prancis menutup lebih dari 1.350 sekolah dan membatalkan sebagian layanan kereta serta acara publik akibat gelombang panas yang melanda hampir separuh wilayah negara itu.
- Gelombang panas juga melanda Spanyol, Inggris, dan Italia dengan suhu hingga 44°C; para ilmuwan memperingatkan fenomena ini akan makin sering terjadi seiring pemanasan global.
Jakarta, IDN Times - Dua anak berusia 2 dan 4 tahun ditemukan tewas di dalam mobil di wilayah tenggara Prancis pada Senin (22/6/2026). Insiden ini terjadi di tengah gelombang panas yang melanda negara tersebut dan wilayah Eropa lainnya.
Dilansir France24, kedua korban ditemukan meninggal di dalam mobil keluarga mereka di area parkir perumahan di kota Carpentras, di mana suhu diperkirakan melampaui 39 derajat Celsius pada Senin siang.
“Penyebab kematian masih belum ditentukan, tetapi panas menjadi dugaan utama,” kata jaksa di kota Carpentras, Hélène Mourges.
1. Tiga lansia juga dilaporkan meninggal pada akhir pekan

Kedua anak tersebut merupakan korban terbaru yang dilaporkan selama gelombang panas ini. Sebelumnya, tiga lansia berusia 80-95 tahun juga meninggal di rumah mereka di dekat kota Bordeaux akibat masalah kesehatan yang dipicu oleh suhu ekstrem.
Selain itu, 13 orang lainnya dilaporkan tenggelam di berbagai wilayah Prancis selama akhir pekan. Insiden ini mendorong pejabat untuk mengimbau masyarakat agar tidak berenang tanpa pengawasan.
Prancis untuk pertama kalinya mengeluarkan peringatan panas tertinggi di hampir separuh wilayah negara itu pada Senin. Warga diimbau untuk selalu waspada, menghindari aktivitas berat dan menjauhi paparan langsung sinar matahari.
Menurut layanan cuaca Météo-France, suhu di seluruh wilayah barat dan tengah Prancis diperkirakan akan melampaui 40 derajat Celsius mulai Senin siang, dengan puncak 43 derajat Celsius di Bordeaux, 41 derajat Celsius di Limoges, 40 derajat Celsius di Toulouse dan Tours serta 39 derajat Celsius di Paris. Suhu diperkirakan akan terus meningkat hingga akhir pekan.
2. Lebih dari 1.350 sekolah ditutup

Menurut Kementerian Pendidikan, lebih dari 1.350 dari 60 ribu sekolah di seluruh negeri ditutup pada Senin, sementara 4.042 sekolah lainnya menyesuaikan jam belajar. Beberapa sekolah juga menyarankan orang tua untuk menjaga anak-anak mereka di rumah atau menjemput mereka pada waktu makan siang.
Seorang guru sekolah dasar di Bordeaux, mengatakan bahwa dirinya berharap pihak berwenang dapat mengambil langkah untuk mendinginkan sekolah.
“Minggu lalu, suhu di kelas 32 derajat Celsius. Ini akan semakin buruk, sementara supermarket di seberang jalan sejuk dan ber-AC. Semua orang menganggap ini normal, tapi suatu hari kita akan berakhir mengajar di lorong-lorong supermarket," keluhnya.
Dilansir The Guardian, 1 dari 10 layanan kereta regional di sekitar Paris juga dibatalkan karena kekhawatiran terhadap kondisi armada dan rel akibat suhu ekstrem.
Sementara itu, festival musik jalanan tahunan Fête de la Musique tetap diselenggarakan pada Minggu, meski sejumlah pemerintah daerah membatalkannya sepenuhnya dan yang lain hanya menggelar acara pada malam hari. Pembatasan konsumsi alkohol juga diterapkan di banyak wilayah.
3. Gelombang panas ekstrem akan lebih sering terjadi seiring meningkatnya suhu bumi

Di wilayah lainnya di Eropa, Spanyol menetapkan gelombang panas resmi pertama tahun ini yang berlangsung dari Minggu hingga Rabu (24/6/2026), dengan suhu diperkirakan mencapai 44 derajat Celsius di sejumlah wilayah.
Di Inggris, layanan cuaca nasional Met Office mengeluarkan peringatan panas ekstrem untuk sebagian besar wilayah Inggris selatan dan sebagian Wales hingga Kamis (25/6/2026). Suhu diprediksi mencapai 39 derajat Celsius. Italia juga mengeluarkan peringatan merah gelombang panas untuk 12 kota pada Senin, termasuk Milan, Turin, Venesia, Bologna, Firenze dan Roma.
Para ilmuwan mengatakan bahwa bahwa seiring meningkatnya suhu bumi, peristiwa panas ekstrem akan menjadi lebih sering dan intens serta terjadi lebih awal maupun lebih akhir dalam setahun.
















